domino online

Foto Cewek Bugil: 2012

Katanya, wanita yang memakai

celana dalam/BH

selagi tidur, apalagi secara ketat, dapat mengalami alergi saluran pernapasan, serta mengganggu kegiatan seharian. Penderita penyakit itu kian meningkat. Misalnya, jumlah penderita alergi saluran pernapasan tahun 1991 lebih banyak dari 1990. Peningkatan ini akibat pakaian dalam yang semakin ketat.

Para konsumen semakin banyak yang meminta pakaian dalam ketat terdorong oleh keinginan mereka untuk menampakkan melangsingkan tubuh. Sebagaimana diketahui, wanita yang ingin kurus lebih banyak daripada yang ingin gemuk. Ini otomatis memancing produsen untuk lebih banyak memproduksi pakaian dalam yang ketat.

Memang menurut ahli kosmetik, besarnya payudara/panggul, misalnya, dapat ditekan hingga 25% dengan pakaian dalam yang ketat. Padahal itu hanya bersifat semu. Jadi sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kelangsingan tubuh. Malah jika tidak dinetralisir, dapat merusak garis-garis pada kulit.

Semua itu hanya propaganda produsen yang berorientasi keuntungan besar dengan memanfaatkan konsumen yang ingin berpenampilan sesuai dengan mode yang sedang ngetrend. Sebenarnya banyak ahli kedokteran yang menyarankan, agar wanita seharian tidak memakai pakaian dalam. Tapi karena tidak mungkin, apalagi menurut sebagian ahli kosmetik hal ini dapat meloyokan payudara/panggul.

Terlepas dari eksperimen itu, oleh sebagian ahli dokteran, konsep itu memang rasional. Logikanya ketika Anda menolong teman yang baru saja tenggelam, tentu pertolongan awal yang diberikan ialah membuka segala yang menjerat tubuh, termasuk pakaian dalam. Ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan terhadap sistem pernapasan.

Sebenarnya dengan melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, kita akan memperoleh keuntungan, yaitu :

  1. Sirkulasi darah, termasuk di sekitar pakaian dalam, akan lebih baik, lebih lancar dan lebih sempurna.
  2. Elastisitas tubuh akan lebih lentur, hingga dapat membuat tidur lebih tenang atau lebih nyenyak.
  3. Kehangatan tubuh lebih alami. Kini timbul kesan, dengan pakaian dalam,kehangatan tubuh akan meningkat. Ini salah. Justru tanpa pakaian dalam, tubuh akan lebih mudah dihangatkan.
  4. Kehalusan kulit akan lebih baik, meskipun dalam kapasitas sangat kecil (baru dapat dirasakan beberapa bulan kemudian). Ini karena kulit memperoleh oksigen yang lebih banyak/lebih lancar. Bagi mereka yang kurang pandai/terampil menjaga kesehatan, melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, lebih ditekankan.

Soalnya untuk daerah tropis, seperti di Indonesia, pakaian dalam dapat dengan mudah merangsang keringat membasahi tubuh. Sedangkan jika tidak diseka menjelang tidur akan memberi kesempatan pada mikroorganisme untuk beraksi pada kulit, yang berarti dapat menimbulkan kelainan pada kulit, seperti kudis.







Source

Kompilasi Foto Bugil Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim

Termontok.me – Sebelumnya mimin minta maaf karena video bokep nafsu birahi ibuku yang part 2 belum saya update karena ada yang minta request dari pecinta foto tante stw hobi ngentot yang admin termontok share kali ini merupakan permintaan pengunjung setia situs termontok.me maka dari itu saya utamakan bagi penggemar situs termontok agar selalu mendukung dan mensupport website termontok selalu maju dan tidak kalah dengan forum dewasa lainnya, apabila ada sobat yang ingin request silahkan saja kasih tau admin melalu kolom komentar di bawah yah.

Media dewasa yang berisi foto bugil 2018, foto igo indo, foto memek abg, foto syur tante, foto janda mesum, foto hot terbaru, foto sex cewek bispak, foto ngentot 2018, foto porn indonesia, gambar ngewe terhot. Gallery foto topless jepang, foto masturbasi cewek jepang, foto gadis jepang tercantik bugil, foto dewasa jepang, foto perawan jepang telanjang bulat, foto mesum remaja jepang. Mari kita simak beberapa bagian Foto Wanita STW Muda Sedang Sange Pengen di Jamah di bawah. (Top Videos: Nafsu Birahi Ibuku Tak Tertahankan Part 1)

Pada akhir bulan februari 2018 admin termontok.me akan selalu memberikan foto porno baru beserta video dewasa yang lebih menarik lagi, jadi untuk pengunjung setia termontok jangan bosan untuk terus mengunjungi web termontok.me untuk menjaga keharmonisan rumah tangga anda.

Menarik: Sekretaris Mulus Pose Bugil Telanjang

Silahkan sobat lihat Situs XXX Dewasa Terbesar di Dunia Foto Bugil Paling Seru, Gudang Cerita Seks Terbaru, Kumpulan Foto memek tembem Terbaru, foto memek putih bersih, gambar model cantik telanjang, foto memek basah, foto memek prawan berdarah, foto toket prawan, foto memek artis basah, foto nenen gede, foto prawan bugil, foto itil prawan, foto hot, foto terpopuler, foto memek rapat, foto prawan telanjang bulat, foto memek berlendir, foto abg ngewe terbaru 2018, Gambar Cewek Cantik Telanjang.

28715559ef5bf7f2676d9191858a64727900c35 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
2871556e25ae8d91068f151cf9a661eae8a8a48 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
2871558fa7042b2d42ab5e78b0cac17abb16f6a Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
287155752dcf7e465d46c6c78c664752197f3d4 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
287155928d169b7dea1396fab4ac5d4247423bb Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
28715541588c2d2093cae681db59d8baa193d6e Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 2 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 3 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 4 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 5 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 6 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 7 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 8 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 9 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim
Tante bertato ngentot ama bule 10 Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim

Itulah Kompilasi Foto Bugil Tante Manis Ngentot Paling Ekstrim yang telah di share mimin termontok.me pada malam hari ini, lihat juga Film Semi Terbaik di Tahun 2018. Jangan lewatkan gambar panas lainnya yang akan segera kami publish buat penggemar foto syur terbagus.

Gravatar Image

Termontok.fun Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 21 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian dari kami yang telah kami sudur dari berbagai sumber situs lain.

Source

Gairah Panas Mamah Muda Seksi Bercinta Dengan Tetangga

Termontok.me – Lagi lagi dunia hiburan online telah digemparkan oleh mamah muda (Mahmud) yang mana aksi binalnya membuat para suami jadi geram yaitu mengumbar nafsu birahinya kepada seorang pria tetangganya sendiri, meski belum mempunyai anak namun sungguh romantis perentotan birahi mahmud di dalam pose foto ngentot perselingkuhan di artikel ini, langsung saja lihat gairah membara nafsu mamah muda di bawah ini yang dapat anda download.

Media dewasa yang berisi foto bugil 2018, foto igo indo, foto memek abg, foto syur tante, foto janda mesum, foto hot terbaru, foto sex cewek bispak, foto ngentot 2018, foto porn indonesia, gambar ngewe terhot. Gallery foto topless jepang, foto masturbasi cewek jepang, foto gadis jepang tercantik bugil, foto dewasa jepang, foto perawan jepang telanjang bulat, foto mesum remaja jepang. Mari kita simak beberapa bagian Foto Wanita STW Muda Sedang Sange Pengen di Jamah di bawah. (Top Picture: Lubang Memek Berlumuran Sperma)

Pada akhir bulan februari 2018 admin termontok.me akan selalu memberikan foto porno baru beserta video dewasa yang lebih menarik lagi, jadi untuk pengunjung setia termontok jangan bosan untuk terus mengunjungi web termontok.me untuk menjaga keharmonisan rumah tangga anda.

Menarik: Remaja Chinese Seksi Bugil

Silahkan sobat lihat Situs XXX Dewasa Terbesar di Dunia Foto Bugil Paling Seru, Gudang Cerita Seks Terbaru, Kumpulan Foto memek tembem Terbaru, foto memek putih bersih, gambar model cantik telanjang, foto memek basah, foto memek prawan berdarah, foto toket prawan, foto memek artis basah, foto nenen gede, foto prawan bugil, foto itil prawan, foto hot, foto terpopuler, foto memek rapat, foto prawan telanjang bulat, foto memek berlendir, foto abg ngewe terbaru 2018, Gambar Cewek Cantik Telanjang.

162953 02big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 04big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 06big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 07big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 08big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 09big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 10big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 11big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 12big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 13big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 14big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 15big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga
162953 16big Mamah Muda Bercinta Dengan Tetangga

Itulah Album Panas 13 Gairah Panas Mamah Muda Seksi Bercinta Dengan Tetangga yang telah di share mimin termontok.me pada malam hari ini, lihat juga Terpesona Melihat Torpedo Om yang Sungguh Besar Kekar. Jangan lewatkan gambar panas lainnya yang akan segera kami publish buat penggemar foto syur terbagus.

Gravatar Image

Termontok.fun Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 21 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian dari kami yang telah kami sudur dari berbagai sumber situs lain.

Source

anak dara melancap nak pepek cara nk buat anak puki adik

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

main dengan bini orang main dengan mak kawan

Cerita Seks Salmah

Salmah menghulurkan duit sepuluh ringgit dan berlalu dengan membimbit beg plastik yang

berisi ayam. Ketika berpusing , Salmah terlanggar seseorang lalu terjatuh plastik ayamnya.

Salmah tunduk mengambil ayamnya di atas simen market. Pada ketika yang sama seorang lelaki

turut tunduk untuk menolongnya memungut beg plastiknya.

“Maafkan saya” sapa lelaki tersebut.

Salmah mengangkat mukanya.

“Abang Din” Sahut Salmah.

Lelaki tu cuma tersenyum.

Mereka sama-sama berdiri.

“Abang dari mana ni?”Tanya Salmah.

“Mari kita berbual ditempat lain” Lelaki berkenaan berpusing dan diikuti oleh Salmah.

Fikiran Salmah bercelaru. Abang Din yang sedang diikutinya ini adalah bekas “pengurus”

nya

semasa “bekerja” di ibu kota dulu. “Kontrak”nya semasa dia bekerja dulu,dia akan

dibenarkan berhenti bekerja setelah berumur 35 tahun dan sekarang Salmah sudah berumur 38

tahun. Bererti dia telah berhenti bekerja dengan Abang Din 3 tahun dulu.

Mereka sampai di warong makan dan memilih untuk duduk di bawah payong yang terjauh

daripada

orang lain. Abang Din terus tersenyum merenung Salmah yang duduk di hadapannya.

“Macam mana abang Din boleh sampai ke sini?” Tanya Salmah.

“Kau masih cantik macam dulu jugak Salmah…… kau buat apa sekarang?” Tanya abang Din.

“Biasalah bang ..balik kampung kena kerja cara kampung. Mah menjahit baju di rumah.

Cara

Kampung bang…nak cari rezeki yang halal”

Abang Din cuma tersenyum.”Udahlah Mah ,jangan cakap fasal halal haram… kita ni nak hidup.

Abang datang ni pun fasal cari makan juga ini….Mah pun tahu kan.”

“Mah tahu bang….. lapan tahun bang… Mah kerja dengan abang”

Suasana senyap seketika.

“Kau dah kawin ke Mah”

Salmah cuma senyum sinis. “ Siapa nakkan Mah ni bang…Mah pun tak berani nak terima kalau

ada orang minat pun…Mah takut orang tahu kerja Mah dulu tu…kut-kut ada antara mereka yang

pernah melanggan Mah dulu. Rioh sekampung”

“Takkan ada kat dalam kampung ni”

“Mana tahu bang…..Mah sendiri pun mana ingat siapa yang melanggan Mah atau tidak…..

Kadang-kadang Mah rasa macam kenal saja, apatah lagi kalau orang tu asyik senyum kat Mah”

“Apa kata kalau hari ini kau ikut aku ke Bandar” Pintas Abang Din.

“Buat apa bang…abang nak suruh Mah buat kerja tu lagi ke?”

“Tidaklah gitu…. Abangkan manusia yang pegang pada janji…Ha… abang dah lepaskan kau dulu…

maka lepaslah tapi kali ini anggaplah kita ada hubungan sosial saja bukan urusniaga.”

Salmah bermenung seketika.

“Kita ke rumah Mah dululah bang…kat rumah mah tu pun bukannya ada orang…. biar Mah

tukar baju dan hantar ayam ni dulu”

“Elok juga lain kali boleh aku ke rumah kau pulak”Jawab abang Din sambil bangun. Dia

meninggalkan wang di atas meja sebagai bayaran minuman yang mereka minum.

“Hah Dol kau pun ada?” tanya Salmah pada Dol yang sedang menanti di kereta.

“Hai Kak …lama tak jumpa” Salmah masuk dalam kereta di tempat duduk belakang.

“kau kerja dengan abang Din lagi” Tanya Salmah kepada Dol.

“Alah Kak……. Abang Din ni baik…dia jaga saya dari kecik lagi..lagi pun saya dapat

apa yang saya suka kalau kerja dengan abang Din ni..heh……” sambil tergelak.

Salmah fahamlah tu apa yang dia suka tu. Perempuan lah apa lagi. Sekarang ni budak Dol

ni merupakan orang kanan Abang Din lah..Body-guard sesuai dengan badannya yang besar dan

sasa.

Abang Din cuma tersengeh.

“Arah mana kak?”tanya Dol.

“Kau jalan terus..sampai simpang sana kau belok kiri” Kereta proton Perdana menderu

menyusuk ke dalam kampung. Melalui kawasan sawah dan dusun. Rumah di sini masih lagi

jauh-jauh antara satu sama lain. Dengan berlatar belakangkan banjaran bukit, kawasan

perkampungan ini sungguh tenang.

“Masuklah bang…Dol….”Salmah terus ke dapur menyimpan ayam yang dibelinya ke dalam

peti ais lalu terus menuangkan air teh sejuk yang sedia ada dalam peti ais ke dalam gelas

lalu di bawa keluar.

Abang Din berdiri dipintu memerhati keadaan sekeliling kampung. Memang rumah Salmah ni

jauh dari rumah orang. Dol duduk bersandar di sofa. Mata Dol tajam menerjah ke dalam

bukaan baju Salmah yang menyerlahkan sebahagian dari buah dadanya apabila Salmah

menghidangkan air.

“Akak ni masih cantik macam dulu” Puji Dol.

“Aku pun kata begitu jugak tadi… kadang kala menyesal aku lepaskan dia dulu….. hilang

perigi mas aku”

“Abang dengan Dol ni sama saja…kalau nakkan barang orang tu asyik memuji sajalah tu.

Mah rasa perkataan abang dengan Dol ni sama saja untuk semua ayam abang yang kat bandar

tu… jemput minum bang” Sambil melabuhkan ponggongnya yang bulat ke atas sofa.

Abang Din turut duduk di sofa dan Dol menghirup air yang dihidangkan.

“Yang abang beria-ia mengajak Mah ke bandar tu buat apa?”

Sambil meletakkan gelas minuman Abang Din bersandar semula.

“Aku sebenarnya rindukan kau ni….bila aku berjumpa dengan kau tadi”

“Maksud abang… abang nak pakai Mah?”

“Aku tahu kau memang cepat faham….hah…..” sambil tergelak.

“A.. a.. kak…. Dol pun rindukan akak”

Salmah faham benar mengenai nafsu serakah manusia berdua ini. Sebenarnya dia sendiri pun

macam terpanggil apabila bertembung dengan abang Din tadi. Memang dah tiga tahun dia

tidak merasa balak sejak “bersara” dari perkhidmatannya dengan Abang Din.

“Takpayahlah ke bandar bang….. kat sini saja lah” sambut Imah.

Bulat mata Abang Din dan Dol. “Boleh ke Mah?” tanya Abang Din.

“Abang nak sekarang ke?” tanya Salmah.

“Kalau boleh apa salahnya…adik aku dalam seluar ni pun rasa macam garang je ni”

“Dah gian lah tu” Gurau Salmah sambil bangun berjalan ke pintu. Sampai di pintu dia

menoleh ke arah Dol.

“Dol masukkan kereta ke belakang rumah” Pinta Salmah.

Dol bergegas bangun dan turun tangga. Salmah terus memerhati dipintu.

“Abang tak nak mandi dulu ke?” tanya Salmah lagi.

“Lepas nantilah mandi” Abang Din dah mula membuka bajunya.

“Lamanya si Dol “ Salmah bagaikan tak sabar.

Tiba-tiba Dol menjengah di sisi rumah “ Hah bawak kasut tu naik ke dalam”

Dol mengikut dan Salmah masih memerhati ke sekitar jalan ke rumahnya. Memang lengang

tidak kelihatan seorang manusia pun yang ada. Setelah puas hatinya yang tidak ada

orang yang akan datang ke rumahnya Salmah menutup pintu rumah.

Apabila dia menoleh ke belakang sudah bersedia dua lelaki yang dulunya sentiasa

menjamah tubuhnya tak tentu masa dalam keadaan semula jadi tanpa seurat benang lagi.

“Emm cepatnya” Sambil memegang tangan lelaki berdua tu ke dalam bilik.

Esah mengayuh basikalnya perlahan-lahan di atas batas padi. Bimbang takut terjatuh

pula ke dalam sawah yang kebetulan sedang penuh dengan air dan padi yang baru di tanam.

Janda muda ni membimbit beg plastik yang berisi kain yang baru dibelinya di bandar. Dia

perlu ke rumah Salmah untuk menjahit baju dengan cepat memandangkan dua hari lagi dia akan

menghadiri kenduri kawannya di kampung sebelah. Kalau dia terjatuh bererti habislah

kotor kain yang baru dibelinya tu.

“Auhhhhhhh bangggg nikmatnyaaaaaaa!!!!!!”Keluh Salmah. Balak Abang Din menikam

tenggelam dalam cipap Salmah yang tidak pernah diterokai sesiapa dalam masa 3 tahun ini.

Rindu dan giannya pada balak lelaki tidak terkata lagi.Kalau dulu semasa dia

menyundal dapat merasakan berbagai jenis balak berkali-kali dalam sehari tetapi

selepas balik ke kampung perigi cipapnya menjadi kering kontang terbiar tidak diusik

sesiapa.

Abang Din mula menyorong tarik dengan tenang. Sebagai bapak ayam dia cukup mahir untuk

memuaskan nafsu perempuan. Dia tahu walaupun perempuan yang dijaganya mendapat balak

daripada pelanggannya setiap hari tetapi mereka tetap menanti balaknya untuk

mendapatkan kepuasan sebenar dalam seks. Kebanyakan pelanggan mementingkan diri ‘

sendiri,mereka mementingkan kepuasan diri dan hanya menggunakan sahaja perempuan yang

meraka sewa tanpa mengambil kira kepuasan pasangannya. Bagi kebanyakan pelanggan,

perempuan yang mereka sewa hanyalah alat untuk memuaskan nafsu mereka bukan untuk

keseronokan bersama.

Esah menyorong basikalnya masuk ke lorong rumah Salmah. Hatinya terasa keciwa

apabila melihat pintu rumah Salmah tertutup,namun apabila melihat tingkapnya terbuka

dia gagahkan hati untuk mencuba, kalau-kalau Salmah ada di dapur. Sabaik sahaja hampir

dengan tangga Esah membuka mulut untuk memberi salam.

“Yeahhhhh banggg kuat lagiiiiiiiiii……Mah nak sampaiiiiii nieeee…… ahh.. ahhhh….

ahhhh……. aughhhhh!!!!!!” Esah tidak jadi memanggil.Mulutnya ternganga.

Darahnya berderau. Lututnya lemah. Dia tahu bunyi tu. Dia boleh banyangkan

apa yang Salmah sedang lakukan. Dia giankan bunyi tu. Dah dua tahun dia bercerai

dengan suaminya yang merengkok di penjara kerana dadah.

Esah melangkah perlahan mencari akal. Dia melihat keliling. Tak ada orang.

Dia pergi ke bawah rumah Salmah. Memang bunyi Salmah mengerang menjadi-jadi.

Bunyi katil berenjut juga menjadi-jadi. Dia merasakan cipapnya terangsang.

Dia mencari lobang untuk diintainya.Tiada.

“Ah!!!! Ah!!!!! Ahhhhh!!!!! Aaaaaaaah!!!!!! pancut bang……Mah tahan nie………

biar sampai sama-sama haaahhhhhhhhhh auhhh!!!! yeah!!!! yeahhhh!! yeahhhh!!!!!!!!!!”

suara Salmah meninggi.

Esah terus melilau,bagai kucing jatuh anak mencari lobang untuk diintainya ke dalam

bilik Salmah. Masih juga tidak berjaya. Kemdian terlintas satu jalan untuk dicubanya.

Dia melangkah ke dapur. Dia perasan ada sebuah kereta besar di hadapan pintu dapur.

Perlahan-lahan dia membuka pintu dapur. Perasaannya lega apabila mendapati pintu itu

tidak berkunci. Dia membukanya dan terus menutupnya kembali. Diletaknya plastik kain

di atas meja makan,dia berjengket-jengket menuju ke bilik tidur Salmah.

Di hadapan pintu bilik kelihatan bersepah pakaian lelaki dan pakaian Salmah sendiri.

Bagaikan seorang mata-mata gelap yang ingin menangkap seorang penjenayah dia

mendekatkan mata ke pintu bilik yang terbuka luas.

Kelihatan seorang lelaki yang berkulit hitam manis sedang menunjah balaknya yang

besar panjang dengan lajunya ke cipap Salmah yang sedang mengangkang lebar dengan

lututnya yang berlipat rapat hampir ke dadanya. Dari kedudukannya Esah dapat

melihat balak hitang telah pun terpalit dengan cecair putih keluar dan masuh cipap Salmah.

“Ye banggggggggggg sekaranggggggg!!!!!!!!!”jerit Salmah.

Ketika itu Esah melihat cecair mani memancut keluar dari cipap Salmah setiap kali

balak hitam itu di tarik keluar.Melimpah dan meleleh turun melalui salur ke bawah

duburnya dan membentuk satu tompokan di atas cadar biru laut. Henjutan lelaki tu

berhenti selepas beberapa ketika. Sekali lagi air mani membuak keluar apabila

balak hitam itu dicabut keluar. Cipap Salmah ternganga buat seketika dan air mani

terus melelah. Salmah meluruskan kakinya dan terus terkangkang lebar.

Lelaki berkulit hitam itu bangkit. Kelihatan peluh yang bermanik di belakangnya

meleleh turun ke ponggong. Salmah kelihatan menarik nafas panjang-panjang.

Buah dadanya yang menggunung dan mukanya kelihatan berminyak dengan peluh. Rambutnya

kelihatan tidak menentu. Wajahnya mencerminkan kepuasan yang tidak terhingga.

Tanpa di duga kelihatan lelaki lain yang berkulit cerah melangkah dari sudut yang

tidak dapat dilihat oleh Esah sebelum ini. Pastinya lelaki ini tadi duduk di kerusi

solek yang terlindung dari padangan Esah. Lelaki hitam tadi pula hilang dari pandangan…

tentunya duduk di kerusi solak yang diduduki oleh lelaki yang berkulit cerah ni.

Salmah kelihatan tersenyum apabila lelaki berkulit cerah melutut naik ke atas katil

diantara dua pahanya. Mata Esah bagaikan terbeliak melihat balak orang ini,jauh

lebih besar daripada lelaki tadi. Hampir sembilan inci agaknya. Bukan sahaja panjang

tetapi besar pula.

Kelihatan Salmah menarik bucu cadar dan mengelap cipapnya yang kelihatan banyak cecair

di situ. Salmah menggenggam balak yang bakal diterimanya. Emmm kelihatan cukup

segenggam penuh.

“Makin besar si Dol ni bang berbanding dulu” Komen Salmah.

“Dia kuat makan…latihan juga cukup..”jawab lelaki tadi dari tempat duduknya.

‘Aughhh!!!” Terkeluar suara Salmah apabila balak besar itu terus meneroka cipapnya yang

licin sampai ke pangkal.

“Ohhh…… ketatnya Kak” Keluh lelaki berkulit cerah.

Salmah terus mengangkat lututnya sekali lagi.

“Henjut Dol..henjut biar akak puas”

Dol mula menghenjut.Kelihatan cecair yang ada dalam cipap Salmah terus meleleh keluar

setiap kali Dol menarik balaknya. keluar.

Esah merasakan cipapnya juga mengeluarkan cecair. Salmah dah pancut berkali-kali

menyebabkan Esah yang mengendapnya juga tak tahan lagi. Dia mula membuka ikatan kain

sarong yang dipakainya lalu melangkah ke dalam bilik Salmah. Abang Din terkejut pada

mulanya tetapi melihat perempuan yang separuh bogel melangkah masuk dia terus berdiri

dan menyambut tangan perempuan itu lalu dibawanya ke katil.

“Kak, Esah tak tahan lagi kak”

Salmah juga turut terkejut namun dia mengukir senyum sambil menganggukkan kepala kepada

Abang Din menandakan OK. Abang Din membuka baju-T Esah dan seterusnya pakaian dalam.

Kelihatan seluar dalam merah jambu yang dipakainya basah di antara dua pahanya. Esah

terus berbaring di sebelah Salmah dan Abang Din terus mendatanginya.

“Ouuuuuuhhhhhh!!!!!! Kak ….nikmatnyaaaaa!!!!!!” Balak Abang Din terus rapat sampai ke

pangkal.

Suara Salmah dan Esah bersahut-sahutan hingga ke tangah hari. Mereka bergilir, mereka

bertukar, mereka mencari kepuasan demi kepuasan. Selepas terlelap tengah hari itu,

Esah dan Salmah masuk dapur memasak ala kadar. Selepas makan mereka sambung lagi hingga

ke petang.

Esah sampai ke rumah hampir senja.

Dua hari kemudian kelihatan Esah dengan baju baru yang dijahit oleh Salmah menaiki Proton

Perdana menuju ke ibu kota. Salmah melambaikan tangan. Esah membalasnya. Umur Esah

baru 28 tahun bererti dia akan berkhidmat untuk Abang Din sebagai ayam dagingnya selama 7

tahun lagi. Tak tahu berapa banyak balak yang akan dirasainya dan sebanyakmana pula air

mani yang akan ditadahnya. Misi Abang Din masuk kampung mencari ayam baru nampaknya

berjaya. Esah yang kehausan selama ini akan terubat kekosongan itu. Dan Salmah………

hanya menanti ketibaan Abang Din dan Dol sekali sekala menjenguknya di kampung. Mengisi

periginya yang sentiasa kontang. Mungkin…… kalau ada jodoh dia juga akan mencari

sorang suami buat teman hidup dikala tua. Selepas tiga empat tahun, tidak seorang pun

pelanggannya akan mengingati wajahnya lagi. Mereka semua mementingkan diri sendiri

dan manusia memang mudah lupa.

“Bila kau balik Esah?” Tanya Salmah.

“Semalam kak” Jawab Esah yang kelihatan ceria dengan blaus warna perang dan seluar slek

kemas.

Rambutnya kini di potong pendek.

“Seronok kerja dengan Abang Din?” tanya Salmah lagi sambil menuangkan air dari teko ke

dalam cawan.

“Biasalah kak, akak pun tahu kerja ni, kadang kala seronok dan kadang kala mengecewakan

tetapi terpaksa tunjuk seronok jugak…nak ambil hati pelanggan”

“Jemput minum Sah” Pelawa Salmah.” Kau tak kena orientasi ke Sah?” tanya Salmah lagi.

Hampir terbelahak Esah apabila mendengar pertanyaan tu.

“kena kak..teruk Esah dibuatnya…Esah rasa macam jalan tak betul dua tiga hari”

Salmah tersengeh mendengar cerita Esah. Dia faham benar, kalau bekerja dengan Abang Din,

setiap ayam jagaannya akan melalui orientasi tertentu. Dia masih ingat lagi, ketika dia

mula tiba di ibu kota dulu, Abang Din mengurungnya dalam bilik beberapa hari. Ketika itu

dia hanya digunakan oleh Abang Din seorang sahaja. Siang malam, tak tentu masa. Masa tu

Salmah merasakan bagai sedang berbulan madu sahaja. Tetapi pada satu malam tiba-tiba

sahaja dia didatangi oleh lima lelaki dari berbagai bangsa. Walau pun dia telah

mengetahui tentang kerjanya dari rakan-rakan yang lain tetapi dia sebenarnya tidak

menjangkakan akan didatangi oleh lelaki berbagai bangsa lima orang dalam satu masa.

Mahu tak mahu dia terpaksa melayan mereka habis-habisan sampai pagi. Leguh kangkangnya

tidak usah nak cerita. Apabila menjelang pagi, tubuhnya menjadi kain buruk, lembek

tak bermaya. Cipapnya melekit dan sentiasa melelehkan mani yang dipancutkan ke

dalammnya bertubi-tubi. Masa tulah dia kenal balak kulup, hitam cerah, besar kecik, lama

sekejap. Perkara yang paling menyakitkannya ialah apabila benggali yang ada bersamanya

malam tu melunyai

bontotnya berkali-kali, malahan dia yang terakhir meninggalkan Salmah pada pagi

itu dengan radokan bontot yang paling power sekali yang dialaminya. Apabila Abang Din

masuk biliknya Salmah masih tertiarap dengan mani meleleh dari lubang duburnya bercampur

dengan mani lain yang terus meleleh dari cipapnya di bawah ke atas tilam.

“Kau kena berapa orang Sah” tanya Salmah lagi.

Esah cuma mengangkat tangan dengan menunjukkan enam jari. Emmm enam orang lah tu.

Salmah cuma tersenyum.”Sekarang ni kau dah pandai melayan pelanggan lah ni?”

“Alah Kak…ayam baru…ramailah pelanggan….cuti ni pun Abang Din tak bagi cuti panjang.

Esok saya dah kena balik, nanti rugi perniagaan”

“Kumpulkan harta Sah…tapi jaga kesihatan….jangan lupa untuk makan makjun ke …. air akar

kayu ke… semua tu membantu menyegarkan tubuh badan….pelanggan suka…kita pun sihat”

“Abang Din pun pesan jugak..malahan dia pun turut perkenalkan saya dengan pembekal

ubat-ubatan tu”

Jauh di sebuah rumah di kaki bukit kelihatan dua lelaki separuh umur sedang berbual

di laman rumah lama ynag tersergam besar.

“Aku rasa dah sampai masanya aku kahwin semula” Sani menghembuskan asap rokok ke udara.

“Apahal pulak …tiba-tiba nak kawin ni” Tanya Kassim sambil meletakkan akhbar di atas

meja kopi dihadapannya.

“Aku rasa aku tak mahu lagi ke bandar setiap kali aku nak lepaskan gian pada perempuan.

Lagi pun anak lelaki aku pun dah besar-besar belaka kecuali Jiman saja yang masih

sekolah. Itu pun setahun dua lagi berangkatlah dia ke mana-mana tu. Masa tu tinggal

aku sorang-sorang”

“Elok juga cadangan kau tu..ada calon ke ?”

“Kau ingat tak pagi tu…perempuan yang aku tunjukkan pada kau tu…”

“Yang mana satu?”

“Alah masa kat pasar tu… dia sedang beli ayam kemudian dia terlanggar dengan seorang

lelaki”

“Ahhhh ye…aku ingat…tapi aku ingat wajah dia tu macam biasa aku tengoklah…tapi

di mana ye?”

“Dia tu duduk di hujung baruh sana, baru balik ke kampung ni….dia tu tukang jahit…janda”

“Emmm…kalau yang tu…kira OK…solid juga..aku pun berkenan”

“Maaf sikit…kalau kau nak cari yang lain…Esah tu pun janda juga…solid juga..hah kau

ambil lah dia”

“Esah dekat tali air tu?”

“Ahah… Esah mana lagi yang janda dalam kampung…kan dah dua tahun dia bercerai

sebab suaminya masuk penjara kerana dadah..aku pasti dia tu tengah gian lelaki habis punya”

“Hummmh kalau Esah tu…mana ada kat kampung ni lagi……dah hampir sebulan

berhijrah ke bandar…. aku dengar kerja kilang ke apa”

“Sapa nama perempuan tu?”

“Mengikut Pak Mat yang jaga kebun aku tu…namanya Salmah.”

“Salmah….emmmm aku rasa pernah jumpa….” Kassim terus berfikir seorang diri.

Memang mereka berdua kaki perempuan. Kalau giankan perempuan mereka akan ke bandar

melanggan mana yang patut. Namun aktiviti mereka ni tidak diketahui oleh anak-anak

mereka. Kassim dan Sani dah sepuluh tahun menduda dan nampaknya mereka seronok

dengan cara begitu sehinggalah Sani mengemukakan idea barunya untuk berkahwin.

Dua bulan kemudian Salmah berkahwin juga dengan Sani. Kassim kecewa sebab dia pasti

Salmah ni kira OK, Dia perasan yang Salmah ni cantik dan solid juga. Kecewa sebab

tidak terfikir untuk mendapatkan Salmah lebih awal dari Sani, namun dia merasakan

pernah berjumpa dengan Salmah nie. Walau pun begitu dia berharap kawan baiknya ini

tetap bahagia dengan isteri barunya. Perkahwinan ini diadakan secara ringkas. Salmah

hendakkan bagitu dan Sani pun setuju begitu. Malah anak mereka yang bekerja di bandar

Dee dan Jee hanya diberitahu melalui talipon sahaja.

Malam pertama Salmah dan Sani kecoh sikit. Malam tu hujan lebat. Jiman yang

sepatutnya di bawa oleh Kassim untuk ke bandar tidak dapat pergi. Kassim dan

Jiman terperap saja di rumah. Sani yang berharap untuk meriah dengan Salmah

terpaksa kawal keadaan.

Jiman sebenarnya faham benar perkara yang akan berlaku pada malam tu. Kebetulan

biliknya sebagai anak yang paling bongsu adalah bersebelahan dengan bilik ayahnya. Kasim

yang tidur di bilik tamu agak hampir dengan dapur dan jauh sedikit dari bilik Sani. Namun

Kassim juga tahu dan ingin lihat kelakuan kawan baiknya dengan isteri barunya.

Malam tu Salmah juga berdebar-debar untuk berhadapan dengan suami barunya. Dah

lama dia tak berdebar bila berhadapan dengan orang lelaki tetapi kali ini dia berdebar

pulak. Sani tidak menutup lampu bilik tidurnya dan dia nampaknya tidak bersungguh-sungguh

untuk menjamah Salmah.

“Kenapa tak tutup lampu bang?” tanya Salmah.

“Biarkanlah mah, abang suka dalam cerah gini” tangannya mula membuka baju tidur

Salmah.

“Kan Kassim dan Jiman ada kat luar tu” Bisik Salmah lagi namun dia terus membiarkan

Suaminya membuka pakaiannya.

“Malam ni special untuk dia orang” Jelas Sani.

“Special?” Salmah hairan.

“Ehemm biar dia orang intai kalau dia orang mahu… abang suka kalau kerja kita ni diintai

orang.”

“Peliklah abang ni” Tangan Salmah mula membelai dada Sani.

Jiman di bilik sebelah cuma memasang telinga. Air hujan yang lebat menyebabkan satu

perkara pun tidak dapat didengarinya. Dia memadamkan lampu biliknya. Dia dah sedia

lubang di dinding antara biliknya dengan bilik ayahnya. Bukan lubang baru, tapi kalau

dia hendak turun rumah …biasanya dia intai dulu ayahnya ada atau tidak dalam bilik.

Nampaknya lobang tu dah menjadi makin berfaedah pulak. Kalau tak dapat dengar …dapat

tonton lebih baik.

Sani mula menjilat cipap isterinya. Salmah membuka kangkangnya sambil tangannya membelai

kepala suaminya. Ah lamanya dia tidak merasa belaian sedemikian.

Kassim juga gelisah. Dia kenal benar rakannya Sani. Rakus dengan perempuan. Dahlah

dua bulan mereka tidak ke bandar. Sejak berangan nak kawin dulu Sani tak mahu ke

bandar lagi. Dia benar-benar kepinginkan tubuh Salmah. Nah malam ni Salmah dah jadi

miliknya. Tentu berasap ni.

Sambil terlentang dia memikirkan banyak perkara. Pertama sekarang ni kawan kaki

perempuan dia dah berubah tak mahu hidup liar lagi, kedua dia masih memikirkan tentang

Salmah… siapa perempuan ni sebab macam dia biasa benar tetapi tidak dapat dipastikan

di mana dia pernah jumpa dan ketiga, bagaimana dia nak intai kawannya malam ni.

Sani mula terlentang membiarkan Salmah urus balaknya yang mengembang. “Besarnya bang…

keras lagi” komen Salmah. Sani bangga dengan senjata yang dianugerahkan kepadanya.

Dengan senjata itu setiap perempuan yang ditidurinya puas dengan pemberiannya.

“Ohhhh emmm” keluhnya apabila Salmah mula menyonyot kepala balaknya yang berkilat.

Tangannya membelai bahu Salmah, jarinya menggosok-gosok tanda bulat merah dibahu itu.

Dia ingat benar tanda tu. Tanda kelahiran itu dia tidak akan lupa. Dia tahu siapa

Salmah. Sejak terpandang wajah Salmah hari tu dia terus teringat akan tanda merah tu.

Empat atau lima tahun dulu dia pernah menyewa perkhidmatan Salmah. Dia bawa balik

ke rumah sewaannya di satu perumahan mewah di bandar raya. Bayarannya mahal tetapi

berbaloi. Satu hari suntuk dia dan Kassim tidak kemana-mana. Mereka berdua

menggiliri Salmah sampai pagi esoknya dan Salmah melayan mereka dengan tidak

pernah menunjukkan tanda keletihan. Dia amat puas dengan layanan itu. Tidak

pernah dia menikmati layanan perempuan sebagaimana yang dilayan oleh Salmah.

Kerana itu dia ingat Salmah sampai bila-bila. Namus selepas pada itu dia tidak

lagi berkesempatan untuk ke bandaraya dan kalau ke sana pun dia tidak lagi

berjumpa dengan Salmah sehinggalah dua bulan lalu di pasar pagi itu.

“Mah abang dah tak tahan ni” Keluh Sani. Salmah naik ke atas suaminya sambil

memegang balaknya yang tegang dan kembang.

“Pusingan ni biar Mah mula dulu” sambil menurunkan tubuhnya ke atas balak

suaminya yang terpacak menanti. Cipapnya membuka untuk menerima kepala

balak yang berkilat.

“Ohhhh banggg” Keluh Salmah.

Tangan Sani memegang kiri dan kanan pinggang Salmah.

Salmah membiarkan balak suaminya terendam seketika sambil digerakkan otot

dalaman dengan usaha kemutan yang bertenaga. Matanya tepat ke mata suaminya

sambil mengukir senyum.

“OK ke bang” tanya Salmah.

“Barang Mah best…” Tangannya mula membelai buah dada Salmah yang bulat

besar dan masih lagi tegang putih melepak.

“Asalkan abang suka, Mah rasa bahagia bang”

Sani menarik isterinya supaya bertiarap di atas tubuhnya sambil mengucup

bibir mungil isterinya. Balaknya membengkok ke atas besar tersumbat dalam

cipap ketat isterinya.

Mata Jiman terbeliak melihat ponggong putih ibu tirinya dengan balak ayahnya

penuh tersumbat dalam lubang cipap yang dihiasi bulu hitam di kiri dan kanan

bukaannya. Perlahan-lahan Jima membuka kain yang di pakainya. Sambil tunduk

melihat balaknya sendiri, dia juga merasa bangga kerana balaknya juga tidak

kurang besarnya dari balak ayahnya. Mestinya kesan baka yang turun kepadanya.

Perlahan-lahan Jiaman mengurut bakanya yang sememangnya sedang sakit kerana

tarlalu tegang dengan cecair pelincir sudah pun meleleh keluar dari hujungnya.

Apabila Jiman melekatkan matanya ke lubang semula Salmah telah pun menonggang

balak ayahnya. Jelas kelihatan balak ayahnya keluar masuk dengan ibu tirinya

menegak dan melentik belakangnya sambil menghenjut.

Kassim gelisah lagi. Dia keluar dari biliknya dan berjalan ke pintu bilik

sahabatnya. Hujan diluar kian reda, bunyi bising timpaan hujan ke atas atap

rumah makin perlahan. Apabila dia sampai sahaja ke pintu bilik telinganya

telah menangkap bunyi suara Salmah yang mengerang dan mengeluh.

“Mah nak sampai ni bang…. Yeah!!!! Yeah !!!!!! emmmmmahhhhhhhhhh!!!!!!!!”

Kassim mendekatkan matanya ke lubang kunci. Jelas kelihatan Salmah sedang

naik turun di atas tubuh Sani. Pandangan dari sisi menampakkan seluruh tubuh

Salmah. Buah dada yang yang bulat dan tegang, ponggongnya yang melentik dan

perutnya yang rata. Kassim dapat melihat tubuh Salmah yang semakin laju

henjutannya dan kepalanya kian melentik ke belakang. Namun dia tidak dapat

melihat balak kawanya dan cipap Salmah. Perlahan-lahan Kassim juga meramas

balaknya sendiri yang keras macam paku terlekat di dinding dari atas kain

pelikat yang dipakainya.

“Ahhhhhh!!!!!!!!!!!! Banggggggggg!!!!!!!!!!!” suara Salmah bagaikan menjerit.

Mata Kassim terus kembali semula ke lubang kunci. Kelihatan Salmah tertiarap

diatas badan Sani. Mereka berkucupan dan tiba-tiba mata Kassim membuka luas.

Dia dapat melihat tanda merah di bahu Salmah. Dia ingat siapa Salmah sebenarnya

dengan jelas sekarang. Tiba-tiba tangannya meramas balaknya dengan kuat dan air

maninya tiba-tiba terpancut di dalam kain pelikat dengan derasnya. Das demi das.

Dia menggigit bibir takut terkeluar sebarang bunyi dari mulutnya sendiri. Sekali

lagi dia merapatkan mata ke lobang kunci. Kelihatan Sani menaiki tubuh Salmah dan

mula menghenjut.

Perlahan-lahan Kassim berundur dengan kainnya basah melekit dengan maninya sendiri.

Malam bagi Sani masih awal, dia boleh berjuang sampai lima atau enam kali dalam satu

malam tetapi bagi Kassim tiada gunanya dia menunggu dilubang kunci. Langkahnya

membawanya ke bilik tidurnya. Salmah….dia ingat benar sekarang.

Dibilik sebelah bilik pengantin Jiman juga dah tak berdaya untuk berdiri. Dia dah

pancut dua kali ke dinding. Dengan hujan yang telah berhenti biar fantasinya

mengambil alih pandangannya. Dia berbaring di atas katil bujangnya dengan ulikan

suara erangan dan keluhan ibu tirinya yang cantik sedang berjuang lautan asmara

dengan ayahnya yang perkasa.

“Bang kita tutup lampu bang” cadang Salmah.

“Biarlah Salmah…..abang suka tengok wajah ayu Salmah”

“Ohhhh banggggg……..hayun bang hayunnnn Mah tahan nieee” malam terus merangkak

berlalu namun bagi Salmah dan Sani semua itu tak penting lagiii. Mereka terus

belayar dari satu pelabuhan ke satu pelabuhan lain..

Salmah kelemasan. Selepas makan pagi tadi suaminya dan Kassim menariknya ke

dalam bilik dan sekali lagi mereka melunyai tubuhnya. Bergilir-gilir dan

setiap rongga yang ada pada tubuhnya digunakan sepenuhnya sehingga masing-masing

tidak berdaya lagi. Perlahan-lahan dia menolak tubuh Kasim yang hampir terlena

di atas tubuhnya ke tepi. Di sebelahnya, kelihatan suaminya turut tertidur.

Terlentok macam anak kecil.

Salmah terlentang dengan kangkangnya masih luas. Merenung ke siling rumah.

Sebentar kemudian terdengar Kassim juga berdengkur. Matanya juga turut merasa

berat, maklumlah dia juga tidak cukup tidur sejak malam tadi. Malam pertamanya

dengan suami barunya ini Sani. Pagi pulak selepas Jiman ke sekolah, dia masih

lagi melayan kehendak suaminya yang turut mahu dia melayan sahabat karibnya,

abang Kasim. Kebingungan dengan kehendak suaminya yang menyerahkan tubuhnya

kepada orang lain pada hari kedua perkahwinannya menyebabkan Salmah hanyut

dengan pemikirannya dan terus terlena.

Jiman menaiki motosikalnya melintasi batas padi. Jalan in jarang dia lalui

sebab sempit dan tidak melalui kawasan kedai. Dia selalunya lepak seketika

di kedai dengan Jusoh dan Komis atau Maniam sambil minum atau merokok dalam

kedai makan Mamak Hameed. Disitu kawasan yang selamat dari pandangan dan

Mamak Hameed pun sporting tidak tegur kalau dia merokok. Kalau kedai Joyah

ke atau kedai Ketua Kampung, mampus dia kena marah oleh bapanya sebab mereka

akan melaporkan perbuatan merokoknya kepada bapa. Bukanlah ketagih sangat

merokok tu tapi saja ikut perangai kawan . Saja suka-suka. Tak merokok pun

tak mati.

Keluar dari jalan atas batas padi dia tiba di kawasan rumah Mak Usu yang

kelihatan kosong dan tertutup. Dia berhentikan motosikalnya memerhati rumah

tersebut. Sekarang Mak Usu dah jadi Mak tirinya. Pernah juga sebelum ni

dia melihat Mak Usu semasa dia berulang alik balik dari sekolah namun dia

tak pernah tengur. Memang Mak Usu cantik menyebabkan dia tidak puas untuk

terus merenung tubuhnya kalau berselisih dalam perjalanan atau ketika dia

sedang menyapu halaman namun dia tidak ada keperluan untuk bertegur sapa.

Mak Usu pun baru setahun dua ni saja duduk di rumahnya di kampung ni.

Dalam memerhati rumah tersebut kedengaran bunyi bising di kawasan belakang rumah.

Jiman pun menongkat motornya dan terus berkejar ke belakang rumah. Dia lihat Seman,

budak penagih sedang cuba membuka pintu dapur rumah.

“Oi kau buat apa tu hah Seman” jerkah Jiman.

Seman terkejut dan terus melarikan diri. Jiman tersenyum. Nasib baik dia ada

kalau tidak habis rumah Mak Usu. Tidak ramai budak menagih di kampungnya tetapi

Seman adalah salah seorang yang terjerumus dilembah hitam ini. Dia selalunya

bergabung dengan budak kampung seberang. Bodoh punya kerja.

Perlahan-lahan Jiman menghidupkan motorsikalnya dan menuju pulang. Perutnya

pun dah keroncong. Apabila sampai ke rumah Jiman menongkat motorsikalnya di

bawah pokok manggis. Dia lihat seluruh kawasan rumahnya lengang macam tak ada

orang, namun kereta bapanya dan Pakcik Kasim masih di bawah rumah. Tidak mahu

mengganggu dia masuk ikut pintu dapur. Dia faham benar bapa dan Mak Usunya tu

orang baru. Entah apa yang sedang dibuatnya, Jiman bukan tak tahu. Bukan tak

syok tapi takut mereka segan pulak.

Jiman letak beg di atas almari dapur dan terus membuka saji. Emm masih

ada nasi goreng. Melangkah di peti ais untuk mengambil minuman kakinya

tersepak kain yang bersepah. Dia mengeleng kepala melihat kain pelekat

dan baju tidur Mak Usu bersepah di lantai. Jiman memungutnya dan menyangkutnya

di kerusi. Dia terus mengambil sebotol air dari peti ais dan diletakkannya di

meja. Dia melangkah ke singki. Tiba-tiba dia merasa kakinya melekit. Dia

melihat tapak kakinya basah dan licin. Dia petik gosok dengan hujung jari

telunjuknya dan dibawa ke hidung. Sah bau air mani. Sekali lagi dia mengelengkan

kepala. Sah Mak Usunya kena tala di singki. Jiman senyum bersendirian. Waktu nak

duduk sekali lagi dia ternampak tompokan air mani di atas kerusi yang hampir

nak kering. Sekali lagi dia menyiasat dengan jarinya. Sah.

Berjalan ke singki sekali lagi membasuh tangan dia duduk di meja dan makan.

Dah tak tahan lapar. Selesai makan nanti dia terus ke bilik. Kalau ada rezeki

dia dapat intai Mak Usu dengan bapa tengah projek lagi.

Salmah tersedar apabila merasakan buah dadanya dihisap orang. Perlahan-lahan dia

membuka matanya.

“Emmm…Abang Kasim tak puas lagi ke? Aughhh ganaslah abang nie” Salmah menepuk

bahu Kasim yang menggigit piting buah dadanya.

Ketika itu Sani turut terjaga. Perlahan-lahan dia bangun dan bersandar ke kepala

katil.. Mencapai kotak rokok di atas meja lalu menyalakan sebatang dan menyedutnya

perlahan-lahan. Salmah menyedari suaminya sudah bangun mula membelai balak suminya

yang kini benar-benar hampir dengan mukanya. Merocoh balak suaminya dengan lembut

menyebabkan balak suaminya cepat menegang.

“Sani…boleh aku dulu?” tanya Kasim. sambil mengambil kedudukan antara paha Salmah.

Sani cuma tersenyum.

“Silakan, hari ini kau tetamu aku”

Salmah mula menjilat kepala balak suaminya.

Kasim menekan kepala balaknya ke cipap Salmah.

“Ohhhhhh emmmm” Keluh Salmah sambil terus menghisap balak suaminya.dan ponggongnya

menyuakan cipapnya ke atas sedikit bagi membolehkan balak Kasim terus rapat ke dalam.

“Ahhhhhhh ehhemmmmmmmmmmpphhhhh” Jiman mendengar suara Mak Usunya apabila dia

menghampiri biliknya. Jalannya tiba-tiba menjadi perlahan. Dia membuka pintu

biliknya, masuk dan menutupnya kembali dengan perlahan. Keinginannya untuk

segera ke lubang intaiannya cukup tinggi. Jarak dari pintu ke tepi dinding

bagaikan terlalu jauh. Berjengket-jengket dia dan akhirnya sampai jua ke lubang

idamannya.

“Emm best “ Jiman bercakap seorang diri. Jelas ibu tirinya sedang mengangkang

menahan untuk bapanya. Oppps bukan, Jiman hampir tak percaya apa yang dilihatnya.

Bukan bapaknya yang menyetubuhi ibu tirinya tapi Pak Cik Kasim. Macam mana boleh

terjadi nie.

“Tekan banggg Kasimmmm tekan dalammm yeahhhh Mah dah dekat nie” Kelihatan ibu

tirinya mengayak ponggongnya melawan setiap tusukan balak Pak Cik Kasim.

“Oh Mak Usu curang pada bapa” fikir Jiman.

Bagaimana bapanya yang tegas boleh tak ada di rumah ketika ni. Fikiran Jiman celaru.

Rasa tak sanggup dia nak lihat kejadian disebelah. Mak Usu yang baik padanya kini

curang pada bapanya. Namun begitu keinginan Jiman untuk menonton adegan ghairah terus

menarik matanya untuk terus mengintai. Tiba-tiba dia lihat di penjuru pandangan

sekonyong-konyong tubuh bapanya yang juga dalam keadaan bogel dengan balaknya yang

besar panjang mencanak keras naik ke katil. Bulat mata Jiman. Perasaan marah pada

Mak Usu dah bertukar menjadi ghairah yang amat sangat. Bukan Mak Usu curang, tapi

dalam pengetahuan bapa rupanya.

“Aghhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!” Jerit mak Usu. Mata Jiman kembali ke dalam bilik bapanya.

Kelihatan Mak Usu mengelepar dan melentik-lentik badannya. Pak Cik Kasim yang

kelihatan berminyak berpeluh tertiarap di atas badan Mak Usu yang juga kelihatan

berpeluh dan tercungap-cungap.

Perlahan-lahan Jiman menurunkan zip seluarnya. Dengan sedikit kepayahan akhirnya dia

berupaya mengeluarkan balaknya yang keras menegang.

“Ohhhh abangggg emmmm” Mata Jiman beralih ke lubang sekodingnya sekali lagi.

Kali ini bapanya pula yang menghenjut Mak Usu. Bunyi pap !pap !pap nya begitu

jelas mungkin kerana cipap Mak Usu dah becak dek air mani Pak Cik Kasim.

Kelihatan Pak Cik Kasim bangun dan berjalan keluar bilik.

“Hayun bang, henjut biar mah pancut lagiii emmmyeahhh lagi bang…. lagiiiiiiii”

Mak Usunya mula mengayak ponggongnya sekali lagi. Perlahan-lahan Jiman mula

merocoh balaknya.

Kasim ke bilik air membersihkan badannya. Dia rasa tidak bermaya sekali.

Empat kali dia henjut Salmah pagi ini. Puas sungguh. Lama dia mandi.

Apabila dia keluar kelihatan Salmah berkemban dengan tuala bersandar di luar bilik air.

Rambutnya kelihatan kusut masai. Keliling matanya kelihatan lebam sedikit..kurang

tidurlah tu. Apabila Kasim hendak mengusiknya Salmah memberikan isyarat bahawa Jiman

ada di biliknya. Kasim terus berlalu masuk kebiliknya.

Jiman terlentang di atas katilnya. Dia sekali lagi pancut airmaninya ke dinding

tepat ketika bapanya mencut dalam cipap ibu tirinya. Fikirannya mula ligat berfikir.

Dia mesti cari akal. Kalau Pak Kasim dapat ibu tirinya..dia pun mesti dapat jugak

“Mulai hari ini kau jangan datang lagi ke rumah aku ni” Kata Sani pada Kasim Kasim

tercengang. Salmah juga tercengang. Jiman mendengar dari dalam bilik.

“Biar betul ni Sani” Balas Kasim.

“Aku serious ni” Terus Sani “Kau jangan datang lagi sehingga kau kawin dan bawa

isteri kau kemari.”

Kasim menganggukkan kepalanya. Baru dia faham.

Salmah juga faham yang suaminya nak merasa cipap isteri Kasim pulak setelah dia

menyerahkan cipapnya kepada Kasim. Lama Kasim bermenung, sesekali dia merenung

wajah Sani dan sesekali beralih kepada wajah Salmah.

“Baiklah Sani, aku akan cuba, aku tahu susah aku nak dapat isteri macam Salmah

ni dan aku nak ucapkan terima kasih kepada kau dan Salmah kerana menjadi rakan

karib aku dari dulu hingga sekarang” Kasim bangun dan bersalam dengan Sani “Aku

harap kau berdua bahagia” Sambil mencium pipi Salmah.

Hampir senja itu kelihatan kereta Kasim keluar dari kampung tu.

“Esok abang akan ke bandar uruskan hal perniagaan, mungkin lusa baru abang balik.

Mah duduklah dengan Jiman” Sambil berpegang tangan mereka beredar dari pintu

setelah kereta Kasim jauh meninggalkan halaman rumah. Jiman yang berada di

ruang tangga yang turut menghantar Pak Cik Kasim berlalu turut mendengar

rancangan bapanya dan Jiman juga ada rancangan tersendiri.

“Pak boleh tak esok Mak Usu pergi tengok rumahnya sebab tadi Seman anak Pak Abu

tu sedang mencungkil pintu dapur, nasib baik Jiman lalu kalau tidak harus rumah

tu dah dicerobohinya”

Sani berhenti daripada berjalan ke dalam bilik dan menoleh ke arah anak bongsunya

itu dan berpandangan dengan Salmah.

“Elok juga, tapi Jiman kenalah temankan…boleh?” Sani senyum sambil terus memimpin

isterinya masuk ke bilik. Jiman juga tersenyum.

Sayup-sayup kedengan muazzin melaungkan azam menandakan masukkanya waktu maghrib

dan pada ketika itu juga Salmah mengeluh dan mengerang menerima tujahan daripada

suaminya yang entah kali keberapa hari tu.

“Ye bangggg uhh uhh uhhhh uhhh emmmm” Suara Salmah diiringi oleh bunyi katil.

Jiman sekali lagi ke lobang ajaibnya dan tangannya secara automatik membelai zakarnya.

Hayun Pak…..Jiman nak pancut bersama.

(awek melayu selamba tak malu,artis beragama hindu, main dengan bini, main dengan bini ustaz, main dengan laki orang, foto hot salma hayek)

Source

memek basah perawan |tante bugil, memek basah, memek abg, memek perawan, memek artis, sma

halo para pembaca siapa yg mau

memek basah perawan

yang masih sempit, yang enak untuk d jilat dan sumsah untuk d masukin nya….

contoh gambar

memek basah perawan

seperti gambar di samping sering kita jumpai d berbagai sekola

SMA/SMP

, karna anak

sekolah

d jaman sekarang banyak yang berpakaian minim sehingga mudah di

entotin

cukup dengan nungging

CD

anak

tersebut sudah bisa terlihat dengan jelas sampe isi nya, di jaman sekarang ini banyak anak – anak di bawah umur yang menjajal kan diri yang hanya untuk kepuasan dan mencari materi semata.

siapa yang mau ayo gabung d blog ini atau baca d halaman berikut nya

memek basah perawan

anak

SMA/SMP

.

Source

CERITA SEKS:BUDAK SEKOLAH – Cerita Dewasa – Cerita Bokep – Cerita Sex

CERITA SEKS:BUDAK SEKOLAH

Posted at 08:04h

in

Cerita Sex by thesnakeadmin

total views

Budak sekolah yang aku nak ceritakan ni, dah Tingkatan 5. Namanya, well, katakan lah, Tina. Cantik dan baik budinya… yelah, ada parents yang baik dan bertanggungjawab membelanya. rata2 semua di taman perumahan tu dan ahli keluarganya kata dia ni baik… pandai pelajaran di sekolah, bertanggungjawab, lemah lembut, baik pekerti, macam2 lah… tapi yang orang tak tahu dia ni nafsu tinggi, tak dapat nak kawal nafsu….

Ini aku tahu sebab aku ni jiran dia… dan aku pulak yang dah salah, menggodanya melalui chat di facebook. Ye lah, aku tahu dia ada account facebook… aku terjumpa, tak search pun. Yang aku jumpa bukan account dia pun, account org lain yg ada photo dia, cuma ada dua photo yang ada gambar dia… dia tengah posing maut dengan dua tiga kawan2 nya yg lain tu… aku tak pernah nampak dia tak pakai tudung dan berpakaian terdedah mcm dalam photo tu.

Memang sah dia, si Tina, umur 17 tahun, anak pegawai polis jiran aku tu. Aku ni duda. baru berpisah dengan isteri kerana mentua! (itu cerita lain lah). Aku pun dah ada gf, tapi timbul pulak tingkah laku nakal aku disebabkan si Tina ni…. Tapi pada aku, dia pandai memperdayakan ramai org sekelilingnya.

Budak comel baru nak kenal hidup dan berpeleseran di kelab malam? Pakai mini skirt dengan baby T di satu party? Bergambar dgn kawan2 sexynya yg lain, posing maut, menggoda, menjelir lidah… Hmmm…. aku tengok dia ni sexy habis… boobs dia pun boleh tahan besarnya… peha putih melepak… memang horny aku dibuatnya… lagi pun, ada gambar2 sexy kawan2 nya yang lain tu. Ada satu photo tu bersama dua org gadis yg lain… hmmm… sama je sexy nya dengan si Tina ni. Kalau aku dapat memang aku fuck sampai aku surrender…

Baca Juga: Mamaku Calon Istriku

Setelah seminggu aku menjadi kawannya dlm fb, aku berjaya mengoda Tina… Gambar dalam profilenya, nampak baik dan bersopan, bertudung lagi… aku send private messages yg berbau lucah… mulanya tak ada respond, setelah beberapa pm aku send, dia mula memberi respond yg baik. “I tahu lah, you ni mesti pernah lakukan sex kan?” “pernah pakai g-string? Kalau tak ada, I boleh belikan, mesti sexy kalau u pakai…” “Pernah tak tonton porno? Mesti Wet pussy you masa tonton tu…” macam macam mesej yg aku send… aku rasa dia horny dan wet masa dia baca …. dan dia mula menjawab….

Bersemangat Tina menjawab setiap mesej aku, kemudian kami beralih ke chat pula. aku nak ajak dia chat dgn webcam, tapi dia tak ada webcam pulak…. so kami pun menjadi kawan…. kawan sex chat! aku pun berjaya buat dia main dan gentel pantatnya semasa chat online ! Dia pulak klimaks on line….setiap kali chat dengan aku, dia menjadi horny… aku tanya ttg foto2nya di fb kawannya tu. Tina menjawab yang itu di suatu party di sebuah kelab kepunyaan ayah kawannya. aku buai dia dengan ayat2 power lah… sexy dan cantik…

Aku tanya dah pernah kena jilat ke pussy nya tu… dia kata dah. Memang aku dah agak dah… dia ada bf. aku tengok kat foto2 tu, ada balak india! entah2 dia kena dgn budak india tu, tapi aku kata dalam hati, kalau bagi kat budak india tu, habis lah , rugi lah pantat melayu ni… baik kasi kat aku!

Tina banyak bercerita, walaupun masih bersekolah, baru umur 17 tahun tapi dia bukan anak dara mentah dalam alam sex ni. aku terperanjat bila dia memberitahu yg dia pernah kena jilat dan yang mula menjilat pussynya adalah kawan2 sama sekolah dengannya… Mula2 dgn girls semasa Form 3… Dah dijilat oleh rakan kelas pompuan, kemudian lepas setahun dua, masa form 5 ni, ada balak yang dah merasa pussynya….

dua tiga hari selepas berkenalan tu kami beralih pula ke hp. Tapi aku je pulak yg call… dia tak ada duit utk kredit katanya… phone sex dgn Tina lagi best… dia klimaks dalam phone dengan aku…. tapi aku tak lah terpancut… aku ni old school, nak yang real je baru boleh terpancut!

Tina kata dia horny membaca mesej aku… “I horny lah baca mesej u…” balik je dari sekolah, dia akan terus ke laptop dan check mesej dari aku… aku bertambah terujalah, sebab ada respond baik… umpan aku dah nak mengena ni… “I selalu wet bila baca mesej you ….” , “selalu I main kan pussy I masa baca…”, “malam ni buat lah I wet lagi ok? I nak lagiii!”

Masa di pejabat, kalau free, aku akan check dan send mesej utk Tina. Masa send pun aku rasa horny juga… dan masa aku balik dari office, aku akan check pula mesej dari Tina… dia selalu nya akan menjawab mesej dan berterusan sehingga awal pagi… macam2 maklumat yang aku dapat dari Tina. Memang dia pandai berpura2… buat baik di depan orang lain, yang tahu dia berkelakuan tak senonoh cuma kawan2 rapatnya saja… mereka selalu juga berjumpa dan menjilat pantat masing2… kami akan terasa sangat horny semasa chatting… Lama kelamaan aku ajak dia berjumpa. aku kata datang lah ke rumah.

“Kat mana rumah abang?” tanya Tina.

Aku bagi alamat. Sebaik saja dia tahu yang alamat dan nombor rumah tu adalah rumah aku di sebelah, dia terdiam sekejap. “Errr… ini uncle eh?” tanya Tina.

“Hehehehe….. ye …” aku jawab. “Kenapa? Tina malu eh? Uncle tau rahsia Tina?” aku tanya lagi.

“Ha ah. Malu lah dengan uncle, tapi Tina nak jumpa jugak…. uncle buat Tina rasa semacam lah.. sekarang ni pun, bila dengar suara uncle, Tina dah berbogel dah ni… dah main mainkan pussy Tina ni. ” katanya positif.

Aku bertambah suka…. aku kata, “Keluar lah kejap, now…” aku lihat jam, dah pukul 1.30 pagi. Memang kami berbual sampai jauh malam, awal pagi… sex chat masa ni memang hebat… dengan budak sekolah la dikatakan….

“Uncle tunggu kat gate belakang….” aku beri dia jalan. “masuk pintu dapur….” aku kata. Tapi aku tak dengar apa apa jawapan pulak.

Selepas dua tiga minit menunggu, ada ketukan di pintu dapur. “Uncle?” kedengaran suara Tina.

Aku buka dan di depan aku, Tina, anak jiran aku, budak sekolah sexy yang ‘menyamar’ sebagai budak baik…. aku tarik tangannya dan kami berpelukan… aku peluk dan kiss Tina, Tina membalas, tangan aku meliar ke belakang – aku raba – hmmm… ada bra…. baju T dipakainya nipis… aku mengusapkan tangan aku ke punggungnya…. dia memakai track bottom…. licin saja, tapi ada panties… masa tu kami berpelukan di dapur. Aku kiss Tina sepuasnya. Tina menghulurkan lidahnya dan bila aku sedut, berdengus Tina.

“Ohhhhh uncle… you make me wet lah uncle…” kata Tina dan dia senyum. Tangannya bergerak ke batang aku yang dah mengeras… mana tak keras… Aku memang dah lama nak buat begini dengan Tina. Aku nak kiss dan peluk, aku nak bogelkan dan jilat pantatnya, aku nak sedut kelentitnya dan semestinya aku nak fuck Tina secukup cukupnya….

“Ohhhh Tina baby (aku panggil dia ‘baby’ dalam sex chat) You lebih sexy dari dalam gambar2 you….” aku kata. dan aku tarik dia ke bilik tidur di atas.

Aku suruh dia berdiri di tepi katil… “Stand here Tina, I nak you strip perlahan lahan… macam yang kita sex chat malam dulu tu…” aku kata.

Tina memberi senyuman sundalnya, aku tahu dia teruja dan horny macam aku juga. Tapi aku nak mengawal keadaan, tak mahu gelojoh… nak buat perlahan lahan… lauk dah ada depan kucing… lauk ni pulak tak akan lari…

Dia menarik track bottomnya ke bawah perlahan-lahan. “Uncle suka Tina macam ni?” Tina berdiri dengan hanya panties nipis warna merah.

“Yes baby, I like it….. ” aku pun senyum…. aku keluarkan handfon aku dan aku ambil foto… tak tahu lah clear ke tak gambar2 aku tu… Tina tak kisah aku amik gambar….

“Hmmm….. macam ni ke uncle ?” kata Tina meramas boobsnya…. dia tahu yang aku nak lihat dia meramas boobsnya dan main kelentitnya sebelum sex. Ini kami dah cerita semasa sex chat sebelum ni dan ia membuat Tina climax berkali kali. Tina meraba dan meramas buah dadanya dan aku tegang memerhati dengan sabar.

“Take it off, buka baju tu….” aku kata.

“Come here lah uncle, you buka kan lah…” sundal betul Tina ni. Dia berdiri melenggok-lenggokkan bodynya… tangan nya dari boobs ke pussy, dan beralih ke rambut panjangnya… Pada aku, sexy sungguh aksinya dan ini Tina lakukan semuanya untuk aku… untuk batang yang dia nak.

Tina dah kata dia memang nak batang aku… nak dihisapnya…. dan dia nak rasa batang aku di dalam pantatnya…. Aku pun bangun dari katil, aku tanggalkan seluar pendek aku… aku hanya bertshirt dan seluar dalam sahaja.

Aku kucup bibir merah Tina…. dia berdengus kena kucup. tangan aku perlahan lahan menarik baju T nya ke atas… melepasi leher dan kepalanya… T shirt keciknya aku lemparkan ke tepi. “Hmmm…. do you like what you are seeing uncle? Hihihi!” sundal Tina ni… memang kalau dia bersuara manja begini, imam surau taman kami tu pun boleh horny!

Kemudian aku duduk semula di birai katil. Tina memberi senyuman dan hanya berdiri dengan bra dan panties… sexynya si Tina budak sekolah ni!

“nak buka semua ke uncle? Uncle nak tengok body Tina naked kan?” Tina senyum mencari kancing branya di belakang. aku menanti dengan batang keras aku….

“Hmmm….. besar boobs Tina kan? Tina rasa macam besar sangat lah uncle….” katanya dan dia melangkah padaku.

“Tina ramas selalu agaknya… org lain ramas lagi… memang lah makin membesar… macam orang dah kawen… ” aku jawab dan menarik Tina ke katil. kami berpelukan. Tina aku baringkan dan buah dadanya tetap tegang… tak lembik jatuh ke tepi body… putingnya pun besar tegang… tak seperti budak sekolah biasa… yang tak biasa kena hisap dan gentel, puting mereka mesti pink kemerahan dan kecik… tapi Tina punya tegang, warna coklat sikit… selalu sangat dihisap dan digentellah ni… aku kata dalam hati.

Aku baringkan dan aku raba dan ramas buah dada Tina…. kali ni tanpa bra. “Ohhhh!!! Uncle… sedapnya macam tu uncle…Ohhh!!” pejam mata Tina menikmati ramasan tanganku di boobsnya. aku hisap satu persatu nipplesnya… perlahan-lahan aku buat.. aku nak buat dia stim lagi.

Aku rasa kepala aku ditekup tangan Tina. Dia menarik aku ke dadanya, dan aku terus menghisap dan menjilat… sesekali aku sedut boobs Tina sepenuh mulut aku… Tina mengerang sedap. “Ohhhh unclee…..” bila aku ramas dan sedut putingnya dan aku gigit gigit kecil, Tina pun mengalami klimaksnya yang pertama malam itu bersama aku.

“Arghhhhhh!!! Sedapnya uncleeeee!!!!” aku menghisap putingnya dan meramas buah dadanya…. batang aku yang keras, menjadi lebih keras…. tak pernah aku dapat hisap puting budak sekolah….

Tina menggeliat dan mengerang, aku pasti pantatnya mengemut… air pussynya melimpah keluar… berkilat peha dan pantatnya. Aku pun teruskan meramas dan menjilat… tanganku sebelah terus meraba cipapnya. aku cekup masa dia klimaks tu.. menggigil lagi Tina dan tiba tiba dia mengerang kuat.

“Ohhhhhhh!!!!!!! Uncleeeee!!!! Fuckkk meee!!! Tina dah tak tahan!!!” Aku tahu dia nak kan batang aku dalam pantatnya masa tu.

Aku biarkan Tina klimaks dahulu… jari jari aku dah mula menggesek liang pantatnya yang dah gatal basah tu. Tak sangka aku dapat berada dalam situasi ini bersama Tina yang cukup sopan santun pada semua orang di taman ini.

Aku seluk tangan aku ke dalam dan aku cekup pantat Tina. Memang aku dah agak, bulunya nipis… pasti di trimnya selalu… untuk senang dijilat oleh kawan2nya.

aku menggentil kelentitnya…. Tina mengerang sedap. “Fuckkk me lahhh uncle…” katanya…. matanya pejam

Aku melorotkan pantiesnya ke bawah. “Hmmm… gebu putih melepak….” kataku dalam hati… akan aku gigit2 kejap lagi ni… aku makin bernafsu dan geram dengan body Tina…. Panties nya aku lorotkan perlahan lahan melalui peha gebunya… Terserlah pada aku, kali pertama ketembaman pantat Tina… aku tak tutup lampu masa tu, memang kami nak main dalam keadaan lampu terang benderang….. ini aku dah katankan padanya dahulu masa kami sex chat. aku mengusap tundunnya, “Hmmm….” resah Tina.

“Tina nak fuck siapa…?” aku saje menguji Tina

“Tina nak uncle fuck Tina…. pleaseeee….” Tina dan mula bersuara manja… memang dia dah hilang kawalan…. “Tina nak rasa batang uncle yang besar ni… masukkan dalam Tina lahhh…” katanya dengan suara dalam.

“Masukkan dalam mana Tina… ” aku terasa tangannya di batang aku…. tangan dan jari2ku di tundunnya yang berbulu nipis tu…dia nampak horny sangat dah…. mudah sangat hornynya budak sekolah…. kiss sikit atau raba sikit dah basah!

“Dalam pussy Tina, dalam lubang faraj Tina….. Pleasee uncle… nanti Tina bagi uncle puasss… please fuckkk meee!!” katanya manja. Matanya kuyu memandangku… nak sangat Tina kena batang aku ni…

Aku bangun dan lucutkan seluar dalam aku…. batang aku tercegat keras macam batang kelapa…. “Ohhh uncle… besarnya… Muat ke dalam pussy Tina?”

“Hmmm…. muat lah, tak kan tak muat… pantat Tina tu…” aku kata.

“ohhh besarnya uncle… Tina takut… hmmphhh!! besar sangat tuu!!” katanya perlahan. Tadi nak sangat, now dah nampak saiz batang orang dewasa dan tak nak ke? Aku genggam batang aku ni dan aku geselkan kat bibir pantatnya yang dah lama basah tu…. Tina mengeluh… pasti nikmat bila kepala takuk aku ni menggesel kelentitnya tu… “Ohhh uncleeee… !! Masukkan lahhh ! Cepat lahhh!!” Tina dah tak tentu arah… kejap nak, kejap tak nak, kejap takut…

“Uncle masukkan ni… Tina nak?” aku saja mempermain mainkan perasaannya. Tangan aku sebelah lagi menolak sedikit pehanya…. dia menaikkan kepalanya untuk melihat batang aku itu masuk ke dalam pantat ketatnya . Entah dia nampak ke tidak aku tak pasti… lagi dinaikkan kepalanya.. “Hah… masukkan lah cepat uncle…. Tina dah tak tahannn niii!” keluh budak Form 5 sexy tu…

Aku pun menolak perlahan lahan…. bibir pantat Tina mengembang menguak memberi ruang batang aku masuk… Tina mengeluh, aku juga melepaskan nafasku sebaik saja kepala takuk aku tu melepasni bibir pussynya… “Ohhhh uncleeee…. ahhhhh!!!”

“Hmmm… dah masuk sikit ni Tina… so? how?” aku tanya dia lagi… aku sengaja melambat lambatkan sedikit batang aku masuk.

“Ohhhh masuk lahhh lagiiii uncle… Masukkan dalam lagi… Ohhh!!!” keluh Tina. Matanya dan mulutnya terbuka memandang tepat pada ku. aku tahu dia horny sangat dah masa tu…

Aku pun tak menunggu dan terus menolak semua batang aku yang budak sekolah ni idami dari mula kami sex chat dahulu…. Tina mengerang, memejam mata dan aku terasa dia mengemut. Ketat pantatnya mengemut…

“Relax baby… relax lah sikit… ” aku pun menolak dan menolak sampai habis batang aku terbenam. Tina mengeluh panjang sehingga 6 inci setengah zakar aku terbenam dalam faraj Tina…

“Ohhhh!!! sedapppnyerrr uncleee…” keluh Tina sebaik saja zakarku habis terbenam…. bulu batang aku dah menggesel kelentitnya…. aku mula mendayung perlahan, dan Tina mula mendengus… bulu-bulu aku tu menggesel lagi kelentitnya setiap kali aku menghunus zakarku ke dalam farajnya… Tina mengerang dan menggeliat… tangan nya meramas teteknya… aku pasti tak lama lagi dia akan klimaks….

Aku tarik dan perlahan lahan tolak masuk. Setiap pergerakkan aku diiringi suara Tina mengerang sedap… pehanya terbuka luas… aku masih mendayung perlahan-lahan… Tina dah mula melepaskan kepalanya ke belakang… buah dadanya bergegar setiap kali aku menolak masuk… dia mengerang… Tina masih meramas boobsnya…

Lepas lebih kurang beberapa kali lagi aku mendayung secara slow and steady, aku tukar rentak dan aku mula menujah laju… kali ni Tina mengerang kuat… matanya terbeliak semasa aku menghentak zakarku dalam dalam, seakan akan dia terasa yang aku dah nak menebuk pantatnya.

“Ohhh! Ohhh! Ohhh!” itu saja yang terkeluar dari mulut Tina. Aku menujah laju, Tina menarik lututnya… Tangannya merapatkan lututnya ke dadanya. Aku turut menujah kuat dan laju menghampiri dada nya… aku rasa batang aku dikemut kemas ketat… yang best sekali masa aku menarik keluar, masa tu lah Tina mengemut kuat… seakan akan tak nak batang aku keluar dari pantatnya…

“Ohhh ketatnya pantat kau Tina… macam yang aku bayangkan…” aku kata padanya…

“Ohhh uncle… kalau ketat best?” aku menujah lagi. “Aww!! Uncleee!! rasa dalam sangat tau!” aku tujah dan benam sekuat hatiku, biar dia rasa batang aku ni boleh masuk menjunam jauh ke dalam lubuk pantatnya… tempat yang aku pasti belum ada batang lain yang dah menyentuh masuk!

Aku mengerjakan laju dan setelah beberapa minit, Tina mengerang kuat… suaranya, macam kambing kena sembelih…. Tina klimaks. Kemutannya kuat. lebih kuat dan ketat dari sebelumnya… ini menandakan yang dia dah betul2 klimaks… cadar tilam digenggamnya dan mencakar cakar… Tina melepaskan satu erangan panjang… aku terasa panas suam batang aku disirami air pantat Tina.

Selepas Tina klimaks kali pertama tu, aku tonggengkan dia, kini aku nak masuk dari belakang… bukan aku nak liwat – saja nak fuck doggie style pulak. “Dari belakang ke uncle… jangan masuk kat lubang dubur…” kata Tina menonggeng dan membetulkan posisinya. Tina mengangkat punggungnya tinggi sikit dari badannya… bulat bersih punggung budak belasan tahun ni…

“Nak fuck doggie ok Tina?” aku mengacukan kepala takuk aku di bibir belahan pantatnya yang meleleh basah tu… licin dan kali ni lebih mudah masuk.

“Best doggie ni uncle… Tina tahu… mesti best… ahhh!!!” Tina mengeluh masa aku masuk. aku masukkan dan terus benam ke ruang yang paling dalam sekali… Tina merebahkan kepala ke atas bantal dan mengerang.

Mula lah aku tujah laju dan tarik dengan pantas. Sorong lagi dan tujah kuat, mengerang Tina… aku bongkok dan capai buah dadanya, aku ramas dan paut. masa tu aku tujah laju dan dalam… “Ohhh uncleee!! Sedapnya!!” kuat Tina mengerang…

Aku teruskan memantat anak jiran aku yang sundal tu dari belakang, buah dadanya aku ramas sepuas hati. Tina mengerang kuat.. nasib baik bilik tidur aku berlangsir dan tutup kemas…. suara erangan dan keluhannya aku harap tak lah kedengaran dari luar.

Masa kami fuck doggie style tu Tina klimaks lagi, dan aku teruskan memantat…. basah berlendir licin lubang pantat Tina, batang aku meluncur mudah saja… sesekali dia mengemut… aku fuck lagi laju… dalam sepuluh minit kemudian aku hampir klimaks.

“Ohhhh TInaa…. I’m cumminggg!!!” aku cepat2 menarik batang aku keluar dan Tina rebah ke tilam… dia memusing kan badannya… “Ohhh uncle… hahhh!!! ” Tina menanti pancutan air mani aku…

“Ohhhh nahhhhh Tinaa!!!” dan aku lepaskan, aku genggam batang aku dan aku pancut… jauh pancutan mani aku, satu das terkena di leher Tina, dan beberapa lagi di dada dan selebihnya kau sapukan di liang pantatnya… banyak dan pekat juga air mani aku… dah lama sangat aku simpan.

“Ohhhh!!! Uncle… banyaknya…” Tina tersenyum puas. dicoleknya yang terkena di dadanya dan dimasukkan ke dalam mulutnya… aku melutut di atas katil memerhatikannya…. “Hmmm…. besttt lah uncle…” dia menjilat jilat jarinya… ‘lemak rasa air mani uncle… lain sikit rasanya…” kata Tina tersenyum, mengetap bibirnya…

aku sapu batang dan kepala takuk aku tu di tundun dan di bibir pantat Tina…. meleleh lagi sedikit… aku tekan tekan kepala takuk aku tu di tundunnya…. dan sapu sapukan … puas aku…. nafas aku yang kencang mula reda…

“Ohhh Tinaaa… best lah…” dan aku tersenyum dan rebah di sebelahnya… Tina naik ke atas badan aku dan menggeselkan pantatnya kepada batang aku, ngilu sikit rasanya, kepala takuk aku tu masih sensitif… digerak gerakkan punggungnya dan pantatnya bergeseran dengan batang aku… sedappp sungguh masa tu aku rasa… celaka betul budak sekolah ni…. pandai dia buat aku nak lagi…

Tina senyum, “best lah uncle… Tina rasa best sangat!” Dia membongkok memberi aku kucupan di bibir… kami berkucupan. Lidahnya menjalar masuk ke dalam rongga mulutku dan kami berkucupan lama, tanda kami sama sama puas… aku dipeluknya kemas, dan aku meraba meramas punggung Tina… pejal… tundun pantatnya mengesel gesel batang aku.

“Hmmm…. thank you uncle… this is my best fuck lahh… Tak pernah Tina rasa sedap macam ni” katanya gembira… nampak kepuasan dalam air mukanya. Aku lagi lah, memang aku puas sangat… buat masa tu lah, aku memang nak fuck Tina lagi dan lagi, tapi aku perlu rehat sekejap… sapa takn ak fuck pussy budak sekolah belasan tahun ni lagi dan lagi….

Dari situlah mulanya episode aku dan Tina…. aku dapat pantat budak sekolah yang sundal dan nakal… jiran aku yang sangat pandai berpura-pura baik di depan orang lain… Tina balik mengikut pintu belakang rumah ku pada jam 4pagi. sebelum tu kami fuck lagi sekali dan kali tu aku pancut di mukanya. Sebelum dia balik ke rumahnya, Tina menghisap batang aku lama…. dia baring di atas aku, secara 69, dan aku di bawah, depan muka aku pantat Tina… Tina menghisap dan mengulum kepala takuk aku…. dijilat2nya batang aku dan aku rasa itu lah kali pertama batang aku mengeras dengan lama….

kami berjanji akan bertemu lagi tapi perlu dirahsiakan dari orang lain mengetahuinya…. Tina balik tanpa memakai panties… aku sedar masa aku mengemas katil pada esok paginya… panties kecik Tina… ketawa kecil aku teringatkan sesi fuck kami awal pagi tu… keras pulak batang aku teringat akan pantat muda dan ketat Tina… budak sekolah sundal, yang juga jiranku… rasanya dia akan gagal SPM nya, dan kalau gagal… jadi gundik aku je lah…. aku tersenyum dan bersiap untuk pergi kerja…

Source

Free 3gp mp4 video: Cewek Binal

dipopulerkan 679 hari 18 jam yang lalu | Oleh : athee …

sexy.infogue.com/cewek_binal_dengan…

kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas

13 Sep 2009… IMAN KARYA HABIB MUNZIR AL-MUSAWA (BAG I:

ISTIGHOTSAH) · Cewek Modal Display , Nggak Level! …

ita081325537150.wordpress.com/2009/…

kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita

13 Sep 2009… IMAN KARYA HABIB MUNZIR AL-MUSAWA (BAG

I: ISTIGHOTSAH) · Cewek Modal Display , Nggak Level! …

ita081325537150.wordpress.com/2009/…

Bugil Telanjang Pns nakal dan binal Cewek indonesia

19 Jan 2009 … foto porno pns bekasi jilbab binal jilbab ngeseks

NGINTIP nia rahmadai bugil NO … Pake Cewek Nakal …

cewekindone.blogspot.com/2009/01/pn…

Download Video ML Cewek Binal Di Mobil

17 Mei 2010 … Video bokep yang diambil di dalam mobil yang

sedang diparkir. Beginilah fantasi seks yang katanya …

videobokeps.com/fantasi-seks/video-…

Free Download Youtube Cewek Binal Mp3, Mp4 3gp Video,

Index Of Mp3 …

Free Download lagu Youtube Cewek Binal mp3 gratis di index-

of-mp3.com Free Download Youtube Cewek Binal mp3, …

www.index-of-mp3.com/get-download-y…

CEWEK BINAL | Facebook

Welcome to a Facebook Page about CEWEK BINAL. Join

Facebook to start connecting with CEWEK BINAL.

id-id.facebook.com/../114966051875285

Friendster – cewek binaL bandung

cewek binaL currently has 0 gifts in his Treasure Chest. Send a

gift to cewek binaLView All …

profiles.friendster.com/34351316

kumpulan cerita seks cewek binal indonesia free Mp3 Download

kumpulan cerita seks cewek binal indonesia free Mp3 Download

free Mp3 Download.

www.bomb-mp3.com/index.php

Beckham

26 Okt 2008 … Sejumlah cewek-cewek Italia yang terkenal

sensual, binal, dan beringas, juga antre menunggunya. …

modelayu.com/cewek-binal-italia-ant…

Source

Ibu Mumun ~ Cerita Seks

Ketika aku mulai menempati rumah yang baru kubeli, sejumlah warga mengingatkan bahwa Pak Rasjo tetangga terdekat rumahku berperilaku kasar. Pria yang berprofesi sebagai penarik becak itu, kata para tetangga, di samping suka berjudi dan mabuk-mabukan juga sering melakukan tindak kekerasan pada istri dan anaknya.

“Mendingan Mas Anto pura-pura tidak dengar deh kalau dia lagi bertengkar dengan istrinya,” kata Pak Samiun, yang menjabat selaku RT di lingkungan tempat tinggalku suatu hari ketika aku menyelenggarakan acara syukuran dan perkenalan dengan warga sekitar.

Sebab kalau urusan rumah tangganya dicampuri, kata Pak Samiun, Pak Rasjo yang mengaku pernah menjadi preman di Jakarta juga tak segan main kasar. Sedikit-sedikit ia membawa golok dan mengancam. Hingga warga sekitar malas berurusan dengan Pak Rasjo.”Sebenarnya kasihan sama Bu Mumun (istri Pak Rasjo). Ia orangnya baik tetapi sering menjadi korban kekasaran suaminya. Tetapi karena orang-orang sungkan berurusan dengan suaminya, maka warga tidak dapat berbuat banyak,” ujar Pak Samiun lagi.

Usia Pak Rasjo, sekitar 53 tahun sedangkan Bu Mumun mungkin sekitar 50 atau 51 tahun. Kehidupan keluarga dengan dua anak yang menginjak remaja itu, dengan hanya mengandalkan pendapatan Pak Rasjo dari menarik becak tentu saja hidup mereka pas-pasan. Apalagi dengan perilaku buruk Pak Rasjo yang gemar berjudi dan mabuk minum arak.Menurut para tetangga, sewaktu Bu Mumun masih melayani jasa pijat dari orang-orang yang membutuhkan pijatannya kehidupan ekonomi keluarga Pak Rasjo lumayan baik. Pijatan Bu Mumun dikenal enak hingga banyak pelanggannya bahkan sampai ke luar kampung. “Tetapi Pak Rasjo orangnya sangat cemburuan banget,” kata Bu Salamah, istri Pak Samiun.

Apalagi kalau tahu Bu Mumun baru memijat pasien laki-laki, perasaan cemburu Pak Rasjo meninggi. Ia mencari-cari alasan untuk bertengkar dengan sang istri yang berlanjut dengan berbagai tindak kekerasan. Bu Mumun sangat sering mendapat tempelengan, pukulan dan tendangan dari suaminya. Bahkan pernah ia disundut rokok hingga beberapa bagian tubuhnya melepuh.

“Bu Mumum bukan hanya kesulitan menghadapi masalah ekonomi keluarga tetapi ia tidak bisa melawan. Orang-orang juga takut menolong saat mereka lagi bertengkar karena kekasaran Pak Rasjo,” ujar Bu Salamah.Karena kekasaran suaminya itu Bu Mumun sudah setengah tahun lebih tidak memijat lagi. Ia lebih memilih berhadapan dengan masalah sulitnya ekonomi ketimbang harus menghadapi tindak kekerasan yang dilakukan sang suami.

Menurut versi Bu Salamah dan beberapa tetangga, sebelum menjadi istri Pak Rasjo, Bu Mumun bekerja sebagai pembantu di sebuah keluarga kaya di Jakarta. Pak Rasjo adalah tukang becak yang biasa mangkal di dekat rumah majikan Bu Mumun.Di masa muda, Bu Mumun terbilang cantik dengan tubuh montok dan berkulit bersih. Karenanya sang majikan tergiur dan terjadi skandal. Saat hamil, untuk menutupi aib, keluarga majikan tersebut mendekati Pak Rasjo. Tukang becak itu ditawari uang sangat besar untuk bisa beli rumah dan modal usaha asal mau mengawini Bu Mumun. Maka jadilan ia menjadi istri Pak Rasjo sampai sekarang.

“Dewi anak Bu Mumun dengan majikannya kini sudah berkeluarga dan tinggal di Surabaya. Ia jarang pulang karena perlakuan Pak Rasjo yang kasar,” ungkap Bu Salamah menambahkan.Mungkin karena persoalan masa lalu itulah kecemburuan Pak Rasjo sangat berlebihan. Apalagi katanya Pak Rasjo memang sangat mencintai Bu Mumun sebelum wanita itu dihamili oleh majikannya. Bawaannya menjadi selalu curiga setiap istrinya berdekatan dengan laki-laki lain.

Aku mempercayai cerita versi warga sekitar terkait masalah keluarga Pak Rasjo di masa lalu. Di masa lalu, Bu Mumun pasti tergolong wanita menarik. Sebab di usianya sekarang ini, wanita yang selalu berpakaian sederhana itu masih memancarkan sisa-sisa kecantikannya. Kalau ekonominya cukup dan mau berdandan, aku kira ia cukup pantas menjadi istri pejabat.

Di banding rumah-rumah warga lainnya, rumahku bisa dibilang terpisah. Rumahku dan rumah Pak Rasjo terpisah oleh kebun singkong lumayan luas dengan rumah-rumah warga lainnya. Praktis aku menjadi tetangga paling dekat keluarga Pak Rasjo dan selalu mendengar setiap pertengakaran di rumah keluarga itu yang memang sering terjadi.

Kalau sedang bertengkar, suaranya sangat ribut. Sepertinya semua benda yang ada menjadi sasaran kemarahan Pak Rasjo. Kerap dibarengi suara tangis Lasmi dan Rio, dua anak mereka yang masih berusia belasan tahun. Bahkan terkadang Bu Mumun terdengar menangis dan seperti meminta belas kasihan suaminya.

Awalnya, seperti yang disarankan para tetangga, aku tak terlalu peduli. Tetapi lama kelamaan aku tak bisa tinggal diam. Apalagi istriku selalu mendorong agar aku bertindak karena merasa tidak tega mendengar Bu Mumun dan dua anaknya dikasari oleh Pak Rasjo. “Kekerasan dalam rumah tangga juga merupakan tindak pidana mas. Kita tidak salah kalau ikut menegur Pak Rasjo karena demi keselamatan Bu Mumun dan ana-anaknya,”kata Nuning, istriku suatu malam saat mendengar keributan dan tangis Bu Mumun.

Nuning memang sering menyempatkan ngobrol dengan wanita itu. Bahkan ia sering sengaja masak banyak agar bisa berbagai dengan keluarga itu. Aku pun demikian. Saat mereka kesulitan membayar biaya sekolah anak-anaknya atau aliran listriknya terancam dicabut akibat menunggak beberapa bulan, kuulurkan sejumlah uang untuk membantunya.Pak Rasjo sendiri sebenarnya baik saat tidak mabuk meski memang agak kasar. Tetapi saat dipengaruhi alkohol, ia benar-benar di luar kontrol. Sangat congkak dan menyebalkan. Mungkin karena itulah para tetangga menjadi menjauh. Aku menjadi nekad bertindak untuk melawan kekasaran Pak Rasjo ketika kekerasannya kepada keluarganya dirasa tak dapat ditolerir.

Pagi itu setelah mengantar istri ke kantornya di sebuah perusahaan swasta, aku kembali ke rumah karena ada beberapa berkas penting yang tertinggal. Setelah sampai di depan rumah dan tengah mematikan mesin motor, kudengar suara Pak Rasjo marah-marah. Juga suara Bu Mumun terdengar terisak. Dua anaknya mungkin sudah berangkat ke sekolah hingga tidak terdengar tangisannya.Karena sudah sering terjadi, aku tidak terlalu peduli. Namun lama-kelamaan, saat aku tengah mencari-cari berkas yang hendak kuambil, bukan hanya barang pecah belah yang terdengar dibanting dari arah rumah Pak Rasjo. Tetapi suara tangis Bu Mumun terdengar kian keras dan memelas.

Aku merasa terpanggil untuk segera mengambil tindakan ketika kudengar tangis Bu Mumum berubah menjadi jerit kesakitan dan berteriak meminta tolong. Aku langsung keluar dan mengetuk pintu rumah Pak Rasjo yang terkunci dari dalam sambil meminta agar dia berhenti menganiaya istrinya.Namun dalam nada tinggi ia memintaku untuk tidak turut campur dalam persoalan keluarganya. Bahkan ketika aku kembali mengetuk pintu dan memintanya untuk berhenti dari tindakan kasarnya, Pak Rasjo mulai mengeluarkan ancaman. “Kalau mau berurusan dengan Rasjo jangan sendirian. Panggil seluruh warga kampung sekalian,” ujar pria itu dengan congkak.

Mendengar jawabannya yang bikin merah telinga, aku yang pernah ikut olahraga karate dengan sabuk hitam menjadi tertantang. Pintu rumah Pak Rasjo yang memang sudah reot, tanpa banyak kesulitan dengan dua kali tendangan berhasil kujebol.Di dalam rumah, kulihat Bu Mumun yang berpakaian setengah bugil terikat di tiang ranjang tempat tidur yang terbuat dari besi. Rupanya ia menjerit meminta tolong akibat tak tahan disiksa suaminya. Pak Rasjo ternyata menyiksa istrinya dengan cara menyundutkan bara pada rokok yang dipegangnya ke tubuh Bu Mumun.

Melihat kenekadanku menjebol pintu dan masuk ke dalam rumah, Pak Rasjo naik pitam. Ia meloncat dan meraih sebuah golok yang terselip di dinding bambu rumahnya. Bilah golok yang telah terhunus itu berkali-kali ditebaskannya ke arahku hingga membuat Bu Mumun panik dan meminta suaminya meminta menghentikan tindakan brutalnya itu.Untung olahraga bela diri yang pernah kuikuti menjadikanku mampu bersikap sigap untuk menghindakan diri dari serangan mendadak yang kuhadapi. Bahkan di satu kesempatan, aku berhasil menyarangkan tendangan telak ke tubuh Pak Rasjo. Ia terhuyung dan kesempatan tersebut kumanfaatkan melakukan beberapa serangan berikutnya hingga akhirnya menjadi tak berdaya setelah aku berhasil mengambil alih senjatanya.

Kepada Pak Rasjo kuperingatkan, meskipun Bu Mumun istrinya ia tidak bisa berbuat seenaknya. Kalau dilaporkan ia bisa berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang juga merupakan tindak pidana dengan ancaman hukuman cukup berat.Mungkin karena malu, tanpa banyak cakap Pak Rasjo akhirnya pergi meninggalkan rumah. Saat itu baru kusadari bahwa Bu Mumun juga memerlukan pertolongan. Wanita yang busananya nyaris telanjang karena hanya melilit tubuh dengan kain panjang yang telah acak-acakan, terlihat tidak beradaya. Ia telentang di bibir ranjang dengan dua tangannya terikat tali rafia pada tiang ranjang.

Dari kainnya yang tersingkap, pada paha wanita itu terlihat dua luka bakar bekas sundutan api rokok. Warnanya merah kehitaman dan tampak melepuh. Aku ingat semasa kecil kalau mengalami luka bakar oleh ibu disiram atau dibalur dengan kecap sebagai upaya pertolongan pertama. Katanya agar tidak menjadi koreng dan tidak membekas kalau sudah sembuh.

“Bu Mumun punya kecap?” ujarku pada Bu Mumun.

“A.. aa.. ada di dapur,” Bu Mumun tergagap.

Kuambil botol kecap yang isinya sudah hampir habis dari dapur dan kembali ke tempat Bu Mumun. Sedikit kecap kutumpahkan dari botol dan kubalurkan ke paha wanita itu terutama pada kedua luka bakar sundutan rokok yang nampak mulai bengkak memerah.Mungkin karena perih akibat lukanya dilumuri kecap, kedua kaki Bu Mumun beringsut. Akibatnya, kain panjang yang melilit tubuhnya dan ikatannya kendur itu makin terbuka. Bukan hanya pahanya yang menyembul tetapi memek wanita itu juga terlihat karena Bu Mumun ternyata tidak memakai celana dalam.

Saat itu baru kusadari bahwa Bu Mumun adalah bukan istri atau saudaraku dan tidak sepantasnya aku sampai melihat kemaluannya. Kesadaran lain yang juga timbul saat itu, ternyata wanita yang usianya sudah setengah abad itu benar-benar masih menawan. Sepasang pahanya yang membulat terlihat masih cukup mulus hanya ada beberapa belang yang nampaknya bekas sundutan api rokok yang sudah sembuh.Namun yang membuat mataku tambah melotot dan enggan mengalihkan pandangan adalah bagian memeknya. Memek Bu Mumun yang dihiasi bulu-bulu jembut tipis terlihat besar ukurannya. Tebal,gembung dan membusung. Berbeda dengan bentuk memek istriku yang tipis dengan jembut lebat dan kasar yang terkesan kurang menarik.

Entah sudah berapa lama tatapanku terpaku pada memek wanita itu. Aku menjadi jengah dan merasa tidak enak ketika kulihat wajah Bu Mumun menjadi risih karena aku telah menatapi tubuh telanjangnya. Ia tidak berdaya dan tidak segera menutupi tubuh bagian bawahnya yang terbuka karena tangannya terikat tali rafia yang dilakukan Pak Rasjo sebelum menyiksanya.

“Ee.. ee.. maaf Bu, saya tidak tahu tangan ibu masih terikat,” ujarku tergagap dan segera berusaha melepaskan ikatan tangan wanita itu.

Pak Rasjo benar-benar keterlaluan. Ikatan tali rafia yang dilakukan pada kedua tangan istrinya benar-benar sangat kuat. Cukup repot juga untuk membukanya. Sambil terus berusaha membuka ikatan tali rafia di tangan Bu Mumun, sesekali kesempatan itu kugunakan untuk menatapi tubuh wanita yang menurutku masih cukup merangsang itu.Tetek Bu Mumun juga terlihat masih montok dan besar. Buah dadanya yang hanya tertutup oleh kutang hitamnya yang kekecilan tampak membusung. Berbeda dengan tetek istriku yang tipis dan terkesan peot. Tanpa kusadari kontolku jadi mengeras dibalik celana yang kupakai.

Meski tidak bisa menutupi perasaan malunya karena telah bertelanjang di hadapanku, Bu Mumun segera merapikan kain panjang yang dipakainya setelah aku berhasil melepaskan ikatan pada kedua tangannya. “Terima kasih Pak Anto. Entah bagaimana jadinya tadi kalau tidak ada Pak Anto,” ujarnya.Dari cerita wanita itu, Pak Rasjo suaminya marah-marah dan menyiksanya karena ia meminta ijin agar diperbolehkan kembali memijat. Ia nekad menyampaikan itu karena sudah beberapa hari suaminya tidak pernah pulang membawa uang hingga untuk makan terpaksa berhutang ke sana kemari termasuk pada istriku. Menurut Bu Mumun, suaminya makin keranjingan judi dan mabuk-mabukan.

“Suami saya sangat cemburuan Pak Anto. Apalagi kalau yang dipijatnya laki-laki meskipun sudah saya katakan kalau saya hanya memijat dan tidak melakukan apa-apa. Lagian apa yang harus dicemburukan pada orang yang sudah setua saya ya Pak Anto?”

“Pak Rasjo tidak salah Bu. Soalnya tubuh Bu Mumun memang mas..,” aku menghentikan ucapanku karena merasa apa yang ingin kusampaikan tidak pantas diucapkan.

Tetapi Bu Mumun mengejar. “Soalnya apa Pak Anto? Kok tidak diteruskan,” ujarnya.

“Soalnya Bu Mumun masih cantik dan terus terang tubuh ibu masih sangat menggoda. Saya saja tadi sangat terangsang kok melihatnya,” kataku akhirnya jujur.

“Ah sudah tuwek begini kok dibilang merangsang. Ibu jadi malu lho sama Pak Anto,”

“Kok malu Bu?”

“Iya soalnya punya ibu sudah dilihat sama Pak Anto,” ujarnya.

“Kalau saya sih sangat seneng. Seperti dapat rejeki nomplok. Soalnya bisa melihat bagian yang paling indah punya ibu. Sungguh… me. eh punya ibu merangsang banget,” kataku. Tadinya aku mau bilang memek tapi aku segera meralatnya karena merasa tidak etis.Sebelum meninggalkan rumah Bu Mumun aku sempat berpesan agar tidak sungkan-sungkan menyampaikan kesulitan yang dihadapinya terutama masalah keuangan dan berjanji akan membantunya semampu yang saya bisa bantu. Sebab aku takut gara-gara ulahku Pak Rasjo makin nekad dan tidak memberikan uang belanja. Bahkan saat itu aku sempat mengulurkan sejumlah uang

Dugaanku ternyata tidak meleset. Dua minggu setelah kejadian itu, Bu Mumun bercerita bahwa Pak Rasjo tidak pernah kembali. Menurutnya, pada malam hari setelah kejadian memang sempat pulang tetapi hanya mengemasi baju-bajunya dan langsung pergi lagi. Dicari ke tempat biasa mangkal dengan becaknya, teman-temannya sesama tukang becak memberi informasi bahwa Pak Rasjo merantau ke Sumatera karena ada yang mengajak bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit.

Aku jadi merasa bersalah pada wanita itu. “Maafkan saya Bu. Saya tidak mengira kalau gara-gara ulah saya Pak Rasjo jadi pergi ke Sumatera,” ujarku kepada Bu Mumun yang sepertinya sengaja mencegatku saat aku hendak berangkat ke kantor setelah mengantar putriku ke sekolah.”Oh bukan.. bukan maksud saya hendak menyalahkan Pak Anto. Dengan perginya Kang Rasjo malah membuat hidup saya dan anak-anak merasa lebih tenang karena selama ini kami selalu ketakutan dengan tindakan-tindakan kasarnya,”

Hanya, kata Bu Mumun, dengan perginya Pak Rasjo berarti kini ia harus menghidupi sendiri kedua anaknya. Untuk itu ia berniat kembali memijat dan membuka warung kecil-kecilan kalau sudah memiliki modal. Ia meminta, bila di kantorku ada yang pengin dipijat aku diminta untuk mengajukan dirinya.”Oh kalau soal itu, beres deh Bu. Pasti akan saya promosikan. Soalnya banyak temen-temen di kantor yang suka dipijat. Saya juga mau jadi pasien pertamanya,” kataku bergurau.

Selorohku ternyata ditanggapi serius oleh Bu Mumun. “Pak Anto pengin saya pijat? Kapan? Kalau di kantor lagi tidak banyak kerjaan sekarang juga boleh. Biar nanti kalau ke kantor udah seger,”Sebenarnya aku tidak begitu suka dipijat. Tetapi pagi itu, penampilan Bu Mumun tampak menggoda. Daster tipis bermotif bunga-bunga yang dipakainya, tampak kekecilan. Kedua pahanya yang membulat mulus tampak menyembul karena dasternya terlalu pendek tak mampu menutupinya.

Bahkan karena kelewat tipisnya daster yang dipakai, CD warna hitam yang dikenakan wanita itu tampak menerawang. Aku jadi teringat pada kejadian saat menolongnya dari tindakan kasar suaminya. Saat aku berkesempatan melihat bagian tubuhnya yang paling pribadi dan menjadikanku sangat terangsang.”Pijatnya di rumah saya atau di tempat ibu?”

“Di tempat saya juga boleh karena anak-anak sudah ke sekolah. Tetapi tempatnya agak kotor. Atau kalau Pak Anto mau saya bisa memijat di rumah bapak,” kata Bu Mumun.Karena rumahku juga sepi, akhirnya kuputuskan untuk pijat di tempatku. Motor kembali kumasukkan ke dalam rumah. Sementara Bu Mumun pulang mengambil minyak urut dan peralatan lain untuk memijat. Mudah-mudahan ia tidak mengganti dasternya yang seronok agar aku bisa menikmati paha mulusnya saat dipijat, ujarku membathin.

Harapanku tampaknya terkabul, sebab saat datang dan kuminta masuk Bu Mumun tetap memakai daster tipis itu. Ia membawa botol minyak urut dan botol body lotion dari merek murahan. Tatapanku terpaku pada goyangan pantat besarnya yang aduhai saat Bu Mumun melangkah di depanku setelah aku menutup pintu. Kontolku jadi menggeliat dan terbangun.Setelah berada di dalam kamar, seperti layaknya pemijat profesional, Bu Mumun memintaku menanggalkan pakaian yang kukenakan serta memintaku berbaring di ranjang. Tetapi sebelumnya ia memintaku memilih dipijat dengan minyak urut atau body lotion. Menurut Bu Mumun kalau agak meriang enaknya dipijat dengan minyak urut karena memberi efek hangat pada tubuh. Tetapi kalau dipijat hanya agar terasa rileks dan fresh, enaknya pakai body lotion karena hanya berfungsi sebagai pelicin saat diurut.

Tentu saja aku memilih menggunakan body lotion karena memang tidak meriang dan aku kurang suka bau minyak urut. Namun aku juga sempat ragu saat hendak menanggalkan pakaian seperti yang dimintanya. Sebab bila hanya bercelana dalam, pasti Bu Mumun akan melihat tonjolan batang penisku yang sudah mengeras. Tapi, ah kenapa harus malu? Malah lebih bagus biar gampang ngomongin hal-hal yang menjurus kalau sampai Bu Mumun menanyakannya, pikirku akhirnya dan langsung kulolosi semua pakaian yang kukenakan dengan hanya menyisakan celana dalamku.

Benar saja Bu Mumun berkali-kali melirik ke tonjolan celana dalamku yang mencetak bentuk penisku yang tegak mengeras. Hanya ia tidak berkomentar. Bahkan seolah tak acuh. Ia memintaku tidur menelentang di kasur dan memulai pijatannya setelah membalurkan body lotion ke bagian-bagian tubuhku yang hendak dipijat.Menurutnya, ia memeriksa bagian perutku lebih dulu sebelum mulai memijat. Sebab kalau aku menderita penyakit tertentu bisa berbahaya bila dipijat. Setelah membalurkan body lotion, tangan Bu Mumun mulai beraksi. Seperti dokter yang tengah memeriksa pasiennya, lambung kiri dan kanan perutku diusap dan ditekan-tekan perlahan.

“Sakit Pak Anto?”

“Nggak tuh. Emangnya kenapa Bu?”

“Kalau terasa sakit berarti ada penyakit dan saya tidak berani memijat. Tapi Pak Anto sih kayaknya benar-benar sehat,” ujarnya sambil kembali mencuri pandang ke tonjolan yang tercetak di celana dalamku.Kontolku memang makin mengeras hingga batangnya pasti kian tercetak jelas di balik CD yang kupakai. Ke arah itulah tatap mata Bu Mumun melirik. Tetapi hanya sesaat karena ia kembali mulai memijat. Mungkin takut dipergoki olehku.

Pijatan tangan Bu Mumun benar-benar enak. Pantas banyak yang menyukai pijatannya. Tetapi yang lebih menarik bagiku, adalah menatapi sosok tubuh pemijatnya. Terutama ke busungan buah dadanya yang montok. Mungkin karena ukurannya yang kelewat besar atau karena sudah agak kendur, susu Bu Mumun ikut berguncang-guncang lembut saat pemiliknya melakukan aktivitas memijat. Padahal, buah dadanya itu telah disangga oleh BH yang dipakainya.Bagian lainnya yang juga menarik perhatianku sambil menikmati pijatannya adalah paha mulus wanita itu. Paha Bu Mumun memang menjadi terbuka karena dasternya yang dikenakan kelewat pendek. Bahkan sesekali celana dalam hitamnya tampak mengintip. Aku menelan ludah disuguhi pemandangan yang merangsang itu dan membuat kontolku makin tegang memacak.

Tak kuat menahan gairah, aku nekad memberanikan diri untuk merayunya. Tangan Bu Mumun yang tengah mengurut perutku kugenggam. “Kenapa Pak Anto? Sakit,” katanya.

“Ti.. tidak Bu. Di… di… di bawah ini yang sakit. Kalau dipijat sama ibu kayaknya bakal sembuh deh,” ujarku sambil menggeser tangganya ke gundukkan yang membonggol di celana dalamku.

Tadinya kukira Bu Mumun akan kembali menarik tangannya dan menghentikan pijatannya karena dilecehkan. Ternyata tidak. Seperti yang kuharapkan, ia mengelus dan meraba kontolku meski masih dari luar celana dalam. “Iihh … pagi-pagi kok sudah keras begini. Memang Bu Ning (panggilan istriku), semalam tidak memberi jatah?”

“Bukan soal tidak diberi jatah. Tapi tubuh ibu sangat sexy jadi saya menjadi terangsang,”

“Ah Pak Anto bisa saja. Saya sudah tuwek lho, kok dibilang sexy,” ujarnya mengelak namun tidak menyembunyikan perasaan bangganya atas pujianku.

Ah wanita mana sih yang tidak suka dipuji. Apalagi wanita seusia Bu Mumun dan yang memberi pujian adalah laki-laki yang usianya jauh lebih muda. Aku jadi makin berani untuk mencoba bertindak lebih jauh. Kugenggam telapak tangan Bu Mumun yang tengah memijat perutku lalu kugeser agar memasuki bagian dalam celana dalamku hingga menyentuh kontolku yang telah mengeras.Bu Mumun ternyata juga tidak menolak dan menarik keluar tangannya. Batang rudalku digengamnya dan dikocok-kocoknya perlahan hingga membuatku merintih tertahan menahan kenikmatan. “Pak Anto pengin dikocok? Biar gampang celana dalamnya dibuka saja ya?,”

“Sshh… ahh… …sshhh aahh terserah ibu. Diapakan saja saya mau,”

Akhirnya aku benar-benar telanjang karena Bu Mumun melepas celana dalam yang kupakai. Batang kontolku yang tegak terpacak dan mengeras dibelai-belainya. Tampaknya ia mengagumi ukuran senjataku yang memang lumayan besar. “Punya saya kecil ya Bu? ujarku mencoba meminta pendapatnya.

“Ih segini kok kecil. Nggilani… ihhh gede banget,”

“Sama punya Pak Rasjo gedean mana Bu?”

“Punya Kang Rasjo sih biasa saja. Malah sudah loyo karena dia banyak minum. Bu Ning pasti seneng ya Pak Anto karena punya bapak marem banget,” kata Bu Mumun sambil mengocok perlahan batang zakarku.Baru kusadari Bu Mumun yang semula duduk di tepian ranjang, sudah berganti posisi merebahkan tubuh di sisiku. Bagian bawah tubuhnya menghadap ke arahku. Dasternya yang terlalu pendek makin tertarik ke atas, hingga pahanya menjadi terbuka terpampang di hadapanku.

Sepasang pahanya membulat padat dan lumayan mulus untuk ukuran wanita seusia dirinya. Namun lebih mengundang gairah untuk diraba dibanding paha istriku yang kecil dan agak kasar kulitnya. Bahkan dengan hanya sedikit menyingkap ujung dasternya, aku bisa melihat busungan memeknya yang membukit. Memang masih terbungkus CD warna hitam yang dipakainya. Tetapi dapat kubayangkan besarnya memek Bu Mumun itu.

Tanpa membuang kesempatan dan karena memang sudah lama ingin merabanya, tangaku langsung mengusap-usap paha Bu Mumun. Kulitnya benar-benar lembut. Sayang Pak Rasjo suka mengasarinya saat bertengkar dengan menyundutkan rokok ke pahanya hingga ada beberapa bekas luka di paha mulusnya yang tak bisa hilang.

Diraba dan diremas-remas gemas pada pahanya, awalnya Bu Mumun tidak bereaksi. Hingga aku bisa menjelajahi setiap inchi kehalusan kulitnya dan mengagumi keindahan kakinya yang kekar itu. Namun saat telapak tanganku mulai menyentuh dan mengusap busungan memeknya, ia menggelinjang dan berusaha mencegah.

“Pak… ja…,” ujarnya tanpa menyelesaikan kalimatnya sambil berusaha menurunkan ujung dasternya yang tersingkap.

“Saya ingin melihat dan memegang punya ibu. Tidak boleh?” Kataku.

“Bukan begitu Pak. Saya malu,”

“Kok malu?”

“Saya sudah tua dan jelek,” ujar Bu Mumun lirih.

“Sejak kejadian dengan Pak Rasjo dan melihat tubuh telanjang ibu, saya benar-benar terangsang dan suka pada ibu. Saya suka membayangkan dan mengangankan ibu,” kataku meyakinkannya.Entah karena percaya dengan penjelasanku atau karena ia sendiri menjadi terangsang karena melihat kerasnya batang kontolku, Bu Mumun tak lagi memprotes ketika aku kembali mengusap-usap busungan memeknya. Bahkan ia merenggangkan sedemikian rupa posisi pahanya hingga memudahkanku untuk melihat seluruh permukaan memeknya dari luar CD yang dipakai dan sekaligus merabainya.

Rupanya soal usia hanya sekadar alasan. Sebab ternyata CD warna hitam berharga murahan yang dipakai Bu Mumun, bentuknya sudah mengenaskan. Warnanya kusam, kendor dan berlubang di jahitannya yang terlepas. Kasihan, mungkin ia tak cukup punya uang untuk sekadar membeli CD karena penghasilan suaminya yang pas-pasan ditambah suka judi dan mabuk. Mungkin karena bentuk CD nya yang sudah tidak layak pakai itulah ia jadi malu dan sempat berusaha menolak ketika kuraba memeknya.

Bagiku CD kendor yang dipakainya membuatku makin terangsang. Sebab membuat rambut-rambut hitam jembut memeknya mencuat keluar dari bagian yang berlubang. Sambil menikmati kocokan yang dilakukan Bu Mumun pada penisku, cukup lama kuusap-usap memeknya yang membusung. Bahkan sesekali, masih dari luar CD yang dipakainya, kumasukkan jariku untuk masuk ke lubang nikmatnya melalui lubang pada CD yang dipakainya.

Bu Mumun rupanya juga mulai terangsang. Aku tahu karena CD nya mulai basah akibat cairan yang keluar dari vaginanya. Nampaknya wanita yang usianya sudah memasuki kepala lima itu belum kehilangan gairahnya. Karena sudah sangat ingin melihat bentuk lubang nikmatnya, kucoba melepaskan CD yang dipakainya.Tetapi melepaskan CD nya dalam posisi tiduran ternyata tidak mudah. Mungkin takut CD yang dipakainya robek karena sudah usang, Bu Mumun langsung berdiri dan membantu membukai sendiri CD yang dipakai. “Saya malu Pak Anto. Celana dalam saya jelek dan sudah robek,” ujarnya sambil tersenyum.

Aku tersenyum. “Tetapi yang penting kan isinya Bu. Sungguh saya suka banget tubuh ibu yang merangsang. Ayolah buka semua, saya ingin melihatnya lagi,” kataku meyakinkannya.Memek wanita bertubuh tinggi besar itu benar-benar wah. Besar dan membusung dengan bulu-bulu jembut tipis menghiasi permukannya. Terlihat sangat merangsang terjepit di antara pangkal pahanya yang membulat kekar. Saat ia melepas BH, satu-satunya penutup tubuh yang masih tersisa, aku makin tak tahan oleh gairan yang kian membakar.

Sebab meskipun sudah agak kendur, ukuran payudaranya tergolong maxi. Besar menggantung mirip buah pepaya ranum dengan hiasan warna coklat kehitaman pada putingnya yang terlihat mencuat. Tanpa membuang kesempatan dan juga karena sudah sangat ingin menikmati tubuh montoknya aku langsung menariknya dan menelentangkannya di ranjangku. Ranjang yang biasa kupakai tidur bersama istriku.

Tanpa melakukan pemanasan lebih dulu, tubuh Bu Mumun yang mengangkang langsung kutindih. Langsung berusaha memasukkan kontoku ke lubang memeknya. Namun karena tergesa-gesa, berkali-kali tidak berhasil menembus lubang nikmatnya. Untung Bu Mumun segera membantunya. Dengan tangannya, ia mengarahkan rudalku ke liang memeknya. Hingga akhirnya, bless… batang kontolku melesak ke kehangatan lubang kemaluannya.

“Ma.. maaf Bu saya sudah pengen banget merasakan memek ibu,” kataku berbisik dekat telinganya.

Ia tersenyum. “Nggak apa-apa Pak Anto,” ujarnya.

Ternyata Bu Mumun juga sudah horny. Bagian dalam liang senggamanya sudah basah. Juga sudah longgar, mungkin karena sering disetubuhi Pak Rasjo atau karena sudah ada tiga bayi yang penah melewatinya. Namun, meskipun liang senggamanya sudah longgar tetap tidak mengurangi rasa nikmat.Benar juga yang disampaikan para pakar seks dalam sebuah majalah yang pernah kubaca. Bahwa besar pendeknya penis atau sempit lebarnya memek tidak terlalu memberi pengaruh terhadap kenikmatan seks. Bahkan bagiku, banyaknya cairan yang melumuri batang kontolku di memek Bu Mumun serasa memberi sensasi tersendiri. Hangat dan serasa berenang di surga kenikmatan.

Sambil meremasi tetek besarnya dan memilin gemas puting-putingnya, kuayun perlahan bagian bawah tubuhku. Bu Mumun mendesah. Rupanya ia mulai merasakan nikmatannya tusukan batang kontolku di lubang memeknya. “Sshh… aaahh… sshh… aakkhh … enak bangat Pak Anto,”

“Iya Bu… saya juga enak. Memek tembem ibu enak banget. Akkhhh…. ahh… ssshhh …. sa.. saya suka memek ibu,”

“Bener Pak Anto? Aaahhhh… sshhh… aaahhhh. … aauww… kontol bapak juga marem banget. Besar dan panjang,”

Dari tempo permainan yang semula perlahan, seiring dengan kenikmatan dan gairah yang kian meninggi aku mulai meningkatkan irama. Sodokan dan tusukan batang zakarku meningkat cepat temponya. Membuat tubuh Bu Mumun menggelinjang dan mulai mengimbangi dengan menggoyang-goyangkan pinggul dan pantat besarnya. Ia menjambak dan meremas gemas kepalaku yang juga tiada henti menghisapi puting susunya.

Bahkan tidak sekadar mendesah, sesekali Bu Mumun memekik dan mengeluarkan kata-kata jorok. “Ssshhh.,,, aaakhhhh…. sshhh… enak bangat .. aahhh … aaauuuuwww … terus entot memek saya Pak Anto.. aaahhhh, … enak banget… sshhh…. aakkkhhh,”

Wajah wanita paro baya yang mulutnya tak berhenti mendesah dan mendesis itu makin cantik di mataku. Kata-kata jorok dan desahannya bahkan seolah menyemangatiku untuk lebih memacu hunjaman kontolku di lubang memeknya. “Ssshhhh aahhh ,,,, ahhh, saya juga suka memek ibu. Memek ibu legit banget…. aahhh … saya akan jebolkan memek ibu… sshhhh … sshh,”

Karena sama-sama bernafsu dan tak mampu mengontrol tempo permainan, tak lebih dari sepuluh menit kami telah sama-sama mendekati puncak. Goyangan pantat Bu Mumun semakin kencang. Ia berkali-kali mengangkat pinggulnya dan desahan yang keluar dari mulutnya makin menjadi.

Saat itu, sesuatu yang tidak pernah kurasakan kudapatkan dari Bu Mumun. Tidak hanya mengedut-edut, otot-otot yang berada di sekitar lubang memeknya juga seolah mampu bergerak. Meremas dan menghisap batang kontolku hingga mengantarkanku kepada kenikmatan yang tidak pernah kurasakan. Aahh ternyata ada memek wanita yang seenak ini, pikirku membatin.Saat kedua kaki Bu Mumun melingkar dan membelit pinggangku. Menekan pantatku dan menghunjamkan batang kontolku ke kedalaman memeknya sampai ke dasarnya. Aku tahu ia telah hampir sampai dan mendapatkan orgasmenya.

Tanpa membuang kesempatan, karena aku pun sudah tidak mampu membendung gairah yang telah cukup lama kutahan, aku pun mulai mengimbanginya. Berkali-kali kugenjot dan kusentakkan sekeras-kerasnya batang kontolku di lubang nikmatnya. Akibatnya Bu Mumun mengerang-erang dan mendekap erat tubuhku.

Puncaknya Bu Mumun mengelojot dan ambruk terkapar setelah sebelumnya kurasakan semburan hangat memancar di dalam vaginanya. Dalam tempo yang hampir bersamaan, aku pun mendapatkan puncak kenikmatan dari persetubuhan yang kulakukan bersamanya. Setelah menyemprotkan cukup banyak air mani ke rahimnya, tubuhku ambruk di atas tubuh montok wanita tetanggaku.Rupanya cukup lama aku tertidur setelah meniku tertumpah. Bu Mumun juga sudah tidak ada di ranjangku hingga aku keluar mencarinya. Di dapur kutemui wanita tengah menjerang air. Nampaknya dia habis mandi dan hanya melilit tubuhnya dengan handuk. “Eeh Pak Anto maaf saya pakai handuk ini. Bapak mau minum teh apa kopi, airnya hampir mendidih,” ujarnya.

Aku tidak menjawab tapi langsung mendekap dan memeluknya dari belakang. Bau wangi sabun mandi meruap dari tubuhnya. Susunya kuremas dan tanganku yang lain menyelinap ke pahanya, merambat dan mengusap-usap memeknya yang masih basah. “Saya hanya pengin memek ibu yang nikmat ini,’ ujarku sambil menekan-nekan memek tembemnya.

“Ih Pak Anto doyanan ya,” kata Bu Mumun tanpa mencoba menepis tangan nakalku.

“Soalnya memek ibu enak banget. Saya suka memek ibu,”

“Kan sudah ada Bu Ning,”

“Punya istri saya tipis dan bulu jembutnya kasar jadi tidak merangsang. Teteknya juga kecil. Tidak seperti punya ibu, mantep,” kataku lagi sambil meremas dan merabai pantatnya yang membusung.

“Punya Pak Anto juga marem lho. Sampai mentok. Saya tadi keluar banyak Pak,”

Bu Mumun agaknya terpancing oleh tangan nakalku. Ia hendak meraih kontolku yang mulai agak menegang. Namun karena merasa masih kotor dan lengket oleh keringat, kulepaskan pelukanku dan melangkah ke kamar mandi. “Saya mandi dulu ya Bu. Nanti kita lanjutkan. Oh ya saya minta dibuatkan teh manis saja,” ujarku sebelum masuk ke kamar mandi.

Usai mandi, teh panas buatan Bu Mumun yang terhidang kureguk. Wanita itu kulihat duduk di sofa, di ruang tengah tempat keluargaku menonton televisi. Seperti semula, ia hanya membalut tubuhnya dengan handuk warna krem yang sebenarnya milik istriku. Aku menghampiri dan duduk menjejerinya.Ia melirik ke arahku yang tetap telanjang bulat dan menatap ke selangkanganku. Melihat kontolku yang mengecil akibat kedinginan saat mandi.

Dengan menggelung rambutnya, wanita sederhana itu terlihat cukup cantik. Kulitnya benar-benar bersih dan tampak anggun. Di wajahnya, ketuaan hanya terlihat pada beberapa kerutan yang ada di kelopak matanya. Kalau ekonominya menunjang, aku yakin ia pantas menjadi istri pejabat. Bahkan Bu Marmo. istri atasanku yang sudah berusia 53 tahun tapi masih suka dandan kalah penampilan.

Kulingkarkan tanganku ke pundak Bu Mumun yang terbuka lalu kucium pipinya. Ada bau sabun mandi yang biasa dipakai istriku. “Pak Anto nggak malu?”

“Kok ibu nanya begitu,”

“Saya kan sudah tua dan cuma istri seorang tukang becak. Malah sebelumnya saya cuma babu,” ujarnya. Agaknya dia masih tidak percaya diri.

“Ibu nggak percaya ya. Ibu benar-benar sangat cantik dan saya sangat suka. Tubuh indah dan membuat saya sangat terangsang,” kataku.

Untuk lebih meyakinkan, aku mendaratkan ciuman di bibirnya. Kulumat dan kujulurkan lidahku ke rongga mulutnya. Mulanya tidak bereaksi. Baru setelah lidahnya berkali-kali kugelitik menggunakan lidahku dan menghisapnya, ia mulai memberikan perlawanan. Ia merapatkan tubuhnya dan memelukukku. Ia juga mulai melumat dan menghisap bibirku. Kami saling hisap dan saling lumat dan baru berhenti setelah sama-sama sulit bernafas.

Bu Mumun menjadi lebih santai setelah sempat saling lumat bibir. Mungkin ia menjadi makin percaya kalau aku benar-benar menyukainya. Buktinya, saat kuminta melepas handuk yang masih membalut tubuhnya karena aku ingin melihat seluruh tubuhnya, tanpa sungkan ia segera melepasnya. Bahkan ia langsung menyandar di sofa dan membuka kakinya. Memamerkan semua miliknya layaknya istri setia yang hendak melayani suaminya.

Kini aku bisa benar-benar puas melihat semua perangkat kewanitaan Bu Mumun. Seperti kebanyakan wanita seusia dirinya, perut wanita tetanggaku itu sudah tidak rata. Bahkan ada lipatan-lipatan daging yang bagi sementara pria dianggap mengganggu dan kurang menarik. Sepasang buah dadanya yang besar mirip buah pepaya, juga tampak kendur. Namun puting-puting susunya yang nyaris sebesar ujung kelingking jariku benar-benar menggodaku. Warnaya coklat kehitaman dan bentuknya mencuat, kontras dengan bagian tubuh lainnya yang langsat.Kalau kubilang memek istriku kurang menarik, karena begitulah memang adanya. Memek istriku kecil dan tipis, dengan rambut-rambut keriting yang kasar mendekati lubangnya. Karenanya aku hanya beberapa kali mengoral dan menjilatnya sepanjang 8 tahun perkawinanku. Itu pun di saat masih pengantin baru.

Namun melihat memek Bu Mumun, sungguh jauh berbeda. Memek yang lebar dan besar itu, busungannya sudah terbangun sejak di bawah pusar dan makin ke bawah makin menggunung dan tebal. Rambut-rambut yang tumbuh di atasnya juga sangat halus. Terdorong keinginan untuk melihat lebih dekat bentuk vaginanya, aku turun dari sofa dan jongkok persis di antara kedua paha mulusnya yang mengangkang.

Saat kuraba, memek Bu Mumun benar-benar tebal. Pantas enak banget saat kuentot. Bulu-bulu jembutnya juga lembut, beda benar dengan jembut istriku yang kasar. Hanya, celah di lubang vaginanya tidak semulus gundukkannya. Bibir luar memeknya yang juga tebal, nyaris sudah tidak berbentuk. Agak kehitaman dan banyak sekali kerutan. Membuatku penasaran untuk merabanya.Mungkin karena Pak Rasjo suka main kasar kalau sedang menyetubuhi. Atau bisa jadi begitulah memek wanita kalau usianya sudah kepala lima dan sering disodok penis pria. Bu Mumun berusaha menepis dan menarik tanganku saat telapak tanganku berkali-kali mengusap bibir memeknya yang sudah kapalan itu. “Malu ah Pak Anto, punya ibu sudah jelek. Makanya, ibu kan sudah tua,” ujarnya.

Bu Mumun salah duga. Padahal, entah kenapa, melihat memeknya yang sudah kapalan, aku makin terangsang. Tonggak daging di selangkanganku jadi menggeliat dan mulai bangkit. Apalagi melihat itilnya yang mecuat diujung bagian atas belahan memeknya. Ah benar-benar menggoda untuk dijilat.Tak puas hanya sekedar mengusap, aku mulai menggunakan mulutku. Memek Bu Mumun benar-benar tidak berbau. Kujilat dan kusapu-sapukan lidahku pada kerut-kerut di bibir memeknya. Juga di itilnya yang kemerahan. Bahkan, akhirnya seluruh mulutku kubenamkan ke lubang vaginanya sambil kuhisap-hisap itilnya.

Bu Mumun tersentak. Mungkin ia tidak mengira aku akan mengoralnya. Kepalaku dipegangnya dan ditariknya agar menjauhi memeknya. “Ja… jangan Pak Anto. Kotor.. ah.. ja.. jangan,”

Tetapi aku tidak peduli. Bahkan, sambil menjulur-julurkan lidahku ke lubang nikmatnya, tanganku menggerayang ke perutnya dan berhenti di payudaranya. Susunya yang bak buah pepaya menggelantung itu, tak luput dari remasan tanganku. Aku seperti bocah yang tengah asyik dengan mainan baru dan sulit diminta berhenti.

Rupanya, Bu Mumun akhirnya mendapatkan kenikmatan dari yang kulakukan. Akhirnya ia pun menyerah. Membiarkan segala yang ingin kulakukan pada tubuhnya. Bahkan ia makin mengangkang, membuka lebar pahanya agar lidahku bisa menjangkau sudut terdalam lubang nikmatnya. Ia juga mulai merintih dan mendesah.

Jilatan dan sogokan lidahku pada kelentit dan lubang memeknya, membuat tubuh Bu Mumun menggelinjang. Cairan vaginanya juga mulai keluar, terasa asin di mulut dan lidahku. Aku tak peduli. Bahkan makin bersemangat karena membuat wanita istri tetanggaku itu terangsang berat. “SShhhh… aahhh…. sshhh ….. aahhh… ooohhh…. oooohhhh…. ssshhh … enak banget …. aaahhh. Saya diapakan Paakkk…. aahhh enak banget..,” erangnya.

Erangan kenikmatan Bu Mumun cukup keras. Sebenarnya takut juga kalau ada tetangga yang mendengar dan mengintip. Namun rumahku dan rumah Bu Mumun lumayan terpencil, terpisah agak jauh dari rumah warga lainnya. Jadi tidak bakalan ada yang mendengar dan menjadi curiga.

“Sekarang ibu berdiri dan nungging ya. Saya pengin lihat pantat ibu. Juga memek ibu dari belakang,” kataku setelah puas mengobok-obok memeknya dengan mulutku dan menjadian lubang kewanitannya dibanjiri cairan yang bercampur ludahku.

“Pak Anto ada-ada saja ih. Wong bokong wanita tuwek saja mau dilihat,” katanya merajuk.

Tetapi ucapannya itu bukan untuk membantah. Seperti yang kuminta ia langsung nungging di depanku. Kedua tangannya bertumpu pada kursi sofa. Melihat sosoknya dari belakang, aku jadi berpikir bahwa Pak Rasjo suaminya benar-benar pria tak tahu diuntung. Profesinya yang hanya sebagai penarik becak menyia-nyiakan istrinya yang masih merangsang di usianya yang sudah tidak muda.Ditopang dua kakinya yang kekar dan panjang, bentuk pantat Bu Mumun benar-benar serasi. Besar, lebar dan membusung. Lubang duburnya berwarna coklat kehitaman tetapi terlihat bersih. Kukira saat mandi tadi ia tak lupa menyabuni sampai pada anusnya itu. Dan kuyakin dari bentuk lubangnya yang masih sangat rapat, ia belum pernah melakukan hubungan seks melalui duburnya.

Setelah mengusap dan meremasi pantatnya yang menggemaskan, kembali memeknya kucerucupi dan kujilati. Bahkan sesekali tanganku meraih susunya yang berayun-ayun untuk meremas-remasnya. Tindakanku membuat Bu Mumun kembali merintih dan mengerang.Hanya, ketika jilatan lidahku merambat makin ke atas mendekati lubang duburnya, ia menjadi tersentak dan berdiri. “Jangan ah Pak Anto. Bapak nggak jijik?,” ujarnya memekik.

Tetapi aku tak peduli. Ia kembali kupaksa untuk nungging seperti semula. Hingga tanpa bisa menolak, ia kembali menyodorkan pantatnya ke wajahku dan kembali aku menjilatinya. Kali ini di lubang duburnya. Ujung lidangku kusapukan di sekitar lubang anusnya.Reaksinya benar-benar dahsyat. Bu Mumun mengerang dan merintih perlahan. Mungkin ia merasakan perpaduan antara nikmat dan risi karena bagian tubuh yang oleh banyak orang dianggap kotor malah dijilati olehku. Aku juga makin yakin Bu Mumun belum pernah mendapat jilatan di bagian anusnya itu.

Sebenarnya aku belum pernah melakukan itu terhadap istriku maupun perempuan lain yang pernah tidur denganku. Tetapi dengan Bu Mumun, sepertinya aku ingin melakukan semuanya. Semua yang pernah kulihat dalam adegan film-film mesum. Entahlah, di mataku Bu Mumun memiliki pesona tersendiri.Di samping erangannya yang kian keras takut didengar orang akibat kenikmatan jilatan yang kuberikan pada duburnya, aku juga kasihan ia menjadi terpanggang oleh nafsunya yang segera membutuhkan penuntasan. Maka sambil memeluknya dari belakang, kuarahkan kontolku d lubang memeknya. Dengan sentakan lumayan bertenaga, bleess kontolku langsung amblas. Masuk ke kehangatan liang vaginanya yang yang basah.

“Enak Bu,” kataku lirih berbisik di telinganya.

“Iya Pak Anto. Enak dan marem banget,”

Sambil mengayun keluar masuk kontolku di liang senggamanya, kucium punggung Bu Mumun yang terbuka. Merambat ke atas ke tengkuknya. Di tengkuknya, di anak-anak rambutnya karena rambut Bu Mumun disanggul, lidahku kembali menjalar terus menggelitik telinganya.Bu Mumun kembali menggelinjang. Wanita yang sudah dikaruniai dua orang cucu itu juga mengerang-erang. Nampaknya menahan kenikmatan dari yang kuberikan. Suara rintihan dan erangannya membuatku makin bernafsu untuk menyetubuhinya. Maka sambil meremasi susu-susunya, sodokan sodokan kontolku pada memeknya makin kupercepat. Bunyi bleep… bleep…. bleep yang timbul dari benturan pantat besarnya dengan bagian depan pinggangku saat aku menghujamkan zakarku, juga makin membangkitkan gairahku.

Namun baru saja aku hendak mempercepat sogokan kontolku, otot bagian dalam memek Bu Mumun berkontraksi. Berdenyut, menjepit dan meremas. Rupanya ia akan kembali mendapat orgasmenya. Maka sogokan batang kontolku di liang senggamanya kuubah menjadi sentakan-sentakan bertenaga. Pada tiap sentakan yang kulakukan kudengar ia melolong dan merintih panjang. Dan akhirnya semburan hangat kurasakan menyembur ke sekujur batang penisku setelah sebelumnya kulihat Bu Mumun mencengkeram sofa tempat kedua tangannya bertumpu.

“Sa.. saya dapat Pak Anto. Sshhh… ssshhhh…. aahh … aahhh… enak banget… ssshhh…. aaahhh… aakkkhhhhh,” ujarnya dengan nafas memburu.

Permainan kembali dilanjutkan setelah beristirahat sejenak dan sama-sama membersihkan diri di kamar mandi. “Pak Anto nggak apa-apa terlambat ke kantor,” ujarnya setelah kembali sama-sama duduk di kursi sofa.

“Ah beres Bu.Hari ini nggak ada yang terlalu penting untuk dikerjakan di kantor,”

“Kalau begitu saya juga ingin membuat Pak Anto puas,” ujarnya sambil turun dari sofa dan mengambil posisi berjongkok di hadapanku.

Sebagai istri Pak Rasjo, kurasa ia tidak banyak memiliki pengalaman melakukan hubungan seks yang aneh-aneh. Tetapi sebagai wanita yang telah matang dari segi usia, ternyata telah matang pula dalam urusan ranjang. Setelah diciumi sepenuh nikmat, Bu Mumun mengcok kontolku perlahan dengan gerakan seperti tengah mengurut. Hasilnya, rudalku yang sebelumnya agak layu karena kedinginan di kamar mandi kembali tegak mengacung.Saat itulah, sambil mengelus-elus dan mempermainkan kedua bijinya, Bu Mumun mulai mengulum penisku. Kuluman dan hisapannya benar-benar mantap. Batang kontolku yang lumayan panjang seperti ditelannya sampai ke pangkalnya, lalu dihisap dan ditariknya dengan mulutnya. “Aaakkkkhhhh…. sshhh…. aaakkkhhhh… eennnakk banget,” aku mendesah.

Saat kontolku berada di rongga mulutnya, lidah Bu Mumun juga sepertinya tak mau diam. Kepala penisku diusap-usapnya dengan lidahnya hingga memberi sensasi kenikmatan tersendiri. Bu Mumun dengan tubuh montoknya yang telanjang, terlihat bersungguh-sungguh ingin memberikan kenikmatan padaku. Matanya terpejam dan ekspresinya sangat menggoda hingga aku berkali-kali mendesis menahan gairah yang kian membuncah.

Selain memberikan layanan oral pada penisku dengan sentuhan yang memabukkan, lidah Bu Mumun juga lincah merayap. Melata ke berbagai penjuru. Ke selangkanganku, perutku dan juga pusarku. Bahkan ke dadaku dan menghisap puting susuku. Saat ia melakukan itu, aku dengan gemas meremas-remas teteknya dan meraba memeknya yang juga kembali basah. “Ah.. ahhh… sshhhh enak banget Bu. Saya suka banget ngentot dengan ibu,”

“Bener Pak Anto?” ujarnya berbisik di telingaku.

“Ii.. iiya Bu. Aahhh … saya baru merasakan enaknya ngentot seperti ini,”

Aku sangat kaget ketika Bu Mumun memaksa agar aku menarik ke atas dan menekuk kedua kakiku. Ternyata ia memintaku melakukan itu karena hendak mengerjai lubang duburku. Dimulai dengan mencerucupi lubang anusku, lalu lidahnya yang lincah menyapu-nyapu di seputar anusku. Aku jadi terlonjak dan tubuhku menjadi merinding dibuai sensasi kenikmatan yang diberikan.Untung aku telah membersihkan anusku dengan sabun saat mandi dan membersihkan badan. Hingga kuyakin tak ada lagi bau tak sedap di lubang duburku. Hanya, aku tak mampu menahannya lebih lama atas permainan balasannya itu. Akhirnya aku menarik tubuh Bu Mumun naik ke atas sofa dan memintanya untuk mengerjai kontolku dengan memeknya sambil berjongkok.

Blees… kontolko kembali melesak ke kehangatan lubang vaginanya saat pantat besar Bu Mumun diturunkan persis di selangkanganku. Lubang memeknya yang lebar tampak memerah dihiasi oleh kerut-kerut bibir kemaluannya.

Untuk urusan main di atas, Bu Mumun bahkan tak kalah handal. itu kubuktikan saat ia mulai melakukan goyangan. Pantatnya yang sedikit diangkat, digoyang-goyangkan dengan hebatnya dan dengan kontolku masih berada di jepitan lubang nikmatnya. Aku menjadi tersentak. Tak tahan oleh kenikmatan goyangan yang diberikan, dua tangaku mencengkeram gemas buah dadanya.

“Aauuww.. sshhh.. aahhhh … shhh… aahhh… enak.. enak .. banget memek ibu. Ya.. ya.. sshhh …sshhh enak anget. Memek ibuu eennnakkk banget,” kali aku yang tidak bisa mengontrol suaraku akibat sensasi dan kenikmatan yang disuguhkan wanita istri tetanggaku itu.Sebetulnya, pertahanku nyaris jebol oleh goyangannya yang tak kalah dengan goyang ngebor Inul Daratista itu. Namun karena ingin menikmati sensasi kenikmatan yang diberikan olehnya, dengan kemampuan olah nafasku aku mencobanya bertahan. Bahkan akhirnya Bu Mumun yang menjadi kelabakan terpanggang oleh nafsu dan gairahnya sendiri.

Puncaknya, karena kuyakin Bu Mumun juga sudah dekat dengan orgasmenya, sambil memeluk tubuh montoknya aku berdiri sambil menggendongnya. Aku juga heran tubuh tinggi besarnya serasa ringan dalam gendonganku. Lalu perlahan kurebahkan di lantai berkarpet di ruang keluargaku. Saat itulah kami menuntaskan hasrat yang sama-sama menggelegak.Tubuh Bu Mumun yang telentang mengangkang kembali kugenjot. Memeknya kusogok-sogok dengan batang kontolku yang tengah dalam posisi mengembang sempurna. Bahkan tak puas hanya dengan memasukkan kontol ke lubang nikmatnya, jari-jari tanganku ikut bermain disana. Menjentik-jentik dan mengusap itilnya.

Akhirnya kami sama-sama merintih dan setelah mengerang panjang, kontolku menyemprotkan mani cukup banyak membanjir di rahimnya. Bercampur dengan cairan hangat yang juga muncrat entah dari bagian mana di lubang nikmat wanita itu. Tubuhku ambruk dan hampir kehabisan nafas di atas tubuh montok Bu Mumun yang terangah-engah.Seperti pasangan suami istri yang kelaparan sehabis bersetubuh, aku dan Bu Mumun makan di ruang dapur rumahku setelah sama-sama membersihkan diri. Telor ceplok, tahu goreng dan sambal yang dibuatnya memang menggugah selera. Saat itulah Bu Mumun mengingatkanku kalau-kalau ada teman di kantorku yang ingin dipijat. Menurutnya, saat ini ia hanya mengandalkan dari pekerjaan itu.

“Beres Bu. Tapi….,” ujarku.

“Tapi apa Pak Anto?”

“Tapi ibu tidak memberikan layanan yang seperti tadi ke orang lain kan?” kataku cemburu.

“Ih.. ya tidaklah. Lagian yang doyan sama wanita tuwek seperti saya kan cuma Pak Anto,” ujarnya.

“Eh.. jangan salah. Tubuh ibu masih sangat merangsang lho. Bener kan ibu cuma memijat,”

“Pak Anto jadi seperti Kang Rasjo tuh. Percayalah Pak, saya akan nurut sama Pak Anto. Apalagi kalau…” ujarnya tanpa meneruskan kata-katanya.

“Kalau apa bu?”

“Kalau sesekali Pak Anto masih mau melakukan yang seperti tadi dengan saya,” katanya lirih.

“Tentu bu tentu. Saya suka dan puas banget sama ibu,”

Selain akan membantunya berpromosi soal pijatannya kepada teman sekantor, aku juga berjanji akan membantunya dengan sejumlah uang setiap bulan bila Pak Rasjo sampai tidak kembali datang. Bahkan sebelum kembali ke kantor, aku dan dia sempat saling peluk dan raba hingga nyaris kembali telanjang dan terpancing untuk mengulang kembali persetubuhan.

Untung Bu Mumun mengingatkan bahwa aku harus menjemput Ratri, putriku dari sekolah hingga kubatalkan niatku untuk kembali menikmati kehangatan tubuhnya. Sejak itu kami terus mengulang dan mengulang persetubuhan nikmat bersamanya. Bu Mumun, benar-benar menjadi istri gelapku.

Source

Cerita Seks Sedarah Dengan Mama Saya

Cerita seks terbaru – cerita dewasa sex sedarah dengan mama sendiri, cerita mesum dengan mama kandungku setelah sebelumnya ada Cerita Bokep Pemerkosaan Gadis China Amoy. sepulang dari kuliah, saya diajak ibu kepesta perkawinan keluarga di luar kota yang jaraknya kurang lebih 200 km atau 4 jam perjalanan mobil kalau tidak lagi macet melewati Puncak. Pesta keluarga rencananya dilangsungkan sebentar Malam jam 19.00. sampai selesai. dan diperkirakan jam 22.00 akan selesai dan langsung pulang lagi ke rumah di Jakarta. Sesampai di tempat pesta para sahabat dan keluarga banyak yang mengagumi kecantikan Ibu. Malah ada yang bercanda bahwa pasangan Kami (saya dan Ibu Kandungku) adalah ibarat pasangan suami isteri yang sangat serasi. Pokoknya diantara Keluarga dan sahabat, kami lah yang menjadi fokus pandang . Lebih wow… dibandingkan mereka yang sementara duduk dipelaminan malam itu.

cerita sex sedarah dengan mama, cerita seks ngentot mama kandung, cerita mesum dengan mama
cerita seks sedarah dengan mama kandung

Memang Kecantikan ibu tidak ada duanya, melebihi kecantikan tamu-tamu sebayanya yang hadir malah masih lebih cantik dan seksi dibandingkan Ibu-Ibu 10 tahun lebih mudah dari Ibu, walau pun sebenarnya Ibuku sudah terbilang umur 40 tahun. Ibu selalu menjaga kesehatan dan tidak pernah melupakan senam. Kalau dirumah selalu merawat tubuhnya agar tetap fit cantik dan seksi.

Tepat jam 22.00 kami pamitan untuk pulang, maklum rumah sangatlah jauh dan bila tidak ada halangan mungkin sampainya dirumah sudah tengah malam atau jam 02 Pagi. tepatnya setengah jam kemudian pukul 22.30 kami telah meninggalkan tempat pesta dan saya langsung menancap mobil untuk pulang. dalam perjalanan tiba ibu mengingatkanku.. hati2 .. jangan terlalu kencang .. sayang !!!, jalannya sangat licin”, betul kata Mama, karena hujan yang turun mulai deras, mana lagi mendekati puncak semakin berkabut. Beberapa saat kemudian tiba tiba stir mobil kurasakan sangat berat, ” Aduh Mama…, Ban Mobilnya Kempes…”, secara refleks Ibuku menjawabnya ” Cepat pinggirkan mobil kehalaman hotel terdekat.. ntar nggak keburu … bisa bisa kita ngadat di jalan .. mana hujan deras lagi”… iya Mam “jawabku singkat … sambil berbelok memasuki salah satu hotel berbintang yang ada di Kaki Lereng Puncak.

Sebelum kami keluar dari mobil Ibuku berkata, .. ” Sayang, kalau Ban Mobilnya Kempes dan gak bisa ditolong lagi kita harus menginap di Hotel ini, Besok pagi aja perjalanan kita lanjutkan. dan memang keadaan yang mengharuskan kami untuk singgah bermalam…di hotel berdua dengan mama. Kami berdua dijemput dan diantar ke Resepsionis dan untuk mengurangi kecurigaan Ibuku langsung mencatat identitas kami berdua sebagai suami istri, Ibu mengerling kepadaku.. sambil mengeluarkan Credite Cardnya untuk digesek sebagai jaminan nginap hotel 1 Malam.

Setiba di Kamar mama langsung tersenyum manis dan berkata..” Sayang… jangan macam2 yah!!!, walaupun ditempat pesta tadi malam, mereka bercanda katakan kita seperti pasangan suami isteri dan di resepsionis mama juga mengatakan kita suami isteri, tetapi kamu tetap anak mama.. nggak boleh macam macam sama mama. yah !! .. spontan saya menjawab ” OK!! Mama.., sayang yang cantik ” . Entah dari mana datangnya keberanianku untuk merayu Ibuku, walaupun itu saya sampaikan secara bercanda … tetapi kalau dipikir, wah bisa berabe juga .. sekamar di Hotel dengan Ibu Kandung yang cantik dan seksi. pasti dugaan orang kalau bukan Suami Isteri yang kemalaman pastilah peselingkuhan yang kaya dan yang jelas pastilah mereka memanfaatkan waktu yang sangat panjang untuk bersetubuh atau bersenggama atau ngentot sepuas-puasnya, tidak ada dugaan ketiganya.

Pikir pikir tak diduga orang, tak terasa Yuniorku menegang..makin kencang .. kayaknya setan setan birahiku mulai menguasai fikiranku…membuatku hampir salah tingkah…, tiba2 Ibuku berkata ” Mama Mau Mandi dulu yah.., tolong bukakan korset mama”, wowww.. setan penggoda makin kuat, ” iya.. iya.. Mom” sahutku agak bergetar, sambil membuka korset Mama dan entah kenapa, saya mencoba melirik ke buah dadanya dari samping belakang, dalam hatiku berkata, walaupun mama tidak menggunakan korset tetapi cetakan tubuhnya sangat sempurna, Pinggang yang ramping bak pinggang anak perawan yang diikuti dengan pinggul lebar yang sangat serasi dengan tonjolan buah dada yang masih tegak menantang kedepan, ditambah lagi kulit Mama putih tak bernoda sangat halus dan harum. Pastilah semua laki-laki ingin menikmati keindahan dan kesempurnaan alam yang ada pada Mama…tanpa kecuali termasuk saya, anak kandungnya.

Sewaktu mama di kamar mandi terdengar sayup sayup riak air di Bak Mandi yang bersentuhan dengan tubuh montok mama yang telanjang bulat, tak terasa tanganku mulai memegang siyunior yang mulai tidak dapat dikendalikan dan tiba tiba terdengar teriakan perlahan Mama ” sayang… kamu juga mandi ya !! airnya Nyaman dan hangat “ jawabku ” ntar Mam ” , ” Iya donk , masa sih mandi bareng ?” lalu senyap…, pikirku.. apa ini signal plus dari mama? atau hanya karena canda Mama ? tak terasa.. genggaman pada Yuniorku makin kencang, “Sabar yah yunior.. kamu ntar saya masukan di memeknya mama ” gumanku dengan fikiran mulai kurang ajar dan kotor.

Selang beberapa saat Mama keluar dari kamar mandi dan tubuh mama hanya dililit ketat oleh selembar handuk sebatas setengah buah dada mama ke bawah sampai sejengkal diatas lutut, Karena suhu kamar sangat sejuk sambil berlari kecil Mama menuju spring bed langsung masuk dalam selimut yang tebal, lalu mama berkata ” Gantian mandinya… mama mau tidur duluan “, dan saya langsung menjawabnya ” gak jadi mandi Mam.., pagi aja sekalian…” jawabku singkat, karena jawaban ini sudah saya persiapkan agar cepat2 bisa tidur alias lebih cepat tidur di samping Mamaku, ” Terserah kamu aja… tapi kalau bau jangan tidur bareng disamping Mama ya??”

Saya lewatkan kira-kira 10 menit setelah nafas mama seperti mulai teratur alias tidur… perlahan lahan saya naik ke pembaringan disamping kiri mama, maksud saya untuk ikut juga masuk dibalik selimut, saya tarik dan simak sedikit selimut yang satu-satunya akan kami pakai berdua, tetapi tiba2 mama mengeliat mungkin terasa hembusan dingin akibat selimut yang menutupi tubuhnya tersingkap sedikit, tampak mama tidur dibawah selimut tanpa mengenakan sehelai kain alias telanjang bulat ,karena kami memang tidak mempersiapkan pakaian tidur , mama tidur miring membelakan disebelah kanan, perlahan saya masuk dibalik selimut disamping kiri mama yang telanjang, dan selang beberapa saat kemudian mama membalikan tubuhnya dan wajahnya hampir menyentuh wajahku, kutatap matanya yang tertutup indah, bibir yang tipis merekah menantang, hidung kecil yang mancung.., kuberanikan dan kucoleng perlahan hidung mama, tetapi tak ada reaksi, kulanjutkan untuk menarik kebawah bibir mama yang tipis, agar tampak gigi yang putih rapi berjajar, juga tak ada reaksi dari mama dan akhirnya dengan berdebar-debar kurapatkan mulutku dan kukecup bibir mama.

mulai desak nafas mama sedikit terganggu, mungkin terhalang dengan hidungku akhirnya mama membuka sedikit mulutnya, tanpa kuberi kesempatan menutupnya , kusedot lidahnya, dan rupanya mamaku dalam tidurnya juga membalas ciumanku…, dan selanjutnya kualitas keberanianku kutambah dengan mulai memeluk dan melingkari badan mama dengan lenganku, reaksipun datang dengan makin merapatnya tubuh mama yang mungil dan telanjang ini kedadaku, paha mama mulai menyerang dan menyentuh yuniorku yang berubah menjadi Yunior yang kenyal dan berdiameter sebesar pergelangan tangan mama, pelukan mama mulai mengencang, mungkin bermaksud menarik obyek yang lebih hangat yang ada pada badanku, keadaan ini membuatku makin kesurupan, tangan kiriku mulai mengerayangi pingul mama, turun kebawah bagian bokongnya, terus turun dan berputar kedepan lebih kebawah lagi, dan akhirnya sampai kebulu memek mama yang sangat halus, kutelusuri bibir vagina mama dan akhirnya jari telunjukku mengelitik klitorisnya.

Mama mulai bereaksi, kedua paha mama menjepit , tangan kanannya mencakar punggungku dengan kuku mama yang tajam, mungkin ini adalah refleks akibat sesutu yang memasuki vaginanya hanya mama yang tahu, tubuh mama saya dorong agar sedikit terlentang dan mulailah saya menindis setengah tubuh mama terutama buah dada kiri mama dengan tubuhku, paha kiri mama dengan paha kiriku dan tangan kananku mulai saya aktifkan dari belakan leher mama untuk mengerayangi buah dada kanan mama, bibir mama dan bibirku membentuk satu ruang dan kedua lidah kami saling menggelitik, nafas mama makin memburu , saya makin kesurupan dan menyerang, akibat makin kerasnya remasan tangan kananku ditetek kanan mama dan jari telunjuk kiriku yang mengelitik klitoris mama yang mulai memanas dan mengeluarkan lendir membasahi vagina mama, akhirnya mama tersentak.

” Hey… kamu ngapain Mama…ini gak boleh Ar… !!, “kata Mama kaget dan marah, jawabku sambil gemetar dan bernafsu campur aduk, ” saya tidak bisa tidur mam…, apalagi seranjang dengan mama yang lagi telanjang bulat” ” ohw.. begitu yach … mama terdiam agak lama lalu membalik membelakangiku, sambungnya “tetapi Jangan kasar gitu donk !!” lalu Mama terdiam lagi…namun napasnya masih memburu dan bergetar, inilah kata-kata mama yang kurang saya mengerti, apakah perbuatan saya tadi dibenarkan tetapi nggak boleh kasar atau ?? apa yach…. Saya tidak berani lagi ngomong macam2.. dan jawabku singkat “Maaf Mama” sambil menatap punggung mama yang masih agak bergetar, entah beberapa lama kami terdiam berdua tiba2 Mama Membalik sambil berkata ..”kalau kamu pingin bercinta dengan mama harus lembut dan perlahan-lahan aja.. kan masih banyak waktu”, sambungnya lagi “Kamu Anak Nakal boleh peluk dan mencium Mama , pokoknya tubuh mama malam ini kuserahkan semuanya kepadamu kecuali yang satu ini, yaitu Yuniormu yang gede ini dilarang keras memasuki vaginanya mama”,

sambil mama memegang Yuniorku dan menarik dan menyapu kepermukaan vaginanya. ” tapi justru cuma yang satu ini milik mama yang paling nikmat ” selaku protes, dan mulai berani , “siapa yang bilang anak goblok ” , Mama mulai menindih tubuhku dan menciumku, Kubalas ciuman Mama , wow… sangat nikmat dibandingkan waktu saya mencium mama dalam keadaan tertidur, tetapi kali ini dengan sadar sesadarnya, justru mama memulai merangsang, sambil melemparkan selimut kelantai, jadinya kami betul – betul telanjang bulat di udara kamar yang sejuk diatas ranjang.

Kami berciuman dan berpelukan telanjang bulat dengan Mama , sangat lembut dan perlahan-lahan rupanya mama juga sangat menikmatinya, Napas Kami mulai memburu, terkadang Mama mengeram dan menggeliat apabila kusentuh dan kupelintir halus putting teteknya .. Auhh!!, jangan disitu Ar..!!, Mama nggak tahan… sayannngggg, keluh Mama panjang…, “tetapi enak kan Mom!!” Aiii!!!…Mama makin kesurupan..dan berupaya meraup Yuniorku..yang makin kaku dan membesar Maksimal.

Sewaktu Mama menggenggam Yuniorku Tubuh Mama kudorong menjadi terlentang dan dan kutindih dengan badanku ..Mulut Kami makin bersatu , kupeluk erat tubuh Mama yang mungil dan Yuniorku kuarahkan ke Vagina Mama, tetapi Mama tetap menggenggam yuniorku, hanya menggosok-gosokan kepala yuniorku ke Mulut Vaginanya yang juga mulai berlendir. Terkadang Kepalanya sudah masuk setengah tetapi Mama, mengeluarkan nya lagi… Karena saya tidak tahan lagi perlakuan Mama seperti ini. Kutarik Tangan Mama yang menggenggam yuniorku agar terlepas..rupanya usahaku ini cukup berhasil dan dengan cepat kuselipkan kedalamVagina Mama, Terasa Vaginanya sangat licin, menggesek dan berlendir serta berdenyut menjepit…Aowww…!!! Teriak Mama, Kugocok Vagina Mama dan mama mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang tak karuan… tetapi baru 2-3 kali gocokan, tiba2 Mama dengan kekuatan penuh… menaikan bokongnya tinggi-tinggi dan menggessernya jauh kesamping akhirnya yuniorku terlepas dari vaginanya ..clukppp …”Aiii!!!…kenapa dikeluarin Mam…”, “Nggak… boleh sayang..”.

Tiba tiba Mama mulai bangun kemudian membawa selangkangnya ke wajahku persis mulut vaginanya berhadapan dengan mulutku, mama mulai menunduk dan meraih Yuniorku dan memasukan ke mulutnya dan melumutnya. terkadang Yuniorku digigitnya perlahan lahan sambil bergantian dengan bibir yang lembut dan hangat, yang paling mengasikan kalau kepala Yuniorku digelitik dengan lidah mama, begitu juga klitoris mama, saya gelitik dengan ujung lidahku, terkadang mama hilang kontrol, mendengus menambah gocokan dan lilitan lidahnya di kepala Yuniorku, terkadang sangkin bernafsunya juga mama, tangannya ikut pula meramas biji pelirku… dan semuanya berlangsung saling kerja sama membantu masing masing mencapai puncak birahi yang membuat lupa segala-galanya bahwa berbuatan bersanggamah dengan ibu kandung yang orang katakan sangat tabu, tetapi justru sangat mengasikkankan dan jauh lebih nikmat dengan memek manapun….di dunia ini.

Mama makin gila mengocok Yuniorku dan akhirnya, saya tak tahan lagi…cepat donk mama… masukkin kedalam Vagina mama.., aowww…cret…. cret.. sabar sayang…kata mama kesurupan mempermainkan air maniku sambil menggosokkannya di-kedua buah dadanya. Mama juga tidak tahan sayang. Tidak berapa lama kemudian mama berganti posisi, duduk persis diatas selangkangku persis posisi Yuniorku berhadapan langsung dengan vagina mama, mama menuntunnya dengan sangat gampang memasuki liang sanggamanya dan menjepitnya…wow…wow…. suatu kenikmatan yang sangat sulit dilukiskan dengan kata2, tidak ada lagi kenikmatan yang melebihi kenikmatan sewaktu Yuniorku dijepit dan dikocok oleh vagina mama, pinggul mama naik turun menyebabkan Yuniorku masuk makin kedalam dasar vagina mama. saya tidak ingin kenikmatan ini berlangsung cepat, saya turun dari pembaringan menggendong mama sampil masih melekatkan Yuniorku kedalam vagina mama, kugoyang2 tubuh mama yang mungil, mama makin kesurupan…dan juga merasakan kenikmatan yang tiada taranya…mata mama mulai terpejam… sambil berdengus ach–ach… mama tidak tahan lagi, minta diturunkan untuk mengakhiri permainan ini…” sayang… turunkan mama..tancapkan Yuniormu sayang lebih dalam..”, kubaringkan tubuh mama, kuperberat tekanan Yuniorku masuk ke vagina mama, mama menjepit makin kencang..vagina mama makin berdenyut2… dan akhirnya pelukan kami berdua makin kencang, mama seakan akan menggantung ditubuhku lekat dan sangat erat …cret–cret… dan rintihan kenikmatan mama bercampur aduk dangan geramanku… semuanya berakhir membawa kami berdua ke langit ketujuh…

Setelah ledakan kenikmatan birahi bersanggamah dengan mama yang menghamburkan air mani kami berdua tercecer kemana-mana membuat kami berpelukan lemas dan penuh kebahagian dan akhirnya jam didinding hotel telah menunjukan pukul 03 pagi. yang akhirnya kami berdua tertidur kelelahan dalam keadaan telanjang bulat berpelukan bagai bayi yang baru lahir.

Keesokan harinya Mama dan Yuniorku keduluan terjaga… , Mama sambil memelukku ,menjepit hidungku sehingga saya sulit bernafas dan akhirnya saya juga terbangun…, Selamat Pagi Anak Nakal…sambut Mama sambil tersenyum manis…, tidak kusiasiakan Kesempatan ini , kutarik tubuh Mama persis menindih tubuhku, Kuraih wajah Mama dan kulemut bibirnya yang tipis…, Mama pun bereaksi menyambut malah dalam posisi tubuhnya menindih tubuhku berusaha memasukan Yuniorku ke Vaginanya. Nampaknya Napsu Birahi Mama makin menjadi jadi setelah bersanggama, tidur istirahat semalam .. kusambut kebinalan Mama dan tiba –tiba Mama menghentikan gerakannya sambil berkata.. Ar, Kamu belajar dari mana kurang ajar setubuhi Mama . sebelum saya menjawab ,

Mama mengencangkan otot Vaginanya..membuat yuniorku makin kelelap..“Kan Mama yang ajarin…” jawabku singkat sambil membalikan tubuh Mama menjadi tertelungkup, kuangkat pinggul Mama sedikit meninggi dan kuarahkan yuniorku ke Vagina Mama dari belakang.. Kembali terdengar geraman Mama.. “Jangan gini Ar..oww!!, tetapi goyangan Maya justru mendukung dan menyambut .. Kukocok Vagina Mama dari belakang…agar tidak terepas kedua tanganku menggenggam pinggulnya..Mama makin menggelapar.., dan kocokanku makin kencang …, tubuh Mama terangkat menyebabkan buah dadanya bergelantungan bergoyang seirama tumbukan Yuniorku ke Vaginanya. tiba-tiba mama meraih kedua tanganku dan membawa ke gundukan buah dadanya dan Mama mengeram histeris tetapi suaranya teredam karena Wajah mama dibenamkan dikasur.

Dalam beberapa saat kemudian, kami berdua mengambil posisi duduk berhadapan..tepatnya Mama duduk diatas selanggkangku denganVaginanya masih tetap menjepit yuniorku, Mama menaik-turunkan bokongnya sambil mendengus dan saya menjilat leher Mama sambil meremas kedua buah dadanya Dan akhirnya kami mengalami orgasme dalam posisi duduk.

Kami duduk terdiam, berpelukan, saling menatap, mama tersenyum manis, sambil kukecup bibir mama kubaringkan tubuh Mama perlahan-lahan… dengan tidak melepas yuniorku didalam vagina Mama dan pelukanku… “ Mama..!!, ada satu permintaan Anakmu yang Nakal ini”, “apa sayang !!” sela mama, “ Saya sayang Mama dan saya sangat mencintai Mama, …Maukah Mama menjadi isteriku selama-lamanya??” Gila Kamu Ar.. Mana Ada Anak memperisteri Ibu Kandungnya” jawab Mama sambil tersenyum “, “tetapi kamu boleh setubuhi Mama kapan kamu mau, asalkan Ayahmu tidak tau” sambungnya..

Selama hampir sejam, kami berdua masih berbaring dan bercinta dengan keadaan telanjang bulat, saya berbaring terlentang sambil membelai rambut Mama yang acak2akan, Mama berbaring tertelungkup dengan kepala bersandar didadaku, wajahnya menengadah keatas sangat dekat dengan wajahku, sehingga nafas kami berdua saling menyatu, tangan kiriku membelai tubuh Mama yang mungil, sampai kepinggang , terkadang kuelus buluh pubis Mama yang halus dan pahanya yang sangat Mulus, Mamapun tidak henti2nya mengelus yuniorku, seakan akan tidak rela apabila benda yang bulat panjang ini yang telah membuatnya menjadi setan histeris akan mengkerut. Cerita kami kami berdua dipenuhi dengan kata-kata cinta birahidan model atau gaya bersetubuh, dan akhirnya Mama meminta ”Gendong Mama ke Kamar Mandi Sayang”

Dikamar Mandi, tubuh kami berdua saling melekat terus, Mama tidak pernah melepaskan ciumannya, sewaktu Mandipun kami bersetubuh berdiri, suatu kenikmatan tersendir yang mama belum pernah merasakannya yaitu Badan kami lumuri sabun cair sehingga sangat licin, Mama mencapai orgasme sewaktu saya menggendong dan menyetubuhinya sambil berdiri..tawa cekikan dan teriakan kenikmatan serta kebahagian birahi mama mengaun dikamar mandi. Dibak Mandi yang sempitpun Kami Mandi berdua melanjutkan babak berikutnya dan akhirnya Mama pun orgasme kedua kalinya di Bak Mandi. Didalam air yang dipenuhi busa sabun dan birahi.

Sangking Gilanya Kami berdua, Kami keluar dari kamar mandi masih dalam keadaan telanjang bulat dan berpelukan, berciuman, kemudian saya duduk disopa, mama saya dudukan diatas selangkangku, Yuniorku yang tak kunjung mengalah tetap berkubang di Vagina Mama sampai akhirnya Jam 11 lewat 30 menit..kami bersiap-siap check out dari hotel.

Sewaktu kami hendak mengambil kunci Mobil diresepsionis, Kami disapa “Selamat Siang, terima kasih atas kunjungannya dan semoga Bapak dan Ibu menikmati Kebahagian di Hotel Kami, Mama hanya tersenyum dan berjalan menggantung di Bahuku menuju ke Mobil Kami yang telah disiapkan.

lihat juga kisah paling hot satu ini yang tak kalah seru dan menarik untuk di baca Ibu Tiri Ketagihan Ngentot Saat Kuperkosa.

TAMAT

Source

Cerita Seks Gadis Desa Anak Pembantuku

Cerita Sex – setelah sebelumnya ada Selingkuh Dengan Sahabat Suamiku yang Perkasa, kini ada cerita seks bergambar Cerita Seks Gadis Desa Anak Pembantuku. selamat membaca dan menikmati sajian khusus yang hot di jamin seru dan meningkatkan nafsu birahi seks.

Aku akan menceritakan salah satu kisahku dengan gadis desa yang pernah dekat denganku, tipe gadis ini memang agak malu malu, tapi kisah ini tiak aku akan lupakan karena ini merupakan awal aku kenal dengan sex sebelum menginjak ke cerita perkenalkan namaku Roni.

Cerita Seks Gadis Desa Anak Pembantuku

Dalam perbincangan dengan teman-teman sekelas terutama cowok-cowok, sering kami berbagi pengalaman seru masing-masing. Dari para sahabatku, cuma aku seorang yang masih perjaka. Yang lainnya sudah masuk golongan pemanah.

Ada yang nyikat pembantunya, pacarnya, dan ada juga yang melakukannya dengan wanita pro. Sedang aku ? Pacarku seorang yang tekun menjalani agama. Kalau bertamu ke rumahnya saja selalu ada orang lain yang menemani entah ayah, Ibu atau saudara kandungnya. Kesempatan yang ada cuma saat pamit ketika ia mengantarkan ke luar rumah. Itupan hanya ciuman di pipi saja. Main dengan yang pro aku tidak punya cukup keberanian. Pembantu ? Pembantuku STW berkain kebaya, dan sama sekali tidak menarik.

Suatu hari sepulang ke rumah setelah latihan band dengan teman-temanku, aku berteriak memanggil bik Minah pembantuku agar menyiapkan makanan. “Bik Minah pulang ke kampungnya, dijemput adiknya tadi pagi, karena salah satu ponakannya akan dinikahi oleh seorang cukup terpandang di desanya.

Nah rupanya akan ada pesta besar-besaran di kampung. Mungkin bulan depan bik Minah baru balik, ” kata ibuku. “Tapi nggak usah khawatir, Aryani anak bik Minah yang membantu kita selama bik Minah tidak ada, kebetulan ini kan musim liburan sekolah. “

Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tidak memperhatikan karena kupikir anaknya bik Minah pasti kurang lebih sama dengan ibunya. Tapi ketika aku menoleh, ya ampun, ternyata manis juga anak ini.

Kulitnya bening, wajahnya polos dengan bibir tipis agak kemerahan, rambut dikepang kuda. Ukurannya sedang-sedang saja. Mungkin kalau dipermak sedikit orang tidak akan menyangka ia cuma anak pembantu.

Tak lama ibuku berteriak dari ruang depan, mengatakan bahwa ia akan pergi ke pertemuan wanita sampai malam. Di rumah tinggal aku dan Aryani.

“Yani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, ” kataku ketika melihat Aryani melintas. “Kamu sekolah kelas berapa Yan ?

“SMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, ” katanya polos.

“Di kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa malah sudah dilamar ? ” tanyaku lagi.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryani. “Kalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya ?”

“Gadis kota mana mau sama aku, Ya ? ” kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. “Lagipula aku sukanya gadis yang masih polos seperti kamu. “

“Ah mas, bisa saja, ” katanya malu-malu, “Aku kan cuma anak seorang pembantu. “

“Yan, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, ” kataku sambil bergegas naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani.

Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, rupanya habis mandi, karena tercium wangi sabun luks. Segera kusuruh ia duduk menemaniku nonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman temanku yang biasanya kuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah.

Kupilih yang tidak terlalu vulgar, supaya Aryani jangan sampai kaget melihatnya. Adegan yang ada paling cuma percintaan sampai di ranjang tanpa memperlihatkan dengan detail.

Rupanya adegan-adegan itu membuat Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisa diam. “Mas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, ” katanya.

“Tunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, ” kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya, “Kamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soal sepele, aku akan membantumu, asal …”

“Asal apa mas, ” katanya bersemangat.

“Asal kamu mau membantu aku juga, ” kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraih tangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryani sangat kaget dan segera berontak sambil menangis.

“Yani, kamu pikir aku akan memperkosamu ? ” kataku lembut. “Aku cuma mau supaya kamu bersedia menjadi pacarku. “

Ia membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapi kali dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dan kuciumi lehernya. Aryani terengah-engah terbawa kenikmatan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan terburu-buru. Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelum direguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa.

Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas dadanya, dan kubuka kancing dasternya dari belakang tanpa setahunya. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternya ia tersadar dan mau protes.

Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yang bidang, hasil rajin fitness. “Yan kamu curang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong. “

“Ah jangan mas, malu, ” katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya.

“Bajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, ” kataku sambil menyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan kurang siap dengan serbuanku sehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar payudaranya yang masih tertutup beha berwarna hitam.

“Aduh mas, mhm, enak sekali, ” katanya sambil menggelinjang. Tangankupun bergerilya membuka pengait behanya.

Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka behanya ia kembali tersadar dan protes, ” lho mas janjinya behanya tidak dibuka, ”

Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar tetapi sangat indah bentuknya, dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudara kanannya sambil kuemut-emut. Ia tidak dapat berkata-kata tetapi menjerit-jerit keenakan.

Terdengar alunan suara erangan yang indah, ” mph, ehm, ahhh, ‘ dari bibirnya yang mungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yang masih tertutup CD yang juga berwarna hitam.

Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yang Ayryani terima sehingga mulai keluar cairan dari MQ-nya yang membasahi CDnya.

“Oh mas, oh mas, mph, enak sekali, ” lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudah menyelinap ke balik CD-nya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jariku berhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuatnya badannya gemetaran merasakan kenikmatan yang amat sangat.

Sengaja tidak kucolok, karena itu bukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti.
“Ahhh !” jerit Aryani, dibarengi tubuhnya yang mengejang. Rupanya ia sudah mencapai klimaksnya. Tak lama tubuhnya melemas, setelah mengalami kenikmatan pertama kali dalam hidupnya. Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah CD yang menutupi tubuhnya.

Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta CD-ku, pikirku ia masih lemas, pasti tidak akan banyak protes. “Lho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampai terlalu jauh, ” katanya sambil berusaha untuk duduk. “

“Yan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamu sudah melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, ” kataku sambil secepat kilat menarik cd-nya.

“Mas, jangan ! ” protesnya sambil mau memertahankan CD-nya, tetapi ternyata kalah tangkas dengan kecepatan tanganku yang berhasil melolosi CD-nya dari kedua kakinya. Terlihatlah pemandangan indah yang baru pertama kali kulihat langsung. MQ-nya masih terkatup, dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung membesar dan mengeras

Segera kuciumi bibirnya kembali dan kulumat payudaranya. Aryani kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakinya dengan kedua kakiku, “mas, jangan, oh !” katanya.

Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumat bibirnya agar tidak dapat bersuara. Perlahan-lahan torpedoku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubang kenikmatan.

“Mas, jangan, aku masih perawan, ” protes Aryani ketika berhasil melepaskan bibirnya dari ciumanku.

“Jangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar saja, ” kataku ngegombal sambil memegang torpedo dan mengarahkannya ke celah yang sangat sempit.

Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil juga kuputar-putar di dinding luar MQ-nya. “Mas, mas, mphm, oh, uenak sekali, ” katanya penuh kenikmatan. Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahi helmku.

Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam MQ-nya dengan menyodoknya perlahan-lahan,

“Aw mas, sakit ! Tadi katanya tidak akan dimasukkan, ” protes Aryani, ketika kepala helmku mulai agak masuk.

“Nggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yan !” kataku setengah berbohong sambil terus bekerja.

Sempit sekali lubangnya si Yani, sehingga susah bagiku untuk memasukkan torpoedoku seluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganya dengan gigitan kecil-kecil.

Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, “Aw !” Saat itu dengan sekuat tenagaku kusodok torpedoku yang berhasil tenggelam semuanya di MQ-nya Aryani.

Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam MQ Aryani. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya. Rupanya rasa sakit yang dialami Aryani tergantikan dengan rasa nikmat.

Yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini.

Torpedoku semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, Akupun melngalami kenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks.

Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitan MQ perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedoku terbenam di dalamnya. Terasa hampir meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar panasnya ke dalam surga kenikmatan Aryani.

Dengan sekut tenaga kubenamkan torpedoku sedalam-dalamnya dan crot, crot, cort ! Air maniku muncrat ke dalam rahim Aryani, Terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Aryani. Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan.

Tubuhkupun jatuh terbaring di atas tubuhnya penuh dengan kenikmatan. Kami berdua terbaring tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yang sampai ke ubun-bubun.

Sekian Cerita Seks Gadis Desa Anak Pembantuku by Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.

  • cerita sex gadis desa perawan
  • cerita dewasa ml anak pembantu
  • cerita ngentot cewek gadis desa
  • cerita gadis desa ngesex majikan

Source