Cerita Seks Dewasa – Ngentot Istri Tetangga yang Lagi Kesepian | Cerita Seks Dewasa | Cerita Ngentot | Cerita Panas

Cerita Seks Dewasa - Ngentot Istri Tetangga yang Lagi KesepianCerita Seks Dewasa – Ngentot Istri Tetangga yang Lagi Kesepian</p> ” data-image-meta=”{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":""}” data-image-title=”Cerita Seks Dewasa – Ngentot Istri Tetangga yang Lagi Kesepian” data-large-file=”https://ceritaseksdewasa.files.wordpress.com/2014/07/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian.jpg?w=213″ data-medium-file=”https://ceritaseksdewasa.files.wordpress.com/2014/07/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian.jpg?w=200″ data-orig-file=”https://ceritaseksdewasa.files.wordpress.com/2014/07/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian.jpg” data-orig-size=”213,320″ data-permalink=”https://ceritaseksdewasa.wordpress.com/2014/07/08/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian/#main” height=”150″ src=”https://ceritaseksdewasa.files.wordpress.com/2014/07/cerita-seks-dewasa-ngentot-istri-tetangga-yang-lagi-kesepian.jpg?w=169&h=150″ width=”169″>Cerita Seks Dewasa – Ngentot Istri Tetangga yang Lagi Kesepian — Umur saya saat ini 23 tahun saya sudah 2 tahun menikah dengan suami saya mas Aries, saat ini mas aries berumur 34 tahun, kami umur kami memang terpaut cukup jauh.. pernikahan kami adalah pernikahan yang diatur. hmmm maksudnya dijodohkan.. tapi bukan berarti saya tidak sayang terhadap mas Aries..dia orang yang sangat humoris.. kehidupan sex kami juga lumayan bagus walau menurut saya dia sangat konservatif satu2nya kebiasaan yang rada tidak konservatif adalah dia senang merekam adegan kami saat bercinta denagn menggunakan handycam walau saya sering protes seba yang terlihat utuh hanya saya sedang dia hanya terlihat dari leher ke atas (curang).

Cerita Dewasa – Ngentot Istri Tetangga yang Lagi Kesepian Untuk sekedar gambaran meskipun berjilbab rapat saya sering membanggakan kulit saya yang sangat putih saya mengunakan bra ber ukuran 34C Tinggi saya 155cm dan berat 44kg. Buah dada saya lumayan membulat dengan puting berwarna kemerahan dan cukup panjang menonjol sebesar ruas pertama kelingking saya, bentuk pantat saya padat namun tidak terlalu besar, saya tidak pernah merasa memiliki wajah & jilbab yang terlalu cantik walau banyak teman yang mengatakan saya pantas jadi model muslimah. Ada teman saya yang sinis mengatakan kenapa saya dijodohkan dengannya, sebab dia nggak laku hinggak berumur 32 tahun belum menikah sehinggak harus dijodohkan dengan saya yang jauh lebih muda. Suatu pernyataan yang sama sekali tidak benar, kalau mas Aries mau pasti banyak yang mau menikah dengannya selain pendidikannya lumayan tinggi, kaya, dia lumayan ganteng dan orangnya baik serta humoris, tapi dia terlalu sibuk dengan dakwah nya. Dua tahun lalu pernikahan kami dipercepat karena mas Aries harus berdakwah di Korea selama 5 tahun. Jadilah kami menikah kemudian berangkat ke Korea. Di Korea kami tingal di sebuah kota Industri dan mas Aries adalah orang berasal dari Indonesia.

Namun kami tinggal di sebuah apartement di semacam komplek. Mas Aries sendiri sebagai dai sering sekali pergi ke luar kota tempat kami tinggal selama beberapa hari. Selain Apartement terdapat juga beberapa bangunan untuk mess bagi karyawan dengan grade yang lebih rendah. Dan kebetulan banyak terdapat TKI yang bekerja disana umumnya mereka bekerja sebagai cleaning service atau buruh pabrik di perusahaan itu (nasib anak bangsa hihihi). Mungkin kalau kita tinggal di Indonesia kita kurang perhatian dengan tetangga yang status kelasnya jauh dari kita, tetapi sebagai sesama perantau di negri asing mas Aries sering sangat bersikap ramah ke para cleaning service dan buruh itu dengan mengundang mereka main ke apartement kami yang walaupun sempit namun tetap jauh lebih besar dari mess mereka. Yang paling sering datang adalah dua orang cleaning service bernama mas Mantri dan mas Hari mas Mantri tubuhnya gempal tidak gendut namun lumayan gemuk kulitnya hitam tampangnya nakal. sedang mas Hari hmmm nggak beda jauh sama Tukul yang lagi populer di Indonesia, tapi orangnya sangat pendiam. Mas mantri menurut penilaian saya sangat menyebalkan sebab sering menatap saya seolah2 serigala yang menatap seekor anak kelinci saya suka bilang ke mas aries tapi kata dia biar aja mungkin karena kamu cantik dan istri mas Mantri ditinggal di Indonesia. tetapi tetap saja saya suka risih dan tidak suka dengan tatapan liar matanya. Hari itu kembali mas Aries di tugaskan untuk melakukan kunjungan rutin selama seminggu keluar kota meninggalkan saya sendirian di Apartement. Sebenarnya ini sangat menyiksa saya. Bahasa korea saya sangat jelek dan tidak seperti di Indonesia yang masyarakatnya sok tau, di Korea jika seseorang tidak benar2 fasih berbahasa Inggris maka dia tidak mau berbahasa inggris (menyebalkan….). Selain itu saya tidak tahu harus kemana kalau tidak bersama mas Aries. Apalagi hari itu hari sabtu dimana biasanya penghuni komplek itu rata2 pergi berakhir pekan entah hanya ngobrol2 di pusat tongkrongan di pusat kota atau ketempat hiburan lain. Akhirnya seperti setiap kali mas Aries pergi selama beberapa hari, saya hanya bisa berdiam diri di Apartement. Namun hari itu setelah bosan menonton TV tiba2 terbersit di otak saya keinginan untuk menonton adegan persetubuhan kami kembali yang telah di rekam oleh mas Aries. Setelah saya mengambil dari tempatnya biasa disimpan (kami biasanya hanya menonton sekali setelah itu disimpan begitu saja). Saya siap menyalakan CD nya….

tapi tiba2 ada rasa keinginan kuat untuk menonton CD itu dalam keadaan … tanpa busana.. telanjang. Kemudian setengah berlari karena diliputi perasaan yang aneh yang mengairahkan saya berlari ke kamar untuk melepaskan semua pakain saya. Dan kemudian dalam keadaan bugil saya berjalan kembali keruang tamu yang merangkap ruang keluarga dengan masih diliputi gairah yang aneh kemudian sebelum saya menyalakn CD nya saya menyingkirkan semua benda yang dapat saya gunakan menutupi ketelanjangan saya mulai dari taplak meja, bantalan kursi hingga majalah hanya menyisakan satu buah bantal…entah kenapa itu saya lakukan. Akhirnya saya mulai menonton CD adegan cinta kami, disitu mas aries tidak terlihat wajah & jilbabnya namun saya terlihat jelas seluruhnya mungkin karena mas Aries melakukan adegan itu sambil memegang kameranya. Saya begitu terangsang hingga tangan saya tanpa sadar mulai memelintir2 puting saya dan mempermainkan itil saya. Rasanya begitu nikmat eaouuuh… cairan vagina saya mulai banjir… Tiba2 bel apartement saya berbunyi… saya begitu terkejut… saya segera bangkit dan mengintip dari lubang pintu., saya lihat mas Mantri dan mas Hari didepan pintu. pikir saya mau apa sih mereka bukannya mereka tahu kalau mas haris hari ini keluar kota. Saat itu tubuh saya dalam keadaan bugil dan cairan vagina yang mengalir sedikit di sela sela paha. Saya berusaha diam agar mereka pergi karena mengira saya tidak ada di tempat. Tapi mereka tidak pergi2 bahkan terus menerus menekan bel sehingga ribut sekali didalam apartement bahkan mereka mulai mengetuk2 pintu. Akhirnya setelah han megenangkan jilbab saya membuka pintu sedikit dengan harapan mereka tidak melihat ketelanjangan saya. Saya menjulurkan kepala saya dan menyembnyikan tubuh saya dibalik pintu, “Pagi mba Aggie” sapa mereka…”Pagi mas Mantri, mas Hari ada perlu apa ya pagi2, Mas Ariesnya sedang keluar kota…” jawab saya dengan harapan mereka segera pergi. “Kami tahu kok mba.. kami mau ketemu mba nisa saja buat ngobrol2″ jawab mas Mantri sambil memandang aneh dan berusaha melihat kedalam, saya merasa risih dengan pandangan matanya apa lagi kali ini saya dalam keadaan bugil saya takut dia tahu.” Jangan sekarang ya mas Mantri saya sedang nggak bisa” jawab saya dengan harapan mereka segera pergi. “wah nggak ah mba, saya tahu mba kesepian kalau lagi ditinggal mas Aries” jawabnya lagi”kita cuma mau temenin ngobrol sambil bersenang2 sedikit”, ‘bersenang2′ dalam hati ku apa maksudnya… “lain waktu aja deh mas saya lagi nggak sempat” jawab saya ketus mulai jengkel..sayapun hendak menutup pintu, tapi alangkah kagetnya saya ketika mendapati pintu diganjal oleh kaki mas Mantri “masa mba tega ngebiarin kita kedinginan diluar sini” kebetulan saat itu adalah akhir musim gugur. Saya berusaha mendorong pintu itu sekuat tenaga sehingga tanpa sadar posisi berdiri saya bergeser sehingga ketelanjangan saya langsung terlihat oleh mereka. “Wuihhh liat rii, mba nisa bugil… ” katanya setengah berteriak menyebabkan saya terkejut dan kehilangan kontrol atas pintu. Cerita Seks – Menggauli Istri Tetangga yang Kesepian Mas Mantri kemudian menerobos masuk diikuti mas Hari yang langsung segera menutup kembali pintu di belakangnya sementara saya terhuyung kebelakang dengan berusaha menutupi dada dan vagina saya, “rii liat jembutnya lebat banget..wah mba nisa ngapain bugil2an kaya gini mau menyambut kita ya….wah ri liat dia lagi nonton bokep..” katanya merepet, saat itu saya baru sadar saya tidak mematikan CD adegan cinta kami. “mas Mantri…mas Hari apa2an ini cepat keluar kalau tidk saya akan berteriak” kata saya tapi dengan cepat mas Mantri menangkap saya dan mendorong saya sehingga saya terjengkang ke belakang, kemudian diameraih pinggul saya dan merengkuh saya dari belakang dalam posisi duduk dan dengan nakalnya tangan kirinya dia meremas buah dada saya dan tangan kananya meraba vagina saya,” ri….memeknya sudah basah nih…” yang diajak ngomong tidak banyak bicara hanya tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke alah televisi yang sedang menayangan CD pribadi ku…”mba pantas ya jadi bintang bokep” katanya… “handycamnya ditaruh dimana mba… di kamar ya”katanya lagi sambil ngeloyor kekamar tidurku..sementara saya terus berontak… tapi posisinya malah bertambah sulit mengingat ukuran badan mas Mantri …sekarang saya berada di pelukannya dan mulut mas Mantri mengulum pentil saya yang besar….. walau saya terus berontak tapi hal ini membuat saya sangat terangsang… tapi saya tetap berontakk … Mungkin karena kesal mas Mantri tiba2 memukul perut ku tepat di ulu hati…saya langsung sesak napas..”kalau mba Angie nggak berhenti berontak saya bisa lebih keras…. sekarang mau menikmati apa menderita”katanya, tapi saya tidak bisa menjawab saya sesak napas mata saya berkunang2 saya mulai menangis.. tubuh saya lemas…”bagus …”katanya dan dia pun mulai kembali mengulum dan mempermainkan pentil saya…”mba pentilnya gede juga ya…” lalu setelah dirasa saya tidak banyak berontak dia mulai turun dan mempermainkan vagina saya…. pertama di bukanya lebar2 lalu diselipkanya lidahnya diantara liang vagina lalu seperti lidah ular lidahnya bergetar cepat menjilat2 itil saya…

itu benar2 sensasi yang aneh…belum pernah saya merasakan itu sebelumnya… bahkan mas Aries belum pernah mengoral diriku seperti itu….rasanya…sulit aku lukiskaaan auuggghhhh…ohhhhhh saya mulai melenguh keenakan dan tampaknya mas Mantri tahu… dan tanpa saya sadar dari tadi mas hari yang pendiam sedang merekam kejadian itu menggunakan handycam mas aries…seolah tersadar saya kembali berontak… ada rasa malu di dalam diri saya… kenapa bisa2nya saya terangsang di oral pria bukan suami saya…dan disaksikan serta direkam pula oleh orang lain…saya kembali meronta.. tapi tiba2 tarrrrrr… mas Mantri menampar keras di pipiku hingga terasa seolah2 ada bekas telapak tangan dipipiku…. kemudian dia menjepit puting ku memelintir kemudian ditariknya keras keras sehingga sedikit membengkok kebawah rasanya benar2 sangat sakit..hingga hampir tak tertahankan dan cukup manjur kembali menghentikan perlawananku… “terus ngelawan pentil kamu copot…” katanya, kudengar mas hari tertawa terkekeh2 (terdengar suaranya sedikit menyeramkan pantas dia jarang ngomong) sambil terus merekam adegan itu…”sekarang mau anteng nggak…?” mendengar itu saya langsung terdiam tapi ternyata dia tidak puas “mau anteng tidaaaakkk” teriaknya sambil memelintir dan menarik puting ku keras keras. sakit sekaliii sayapunterpaksa menganggukkan kepala ku… akhirnya dia mulai kembali memainkan itil ku dengan jari sementara mulutnya mengenyot kedua puting susu ku bergantian… ehhhhhhh aghhhhhhh massss Mantriiiiiii jangaaannnnnnnn kata ku setengah meracau kenikmatan…. kulihat mas Mantri tau aku terangsang hebat sedang mas hari kembali terkekeh…. sambil terus merekam adegan itu…akhirnya dengan rasa yang sangat malu…oeuuuuuhhhhhh masssss mantriiiiiiiii sayaaaaaaaaaa hehhh keluarrrr tanpa sadar kata2 itu terucap dari mulut saya……..memalukaaan …tapi itu kenyataaan Mereka pun tertawa2…. kulihat mas Mantri membuka celana dan bajunya daaan astaga penisnya besar sekali rasa2nya hampir sepanjang 20 cm dan diameternya itu lohhh jauh dari milik mas aries… yang menakutkan adalah urat2nya yang terlihat menonjol.. ‘penis besar mengacung keatas’ benar2 pemandangan yang luar biasa menaksjubkan tanpa sadar mataku terus memandang kesitu…”hehehe suka ya sini duduk jangan ngeliat dari jauh terus” katanya sambil menarik saya duduk dan menyodorkan penisnya kemulut ku… “ayo dikenyot awas kegigit saya hajar kamu” saya begitu ketakutan belum pernah mas aries minta di oral seperti ini …. dulu saya sering melihat di filim BF tapi tidak menyangka harus melakukannya sendiri, terhadap pria yang bukan suami sendiri lagi.. melihat saya ragu2 mas Mnatri tiba2 menarik jilbab saya dan memaksa memsukan penis besarnya kemulut saya…. sehingga saya terpaksa mengulumnya… suatu gairah aneh muncul didalam diri saya ketika melakukannya …. mata saya melirik saya lihat mas hari tetap mengabadikan dengan serius adegan itu… seolah2 saya merasa diberi semangat oleh suporter… sehingga saya benar2 mengulum dan mngemut penis itu sekuat kemampuan saya dengan HOT…… eahhhhh terus nisa terus pelacurrrrr…. mendengar kata terakhir saya terkejut dan hampir berhenti…. tapi mas Mantri kembali menarik jilbab saya kuat2 dan menekan penisnya jauh ke dalam mulut saya …hingga akhirnya saya terpaksa meneruskan…. dan tidak berapa lama tiba2 tubuhnya mengejang dan kepala saya ditariknya kuat2 sehingga penis itu masuk lebih dalam dannn dia memuntahkan maninya didalam mulut saya…. rasa mual membayangkannya menyebabkan saya hampir memuntahkannya tapi seolah2 dia mengetahui niat saya.”berani muntahin saya hajar kamu… sekarang kumur2 dulu lalu telannn….cepat” saya dengan sedikit mual akhirnya saya mengumur2 mani itu di mulut saya mas Mantri menyuruh mas Hari mendekatkan kameranya…”tahan dulu jangan di telan…coba buka mulut kamu saya mau liat” katanya saya melakukannya dan air mani itu mengalir sedikit keluar dari mulut ku…”cepat kumur2 lagi…” aku pun mengumur2 dan”…oke cukup sekarang telan…”sekali lagi gairah aneh muncul apalagi kamera tetap merekam dari jarak sangat dekat…kemudian mas Mantri menyuruh saya berbalik dalam posisi merangkak….tiba2 dia memasukan penis besarnya kedalam vagina saya saya begitu terkejut dengan sensasinya…penis itu begitu padat dan keras…terasa sangat penuh ehhhh benar2 serasa dilangit…. dia mulai mengoyangkan pantatnya dengan cepat sehingga sayapun ikut bergoyang2 tapi tanpa sadar sebenarnya saya telah menyambut dengan antusias….setiap sodokannya ini terbukti beberapa kali mas Mantri sengaja berhenti bergoyang…. dan.. saya terlambat berhenti bergoyang…. sehinga setiap ini terjadi mereka berdua tertawa keras..”sudah mulai menikmati ya …hahahah dasar pelacur murahan…” awalnya saya benar2 merasa terpukul mendengar itu tetapi saya kembali dilingkupi perasaan aneh…saya jadi lebih kencang bergoyang menyongsong kenikmatan ….. dan tanpa terasa mas Mantri sudah berdiam….berhenti beroyang …hanya saya yang bergoyang maju mundur penuh gairah….(memalukan..). Mereka tertawa2 mas hari mendekatkan kamera kewajah & jilbab saya yang saya tahu pasti sedang terlihat sangat horny, terlihat dari reaksi mas hari.. Cerita Seks – Menggauli Istri Tetangga yang Kesepian Tiba2 mas Mantri menahan gerakan pinggul saya… saya seolah kesetanan masih berusaha bergoyang…”sabaarrr tahan dulu lonteee…saya mau pakai cara lain aja…” lalu dia mencabut penisnya… plok… suaranya terdengar keras karena vagina ku sudah basah oleh cairan vaginakusendiri… Dengan napas tersengal2 aku memperhatikan dia bangkit dan kemudian duduk dengan santainya di sofa milik ku… “kesini …” dia mamangil aku sambil memberi isyarat agar aku menghapirinya dalam kadaan merangkak setelah dekat dengan telunjuknya dia memberi isyarat kepada ku untuk berputar dan kemudian mengarahkan pantat ku yang sedikit menungging kearah penisnya dannn sleppp kemabali penisnya masuk ke vaginaku..badan ku bergetar hebat ketika kepala jamur itu menghunjam dengan cepat ke dalam vagina ku…eughhhh…. aku melenguh…hampir2….aku histeris karena nikmatnya… stelah itu sambil dengan santainya dia duduk..”sekarang goyangkan pinggul mukaya tadi …lontee,,,” katanya sambil menampar keras2 pantat ku….aku demikian terkejut tapi tanpa disuruh dua kali aku segera bergoyang…maju mundur…sedangkan dia tetap duduk dengan santainya…sambil terus berulang2 menampar pantat ku cetarrrr..cetar…”hari gue gemes banget sama ini pantat…putih banget kalah pantat cewe’ korea…” yang diajak bicara tetap diam sambil mengambil gambar adegan itu… “aughhhhhhh…mas Mantri jangaaaaan siiiiiigghhhhksaaaa sayaaaa” aku merasa tersiksa karena rangsangan yang hebat dan gairah aneh yang mengebu2 sedang dia dengan santainya duduk membiarkan saya yang bekerja maju mundur…”hahahahaha….terus pelacurrrr” “dasar cewe gatellll…… ayooo kalo mau klimaks harus kamu sendiri yang raih….ughhtttttttt uenaaaakkk dasar lonteeee” enath setan apa akupun makin cepat memacu gerakan ku sampai tiba2 aku merasa tubuhku bergetar hebat…belum pernah aku merasakan ini dengan mas Aries… dann”aughhhhhh mas Mantri saya keluaaaarrrrrr” dan saya pun jatuh tersungkur denga pantat menungging dan penis mas Mantri masi menancap dalam….”

kurang ajar siapa yang suruh klimaks duluaaan…”kemudian dia membalik diri ku hingga terlentang kemudian kedua kaki ku diangkat keatas hingga lututku menyntuh payudara ku….dan vaginaku terpampang lebar2 aku sudah lemas karena klimaks….dia kemudian menacapkan kembali penisnya di vagina ku…”uuuggghhhhhhh mass…..” sekali lagi rasa nikmat luar biasa menjalar ditubuh ku membuat aku seperti mengambang di langit… mungkin saat itu wajah & jilbabku begitu horny sebab mas hari kemali mendekatkan handycamnya ke wajah & jilbabku….pingulku terangkat tersentak2 oleh goyangan mas mantri…beberapa menit kemudian…”mmmmaaasss akuhhhh keluaaarrrrrrr” dan sekali lagi ribuan volt listrik seolah menjalar memberikan nikmat tiada tara….melihat wajah & jilbab ku tampaknya mas Mantri juga tidak tahan..wajah & jilbabnya tiba2 menegang kemudian dengan cepat dia mencabut penisnya dan kemudian tiba2 crot…crot…crottt dia menembakannya ke wajah & jilbab dan tubuhku……..semua pejunyaaa..ahhhhh suatu sensasi aneh yang luar biasa sekali gus aku merasa murahan…… “kamu bener2 enak ….katanya sambil meraih tubuh ku ..memangku diriku seperti memangku anak kecil……dengan diriku miring menghadap kesamping..tangan kirinya melingkar kepinggangku…tangan kanannya mengelus2 pipiku…kemudian dia memaksa tangan kananku melingkar memeluk lehernya yang besar…aku hanya tertunduk lemass…mas hari masih mengambil gambarku…”pagi ini sampai sini dulu ya lonte…”aku pun mengangguk lemah…”sekarang jangan kamu bersihkan dirimu tunggu telpon dari saya katanya kemudian dia membaringakn diriku di sofa… dia sendiri bangkit….kemudian dia memakai pakaiannya, kemudian kembali menghampiri saya”..tunggu disini jangan kenakan pakaianmu…jangan bersihkan tubuh mu…”..aku mengangguk lemah sensasi aneh…meremang didalam diriku….kemudian dia beranjak mendekati televisi yang dari tadi masih menayangkan adegan cintaku dengan mas Aries… kemudian dia mematikan CDnya dan mengeluarkan nya kemudian mengantungi di saku jaketnya…..”hari bawa handycamnya….” sambil meberi isyarat kepada hari untuk pergi meninggalkan rumahku,…diriku…yang telanjang dengan tubuh , wajah & jilbab dipenuhi seperma…aku hanya bisa termenung tidak percaya….”aku mencapai orgasme yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya….” “aku mencapainya dengan sedikit dipaksa….hmm sedikit…ya sedikit…mulanya memang dipaksa…””aku wanita murahan….”membayangkan kejadian tadi dan fakta aku seperti wanita murahan aku hampir kembali orgasme……….. Terlalu lelah … dan terlalu banyak berpikir ….aku akhirnya tertidur….tetap dalam keadaan hanya berjilbab…dengan tubuh penuh seperma yang sudah mengering….sampai tiba2 aku mendengar auara telpon berdering. Dengan berat aku melangkah…mengangkat telpon…”halo lonte…” saya langsung mengenali suara itu ..mas Mantri…”eh…lonte kamu cepet kesini ke mess saya ya….kan nggak jauh2 amat dari apartement kamu…” aku hanya diam menebak2 apa maunya. “tapi udara lagi dingin nih….” saat ini memang akhir dari musim gugur… “kamu pakai jubah panjang kamu yang tadi saya liat digantung di belakang pintu ya….” nadanya solah2 khawatir aku bakal sakit kalau tidak pakai jubah panjang itu.”…oh ya…jangan pakai apa2 lagi selain jubah panjang itu ya…”..aku seperti disambar petir…”apa maksud mas mantri…saya harus berjalan kemess mas Mantri cuma pakai jubah panjang tanpa pakai apa2 lagi didalamnya…?” “..tidak saya tidak mau….bagaimana kalau ada yag lihat…” tiba2 dengan nada sedikit lebih keras “terserah kamu tapi saat ini si Hari lagi browsing di internet dia bilang mau meng upload film kamu sama Aries dan , itu adalah sebuah situs yang sangat saya kenal sebab saya pertama kali mengenal situs berbahasa indonesia yang menunjukan banyak foto2 gadis indonesia di forum itu.. ”biar orang2 di Indonesia pada lihat aksi kamu…” sontak saya berteriak..”jangannn…mas tolong jangan saya takut…” sulit melanjutkan saya takut terhadap apa…”kalau gitu turuti saya ….pakai jubah panjangmu jangan pake daleman …cukup jilbab aja…” “…dan dandan yang cantik….” saya terdiam….”bagaimana lonte…” “…baik mas….” sebelum selesai saya berbicara “…pangil saya tuan….ingat tuan…” “baik tuan….”seperti kerbau dicocok hidungnya saya mengikuti kata2nya” Saya membulatkan tekat… saya berdandan yang cantik…kemudian tanpa membasuh bekas sperma tadi pagi saya mengenakan jubah panjang dan jilbab saya, lalu berjalan keluar. Mess tempat tinggal mas Mantri.. dan mas Hari berjarak sekitar 2,5 kilo meter. Saya berjalan menuju kesana dengan perasaan was was, sebab jubah panjang itu panjangnya agak transparan. Jarak 2,5 Kilo terasa sangat jauh.. Sampai akhirnya aku tiba didepan mess. Disana ketika sampai didepan pintu mess aku disambut oleh seorang security berkebangsaan India tau pakistan atau srilanka yang menanyakan tujuan ku, aku menjawab hendak ke mess mas Mantri… aku perhatikan mata security itu terus memandang kearah paha ku… yang agak terekspose…tapi kemudian dia memberi tahukan nomor kamar mas Mantri. dan yang kurang ajar tiba2 dia menepuk pantat ku… yang telanjang kemudian terkekeh…seolah aku seorang wanita panggilan murahan…aku hanya bisa menahan tagis ku sambil terus berjalan ke kamar mas Mantri… sesampai didepan kamar ke tekan bel kamar berulang2 dengan harapan lekas dibuka. Saya malu jika nanti ada orang lain lagi yang melihat ku… Pintu terbuka sedikit terlihat masih dikait dengan rantai kecil sebagai pengaman sehingga hanya terlihat sedikit wajah & jilbab mas Mantri “hai lonte si Hari mau Upload tuh filmnya…” “…Jangannnn…” kataku aku benar2 takut dia melaksanakannya…”..kamu bisa cegah dia kalau kamu kedalam…” “kalau gitu saya mau masuk…”kata saya setengah memaksa hampir menangis…”boleh tapi….kamar ini nggak boleh ada lonte masuk…” “‘…tuan izinkan saya masuk….” setengah terisak saya memohon takut mas Hari keburu meng upload film ku..”..baiklah saya juga belum selesai bicara tadi…”katanya lagi “..disini lonte dilarang masuk kamar kecuali masuk dalam keadaan bugil tapi jilbabmu tak usah..waktu masuk seluruh pakaiannya harus sudah dilepas diluar….”kata2 itu diucapkan dengan sangat kalem tapi membuat hati ku berdegup kencang…aku harus melepas pakaian ku diluar… dilorong mess … yang terdapat banyak atau setidaknya sembilan kamar lagi…bagaimana kalau ada yang melihat..”jangan tuan saya tidak mau …” mendengar itu tanpa banyak bicara pintu pun mulai di tutup oleh mas Mantri…”mas jangan tutp pintunya izinkan saya masuk…” aku menahan pintu jangan sampai tertutup “…lepas dulu jubah panjang kamu…. lagi pula tidak lamakan kamu lepas lalu aku bukakan pintunya …hanya beberapa detik…” aku berpikir …dan akhirnya aku mengalah…”baik mas aku lepas disini…” aku pun melepas pakaian ku…telanjang di lorong sebuah mess khusus pria….”cepat berikan jubah panjangmu sini..” katanya akupun memberikanya..kemudian pintu tertutup….biasanya kalau mau membuka rantai pintu memang pintunya harus ditutup dahulu ..rantai di lepas kemudian baru pintu dapat dibuka seluruhnya….tapi kali ini tidak stelah beberapa detik aku mendrngar mas Mantri dan mas Hari tertawa terkekeh seolah sedag berhasil menipu seseorang dan saya sadar sayalah sedang mereka tipu…. saya berdiri dalam keadaan bugil..berdandan antik namun tubuh penuh dengan bekas sperma…di tengah lorong mess khusus pria…tiba2 aku menjadi panik dan mulai menggedor2 pintu…. tapi beberapa menit sama sekai tidak ada reaksi kecuali suara tawa yang semakin keras…. karena suara ku dan suara gedoran ku ternyata mulai menarik perhatian penghuni mess seseorang terlihat menintip dibalik pintu di kamar sebelah, lalu aku lihat seseorang juga keluar..dan menhapiri diriku…tampaknya dia orang indonesia juga dia bertanya “

ada apa ….apa kamu belum dibayar…?” saya langsung syok mendengarnya… sayapun mulai menangis….”mas adi…nggak ada apa2 kok tadi cewe ini minta bayaran dimuka… tapi ternyata pelayanannya asal2an terus mau kabur lagi ya udah saya ambil aja pakaiannya…” terdengar suara mas Mantri dari belakang… “wah mba ini nggak bisa gitu dong….kembalikan uangnya atau kasih service yang bagus ke pelanggan” kata orang itu lagi saya merasa sangat terhina mendengar itu “hei…lonte…gimana..mau service bener2 nggak…?” aku pun mengangguk dengan tangan berusaha menutupi dada dan vagina ku…”kalo gitu nggak usah ditutup tutupi pakai tangan aset kamu itu” katanya ….aku pun melepaskan tangan ku…kemudian mas Mantri sambil tersenyum penuh arti mempersilahkan aku masuk kekamar masih aku dengar orang tadi bertanya “mas Mantri berapa kok bagus barangnya….” “murahhhhh nanti abis gue kamu boleh pake dehhh all in loh…”jawab mas mantri. Saya hanya bisa tambah menunduk…bersukur akhirnya bisa masuk ke dalam sehingga tidak lebih malu lagi… “lonte….haus nggak loe….” tanyanya, aku lihat mas hari sedang memegang handycam yang di shoot kearah diriku…” nih minum” katanya sambil menyodori penisnya, sayapun langsung menyambut dengan mulut terbuka….”kayanya musti kamu emut2 dulu deh hahaha” saya pun kembali mengoral penis mas Mantri…. tapi tiba2 saya lihat mas hari yang dari tadi memegang kamera tiba2 mendekat ditangannya membawa sesuatu saya kaget melihatnya dia membawa penjepit jemuran terbuat plastik… dan tanpa banyak ba bi bu…di langsung jepit puting susu saya… saya yangsedang meng oral mas Mantri kontan membeliak “eughhhhh sakittttt…” belum berhenti saya melenguh tiba2 sebuah lagi dijepitkan ke puting yang satunya….”….wauuuuuggghhhh suakittttt…eghht” saya baru mau mengerakan tangan saya untuk meraih penjepit tadi tapi tangan saya ditangkap dan dipegang dengan erat oleh mas Hari kemudian dengan sigap dia mengikat tangan saya…pergelangan tangan saya diikat dengan pangkal siku kiri sedang pergelangan kiri dengan pangkal siku kanan.. penis yang tadi saya oral sudah terlepas.. tapi saya liat mas Mantri tidak memaksakan untuk mengulum lagi… dia beringsut kemudian mengambil kamera yang sudah di tinggal oleh Hari…. saat ini saya duduk dengan lutut saya dengan posisi tangan terlipat ke belakang. hari lalu menciumi pipi lalu mengemut daun telinga saya sambil tangannya mengelus2 bongkahan pantat saya diperlakukan seperti itu saya hanya merasa merinding….. mas Hari wajah & jilbabnya sangat mirip dengan Tukul yang populer di tanah air…. tapi yang ini terlihat dingin dan pendiam…tiba tiba”aughttt sakit masssss” aku berteriak kencang sebab Hari mengigit telinga saya…kemudian tiba2 diamendorong saya kedepan sehingga saya jatuh dengan kepala kelantai ….. saat ini posisi saya menungging dengan bagian depan saya bertumpu pada pipi kanan saya… dengan kakinya kemudian dia menendang2 kaki saya memberi isyarat agar saya melebarkan kaki…karena posisi saya itu sedikit sulit saya lakukan sehingga saya jadi sedikit lambat…tampaknya dia tidak sabar dan langsung melepas ikat pinggang kulitnya dan ctarrrrrr…langsung digunakan menyabet pantat putih saya….”aghhhhhh sakittttt masss….”saya berteriak sekilas saya lihat wajah & jilbab mas mantri dibalik kamera menegang… tapi mas Hari tetap dingin ….dengan jarinya kemudian dia menusuk2 lubang vagina saya…kemudian mencubit2 bibir vagina saya… dan tiba2″augggghhhhhh massss sakittttt” hampir saya pingsan ketika mas hari kembali mengunakan penjepit jemuran untuk menjepit bibir vagina saya…dikanan dan dikiri…dan kembali saya terkejut ketika sebuah lagi dia jepitkan di itil saya…dan kali ini karena itu bgian yang paling sensitif sakitnya jadi sangat tidak tertahan …sayapun berteriak sekuatnyaaa…”Auuuuuughhhhtttttttt massssssa saskiiiiitsssss” mata saya berkunang2 …dan mulai menagis…hampir saya pingsan…”sudah massss sakittttt….saya sudah tidak kuaaa…hepppp” belum selesai saya berteriak mulut saya telah disumpalnya…dan tampaknya disumpal denga celana dalam bekas milik mas hari….. Kemudian dia mengitari saya dan memencet hidung saya…dengan mulut tersumpal dan hidung saya di pencet sedemikian rupa hampir2 saya pingsan karena tidak dapat bernapas… tapi kemudian dia melepas jepitan tangannya di hidung saya…lalu membalikan tubuh saya sehingga tubuh saya terlentang dengan tangan terikat di punggung buah dada saya nampak mengacung keatas…seperti dua bongkah gunung yang indah dengan penjepit jemuran dimasing2 puncaknya…warnanya tidak lagi merah tetapi mulai keunguan…kemudian mas hari mulai mengambil tali dan dengan sedemikian rupa mengikat kaki saya masing2 sehingga betis dan paha saya menyatu.dan tidak bisa di luruskan dan dibelakang lutut kedua kaki diselipakan sebuah batangan kayuyang diatur posisinya sehingga kaki saya mengangkang lebar….dan terlipat kebelakang …rasanya sakitt luar biasa…kemudian dengan tiba2 cletik…. dia mencabut penjepit di buah dada sebelah kiri begitu tiba2 sehingga menyakitkan…. setelah itu dengan cepat dipasangnya kembali seolah2 sedang mengetes kekuatan penjepit itu…. dan itu dilakukan ke semua penjepit yang terpasang sehingga saya merasa sangat kesakitan… setelah semua selesai di tiba2 bangkit dan seperti mencari2 sesuatu di lemari es… dan kembali dengan sebuah ketimun jepang yang besar… dan digesek2annya ke lubang vagina saya…ketimun itu terasa dingin…dan tanpa peringatan tiba2 sleppp “aughttttttt….” ketimun itu dimasukannya dengan paksa ke vagina saya sampai masuk 3/4 nya… kemudian dia mengalihkan pandangannya kelubang yang lain…lubang anus ku…segera aku menggeleng2 tapi dia malah tersnyum penuharti…diambilnya seuntai manik2 sebesar kelereng berjumlah 15 butir didalam untaiannya dan kemudian dengan paksa dia menekan masuk satu persatu setiap manik2 itu hingga tinggal 3 untai lagi… kemudian dia duduk memandangi diriku….semua adegan diambil gambarnya oleh mas mantri… kemudiann cetarrrrrr tiba2 mas hari kembali menyabet kan sabuknya ke tubuh ku yang putih sehingga membekas merah..dia kemudian mulai meraba2 tubuhku dan meciumiku sedemikan rupa…sehingga entah bagaimana gairah aneh tadi kembali terjadi… Kemudian dia mengocok2 ketimun yang ad di vaginaku tadi… sehinggaaa”eghhhhhh eghhhhh …” hanya itu yang keluar dari mulut ku karena tersumpal celana dalam mas Hari.tiba2 tubuhku mengejang karena orgasme….sungguh perasaan yang aneh telah mendera diriku…dalam keadaan sakit dan lemas aku melihat mas hari sedang mengocok2 penisnya sendiri didekat ku dan crot crot…. rupanya dia terangsang hebat melihat keadaan diriku… semua air maninya ditumpahkan ke wajah & jilbab dan tubuh ku…setelah itu dia pun melepaskan semuanya penjepit dan ikatannya…Saya hanya bisa terbaring lemah…aku lihat kini kamera sudah berpindah tangan lagi… Mas Mantri yang bertubuh gempal…besar… mengendong tubuh lemah saya ke atas tempat tidur..mulai menciumi diriku..memacu gairah diriku… dia mulai memainkan itilku dengan lidahnya….yang masih terasa sakit akibat perlakuan mas Hari….tapi “ughhhhhh nihkkmaaaahhhttt mas euanaaakkkk…ueghhhhhh” saya mulai mengelepar2 ketika lidah mas Mantri mulai menari nari di itil ku sambil kedua tangannya sesekali memilin milin puting ku… kemudian di sergapnya mulut dengan ciuman yang dasyat… lidahnya mempermainkan lidah ku memaksa lidah kuturus menari2 huahhh enak sekaliiii.. kemudian dia mulai melepas pakaiannya sendiri … terlihat penisnya yang besar mengacung ke atas membuat hati ku bergetar… ”lonte kamu suka ini…”sukaaa tuannn sukaa”hampir diluar sadar aku meracau kata2 yang sangat memalukan itu.

Selanjutnya Klik Disini
Ingin Download Game Gratis??? Klik Disini!

Source

Cerita Sex Dewasa | Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Mesum Terbaru | Kumpulan Cerita Bokep | Cerita Sex Dewasa | Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita Mesum Terbaru



CERITA SEKS | ISTRI YANG NAKAL

Namaku Henry, Umurku 28 tahun. Aku adalah seorang pria yang tergolong lumayan attractive dan charming. Tinggiku 172 cm, beratku 65 kg dan mempunyai badan yang tergolong proporsional. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota J. Aku tergolong orang yang rajin dan smart, at least itu menurut rekan kerja dan Bossku. Bossku sangat menyukaiku sampai-sampai dia menganggapku sebagai anaknya. Maklum karena dia pun tidak mempunyai anak laki-laki. Dia hanya mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Helen.

Bossku sudah tua – dia berusia sekitar 70 tahun dan dia sudah sakit sakitan – yang terakhir telah di diagnosa oleh dokter adalah kanker paru-paru. Karena dia tidak mempunyai anak laki-laki dan dia sangat cemas dengan keadaan putrinya bila dia nanti telah tiada, maka akhirnya dia menjodohkanku dengan putrinya sendiri. Saya dan Helen akhirnya menikah setahun yang lalu.

Cerita Seks Terbaru 2016 – Helen adalah seorang wanita yang menurutku sangat anggun dan cantik. Dengan tinggi 167 cm dan berat 48 kg, berambut panjang dan di-highlight dengan warna sedikit blonde, berkulit putih mulus, maklum karena Helen adalah seorang keturunan Tionghoa. Dan dia mempunyai tubuh yang sangat sexy. Mempunyai buah dada yang cukup besar, at least berukuran 34 C dan mempunyai pantat yang sangat sexy, bulat montok dan tidak turun, kaki yang panjang dan betis yang menyerupai bunting padi, tumit yang menyerupai telur ayam

kampung.

Pada waktu hari pernikahan kami, aku merasa sangat beruntung karena mendapatkan seorang wanita yang cantik dan juga perusahaan yang besar. Pada malam pertama, saya sudah tidak sabar lagi untuk segera meniduri istriku dan menikmati badannya yang perfect itu meskipun saya tahu bahwa dia sebenarnya sudah tidak virgin lagi, karena dia besar di luar negeri. Tetapi itu juga bukan masalah buat saya yang sudah terbiasa dengan kehidupan yang sangat liberal karena sayapun telah di kirim ke LN oleh Papa saya sejak saya berumur 14 tahun.

Pada malam pertama tersebut setelah pesta perkawinan kami yang di selenggarakan di Hotel M di kota metropolitan ini, kami masuk ke suite kami yang sudah di sediakan oleh hotel M untuk kedua mempelai setelah pesta selesai. Uuh alangkah bahagianya saya, dan saya pun sudah tidak sabar untuk mencumbu istriku.

Sesaat kami memasuki ruangan suite, saya langsung memeluk istriku dari belakang yang masih memakai gaun pengantin dan menciumi lehernya. Dan pada saat itu juga saya merasa sangat horny. Tangan kananku menarik gaun pengantinnya ke atas dan mulai meraba-raba pahanya yang so smooth. Dan tangan kiriku meremas teteknya. Aah gila bener bener perfect.., pikirku. Tetapi Helen tetap bersikap dingin dan malah tiba tiba Helen mengelak dan menarik tubuhnya dariku dan berkata..

“Sabar donk Hen, gua kan masih pake baju ini dan gua cape sekali!”

“Boleh nggak malem ini kita nggak ngapa-ngapain? Gua cape banget nih, emang loe nggak cape?”, tanyanya padaku.

“Yah udah sayang kalo kamu cape mungkin kita lakukan besok malam saja OK?” kataku.

Lalu dia pelan pelan melepas gaun pengantinnya sampai hanya tinggal pakaian dalamnya, pantyhose, dan sexy high heel sandalnya saja yang tertinggal di badannya. Ohh my gosh, sexynya, pikirku hingga kontan penisku bangun dan menjadi keras sekali.

Lalu dia akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku hanya terduduk di sofa sambil mengelus-ngelus kontolku sendiri yang sudah tegang.

“Damn!! Masa gua harus ngocok sih?” pikirku dalam hati.

“Ah sabar deh besok juga dapat masa enggak sih gua kan udah menjadi suaminya, mungkin dia capek sekali..”, kataku dalam hati.

CERITA SEKS | ISTRI YANG NAKAL Akhirnya kami melewati malam itu tanpa ada excitement. Keesokan harinya waktu aku terbangun dari tempat tidurku, aku melihat ke samping ternyata dia sudah tidak ada di sebelahku. Lalu aku melihat ke sekeliling kamar, ternyata dia pun tidak ada. Lalu aku melihat note dari dia yang mengatakan bahwa dia sudah ada di cafe hotelsedang breakfast dan aku ditunggu di bawah untuk membicarakan sesuatu. Apa lagi sih? Aneh bukannya breakfast di ranjang malah turun ke bawah ada-ada aja nih orang!, gerutuku.

Lalu aku mandi dan bersiap-siap untuk turun ke bawah. Dan akhirnya kutemui dia di bawah. Kulihat dia sedang duduk sendiri sambil menghisap rokok.

“Ngapain di sini, kok bukan breakfast di kamar aja?”.

“Sebenernya ada hal penting yang mau gua omongin sama loe Hen”, jawabnya.

“Loh ada apa nih?”, tanyaku.

“Sebenernya gua nggak mau married sama loe, tapi gua terpaksa karena Papa gua. Kalau saja

Papa nggak dalam keadaan sakit seperti ini dan bukan permintaannya yang terakhir, gua nggak bakal married sama loe..”, jawabnya malas-malasan.

“Ooh gila, kok jadinya seperti ini?” kataku kaget.

“Jadi mau kamu bagaimana?”, tanyaku lagi.

“Yah udah kita tetep married selama Papa masih hidup, lalu kita atur perceraian setelah Papa meninggal gimana?”

“Wah kamu sih gila Len! Mana bisa seperti itu? Mana bisa cerai sebegitu gampang?”, tanyaku gusar.

“Well Hen take it or leave it, cepat atau lambat gua juga musti cerai sama loe, gua masih mau free, gua nggak mau committed, and please jangan batasi hidup gua and jangan omong macem-macem sama Papa! Udah deh, gua sekarang mau pulang ke rumah. Lu kan musti ke kantor, ntar kita ketemu deh di rumah malem setelah kamu pulang dari kantor, kita bicarain lagi. Gua pusing nih..”, katanya dengan nada tidak sabar.

Lalu dia pergi meninggalkanku. Aku duduk terbengong untuk beberapa saat dengan pikiran sangat kacau. Dan setelah 2 jam aku bengong merenungi nasibku yang aneh ini, aku berfikir untuk tidak pergi ke kantor dan beinisiatif untuk pulang ke rumah dan menemui Helen untuk membicarakan hal ini lagi.

Pada saat kuparkir mobilku di rumah kami yang luas pemberian mertuaku, saya langsung berjalan masuk menuju rumah, dan ketika menaiki anak tangga menuju ke kamar tidur, aku mendengar suara musik dan mendengar 2 orang sedang berbicara dengan nada yang mendesah desah. Lalu dengan berjalan sangat perlahan aku mencoba untuk mengintip. Dan aku melihat istriku bersama Roni anak buahku di kantor sedang berpelukan dan berciuman.

Hatiku menjadi panas sekali apa lagi sebenarnya Roni adalah anak buahku yang paling aku benci. Tetapi meskipun begitu Roni adalah pemuda yang cukup ganteng dan memiliki tubuh yang atletis dan disukai oleh banyak wanita, at least itulah yang saya dengar dari anak buahku yang lain.

Awalnya aku ingin langsung masuk ke kamar untuk melabrak mereka tapi kuurungkan niatku, dengan tetap mengintip dan mencari posisi yang lebih baik supaya dapat melihat dengan jelas apa yang sedang mereka perbuat. Pelan pelan aku melihat mereka sedang berpelukan, berciuman dan tertawa-tawa kecil, lalu aku mendengar Roni bertanya..

“Len, gimana malam pertama lu, hehehe enak?”

“Wah gua kaga ngapa-ngapain tuh, males gua soalnya yang ada di otak gua dari kemaren cuma kontol loe aja, gua kangen sama loe Ron, and gua juga kangen sama kontol loe yang nikmat itu, gua pengen di entot sama loe Ron, gua nggak bisa tidur semalem, gua ampe masturbasi di kamar mandi sendirian waktu si tolol Henry itu tidur, sambil ngebayangin kamu ngentotin gua Ron, hehehe..”, jawab helen dengan tertawa nakal.

Gila nggak menyangka kalo Helen seorang yang kelihatannya seorang yang anggun itu adalah ternyata seorang yang nakal dan binal, pikirku dengan hati yang panas. Lalu Roni berkata..

“Kalo loe kangen buka donk celana gua, loe nggak mau ketemu sama ‘dede’ gua?”

“Ahh mau Ron, kasih liat gua donk..” Helen mendesah.

Lalu istriku jongkok dan membuka resleting celana Roni dan pelan pelan di keluarkannya penis Roni dari dalam celananya, lalu Helen menciumnya sambil berkata..

“Gila kontol loe Ron, nikmat banget keliatannya shh, ooh..”

Lalu pelan pelan dia cium penis Roni sambil dikocoknya perlahan hingga Roni mendesah..

“Aahh iyah Helen ciumin kontol gua. kocok kontol gua ahh dasar lonte, ooh, enak sekali”.

Lalu perlahan penis Roni membengkak, dan menjadi sangat besar.

CERITA SEKS | ISTRI YANG NAKAL Ah gila gede banget penis nih orang, paling tidak panjangnya 18 cm dan gila diameternya, pikirku. Dan Helen pun mulai mengulum dan menjilati kepala hingga batangnya dan mengulumnya lagi, lalu tiba tiba Roni menjambak rambut istriku dan berkata..

“Yah perek, begitu caranya jilatin terus dasar kamu pelacur, jilat pelernya juga donk!”.

Kemudian dia menjambak rambut Helen dan memaksa Helen untuk menjilat biji pelirnya. Lalu helen menjilat dan mengulum biji pelernya sambil mengocok penis Roni, dan dengan mendesah desah, dia berkata..

“Roni sayangku, ahh, Ron, memek gua udah basah banget nih ahh gila, Ron please entotin mulut gua Ron, perkosa mulut gua Ron!! Ahh.. Shh,” teriaknya.

Lalu Roni menjambak dan memasukkan seluruh bagian penisnya ke dalam mulut Helen sampai Helen hampir muntah setiap kali Roni menyodokkan penisnya ke dalam mulut Helen. Sambil menjambak Rambut Helen dia meracau..

“Nih, gua entot mulut loe nih, dasar mulut cabo, nih gua entot ampe tenggorokan loe, ahh mulut loe memang enak, dasar mulut pelacur tau aja cara nyepong”.

Helen pun tak kalah gilanya. Dia lalu dengan semangat menyedot penis Roni, meskipun kadangkala dia hampir muntah karena penis Roni masuk terlalu dalam.

“Iyagh.. ooh entot mulut gua, gua nih pelacur murahan yang harus diperkosa, yahh oohh perkosa terus mulutku..”

CERITA SEKS | ISTRI YANG NAKAL Kemudian Roni mengeluarkan penisnya lalu dengan menjambak kasar rambut istriku lalu menampar-namparkan kontolnya ke muka istriku, lalu dengan rambut istriku dia mengelap penisnya. Seterusnya Roni membuka celana berikut celana dalamnya, lalu dia duduk di atas ranjang dengan kaki diangkat ke atas, dia menjambak rambut istriku lalu dituntunnya muka dan hidung istriku ke daerah anusnya sambil berkata..

“Nih perek, jilatin juga lobang pantat gua..” Dengan perlahan Helen menjilatinya sambil mendesah..

“Uuh Ron, gua suka lubang pantat kamu.., aah.. sini gua jilatin” Rupanya Helen bukan hanya menjilat lubang anus Roni tapi diapun menyedotnya dengan bersemangat.

Wah, gila ternyata istriku adalah seorang sex maniac, ooh gila, mukanya yang anggun dan cantik itu serta bibirnya yang sensual, gila sedang menjilati pantat laki-laki lain, pikirku hingga aku mulai menjadi horny dan penisku menjadi sangat keras.

Ah, gila bini gua lagi di pake orang kok gua malah jadi horny sih?, pikirku.

Lalu sambil mengintip, kubuka resletingku dan kumainkan sendiri ‘adik’ku yang sudah menegang itu sambil menikmati pemandangan terkutuk itu. Aku masih melihat istriku sedang menjilati anus Roni dengan masih berpakaian lengkap, blouse, rok yang sampai ke lutut dan sepasang sandal tinggi yang sexy di kakinya yang indah itu. Ooh sexynya.. Edan, penisku

makin menegang.

Sekarang kulihat Helen memasukkan tangan kanannya ke bawah roknya sambil berjongkok. Rupanya dia juga sudah tidak tahan hingga memasukkan tangannya sendiri ke dalam roknya, dan kukira pasti dia sedang memainkan memeknya sendiri. Sambil terus menjilat ia berkata..

“Ron Memek gua udah gatel banget nih Ron, gila Ron gua udah nggak tahan, udah basah

banget nih, jilatin donk Ron, please!”

Kemudian Roni dengan sigapnya berdiri dan mengangkat istriku ke ranjang, di robeknya baju istriku dan di tariknya rok istriku. Ternyata istriku sudah tidak mengenakan celana dalam.

Ahh gila, betapa indahnya vagina istriku, dengan jembut yang tercukur rapi dan bagian lubang yang bersih dan halus dan berwarna pink kemerahan tanpa bulu sehelai pun. Rupanya istriku sering pergi ke salon untuk di wax, dan dia pernah menceritakan kepada teman wanitanya yang kebetulan juga temanku bahwa dia pernah ke Japan untuk merawat vaginanya sehingga warnanya bisa berwarna pink kemerahan.

“Buset, betapa untungnya si bangsat Roni itu! Aku saja yang suaminya belum pernah melihat dari jarak dekat memeknya..”, umpatku dengan hati yang meluap-luap dan anehnya dengan disertai oleh nafsu birahi yang meluap-luap juga hingga makin kencang kukocok penisku. Rupanya dia sudah mempersiapkan hal ini sejak dia meninggalkan hotel pagi tadi.

“Dasar perempuan sundal..”, pikirku.

Kemudian Roni mengangkat kaki istriku yang indah dan masih mengenakan sandal tingginya yang sexy itu lalu di taruhnya ke pundaknya. Dengan rakusnya Roni menjilati vagina istriku, menyedotnya dan memasukkan lidahnya ke dalam vagina istriku.

“Aah aah, enak Ron, enak banget, masukin lidah loe Ron, ahh edan enak banget lidah loe, gigit kelentit gua Ron please gigit, ahh gila enak banget Ron!!”

Istriku berteriak-teriak keenakan, dan tubuhnya pun mulai bergetar keenakan. Dia

menjambak rambut Roni sambil berteriak-berteriak..

“Yah Ron terus Ron.. Masukkan yang dalam, sedot kelentit guaah ooh!”

Lalu tiba tiba dia berteriak dengan keras dan menjepitkan kakinya ke kepala Roni..

“Aahh Ron, gua keluar, Ron gua keluarr, edan Ron kamu.. Enak banget..”

Tapi Roni tidak berhenti di situ saja, Roni tetap menjilati vagina istriku dan sekarang bahkan mengangkat pinggul istriku lebih tinggi lagi, dan dia mulai ganti menjilati lubang anus istriku.

“Aah geli Ron.. Enak Ron.. Ooh yah mainin juga lubang memek gua pake jari loe Ron, ooh yah Ronn gila enak banget!”

Dan Roni mulai memainkan jarinya di vagina istriku dan sesekali dia memasukan ke dalamnya dan mulai mencoba untuk menggaruk G-spot istriku hingga istriku meracau..

“Yah di situ Ron G-spot gua ahh iyah di situ.. Garuk terus Ron garuk!”

Dengan pinggul yang meliuk-liuk, mulut yang mendesah-desah, lidah yang kadangkala keluar untuk menjilat bibir sexynya yang kering itu dan tangan yang memainkan teteknya sendiri dengan menurunkan BH-nya karena belum di lucuti, terpampanglah keindahan tetek istriku yang belum pernah kulihat. Bulat montok kencang putih mulus dengan nipple yang kecil berwarna pink. Seperti memandang dua bukit kembar yang sangat indah.

“Orghh Ron gua udah nggak tahan nih Ron.. Please ewein gua donk Ron, gua pengen kontol loe, masukin donk Ron ahh shh!”, mohon helen.

Dengan perlahan Roni berdiri di samping ranjang dan mengangkat pinggul istriku. Lalu dengan perlahan dia menggesek-gesek kontolnya di ujung vagina istriku yang indah itu, dan istriku mulai menggila kembali. Dia menggoyang-goyangkan pinggulnya dan semakin gila memainkan teteknya dengan memelintir putingnya dan tangannya yang satu lagi berusaha memainkan kelentitnya sendiri sambil berusaha memasukan secara paksa penis Roni ke dalam vaginanya.

“Ron, masukin donk sayang masukin, gua udah nggak tahan nih, bisa meledak gua kalo gini, cepet donk entotin gua!”, pintanya.

“Sabar yah lonte, gua bikin loe gila dulu heheheh..” jawab Roni dengan tersenyum.

Kemudian dengan perlahan Roni memasukkan penisnya ke dalam vagina istriku, lalu setelah memasukan setengah dia mencabutnya kembali, lalu memasukannya lagi hingga istriku dengan liarnya berteriak..

“Masukin kontol loe sekarang semuanya, jangan siksa gua kaya begini, bajingan!”

Akhirnya Roni dengan keras menyodokkan seluruh batang penisnya ke dalam vagina istriku hingga istriku beteriak..

“Ahh gila enak banget kontol loe, gede banget, sodok memek gua yang keras Ron, ahh perkosa gua, abuse memek gua pake kontol loe yang gede.., tusuk memek gua sampe tembus…” Dan Roni memompanya dengan cepat.

“Aah, ahh, shmm yah.. ewein gua Ron ewein gua.. Ahh gua pengen pipis nih Ron, memek gua pengen pipis Ron gua nggak tahan nih.. Ooh bajingan loe Ron, loe bikin gua horny seperti ini!”

“Bukannya ini yang loe mau, loe cari gua kan untuk ini, hehe untuk ngentot sama gua kan Len? Loe sama si Jack juga nggak puas kan?? Hehe”, ejek Roni.

Wah gila ternyata istriku juga pernah melakukannya dengan si Jack juga?, Umpatku sambil terus mengocok kontolku sendiri. Jack adalah seorang bule expat yang di-hire oleh mertuaku untuk operation di kantornya.

Gila, sudah berapa orang di kantor yang udah mencoba vagina istriku?, pikirku sendiri.

Tak lama terdengar rintihan Helen yang keras dari kamar, “Aahh gua keluar lagi Ron, gila kamu Ron, nikmat banget ngewe sama kamu ahh..”

Lalu Roni membalikkan tubuh Helen dengan posisi menungging sambil berkata, “Nungging Len, gua mau nyobain pantat kamu nih, kata si Jack pantat loe enak hehehe..”

“Gila loe, jangan Ron, kontol loe kegedean, bisa robek pantat gua, jangan please jangan donkk, pleasee!”

Tanpa menghiraukan permohonan istriku, Roni lalu mengambil lubrication dari kantong celananya dan mengoleskan ke giant penisnya dan dengan cepat di masukannya lah kontolnya ke lubang pantat istriku..

“Aah perih.. Ron perihh, gila sakitt, ahh udah Ron udah gua bisa mati Ron..”

“Tenang bitch! Sebentar lagi pasti akan terasa enak!” dan lama kelamaan istriku memang mulai menikmatinya..

“Ooh ternyata enak Ron, terus pompa lubang anus gua terus entotin..” jeritnya sambil terus memainkan vagina dan kelentitnya sendiri.

“Aah gua mau keluar lagi nih Ron, aahh gua keluar, gua keluar, enak Ron gilaa!”

“Sabar Say, gua juga mau keluar nih, aah gila, enak banget pantat loe, aah..”

“Jangan keluar dulu Ron, gua mau minumn sperma loe ahh shh..” lalu Helen berjongkok di depan Roni dan mengocok dan mengulum penis Roni hingga akhirnya..

“Ahh gua keluar nih Len, gua keluarr, nih telen sperma gua, TELENN..!”

Dengan lahapnya istriku menyedot dan melahap sperma yang keluar dari penis Roni. Dan bahkan ada juga yang berceceran di lantai dan tanpa ragu-ragu dengan rakusnya istriku menjilat sperma yang ada di lantai.

“Kamu memang lonte paling najis yang pernah gua temuin..” kata Roni.

Setelah selesai pertempuran mereka, merke saling berpelukan. Tak lama kemudian Roni berpakaian lagi.

“Say, gua musti balik ke kantor nih sebelon suami tolol loe tegor gua lagi”, kata Roni.

“Iya Say, balik dulu deh ntar kita ngentot lagi kalo ada waktu, gua pasti kangen kontol loe lagi deh malem ini..” ujar Helen sambil tersenyum nakal.

“Loh kan loe bisa ngentotin laki loe?”, Roni membalik.

“Wah enggak deh, gua nggak nafsu sama dia, mau juga gua jadiin dia budak di rumah gua, kalo dia masih mau tetep married sama gua hahahahaha. Dasar laki-laki tak berguna, gua hanya mau married sama dia kan gara gara bokap gua aja..”, jawab Helen dengan nada menghina.

Sakit sekali hatiku mendengarnya. Pengen rasanya aku masuk ke kamar itu untuk menghajar Roni dan istriku sendiri. Tapi tak tahu mengapa aku lebih memilih untuk turun ke bawah dan bersembunyi di kamar yang lain.

Tak lama kemudian aku mendengar pintu utama ditutup menandakan kalau si keparat Roni telah meninggalkan rumah. Dan setelah Roni meninggalkan rumah aku pun pelan-pelan menyusup ikut meninggalkan rumah dan pergi untuk menenangkan pikiran.

Pikiranku menjadi sangat kacau, tidak tahu apa yang musti saya perbuat setelah mengalami kejadian yang sangat aneh dan tidak masuk akal tersebut. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke club untuk minum dan menenangkan pikiran. Sekitar pukul 10 malam, baru aku memutuskan untuk kembali ke rumah dan untuk membicarakannya kepada istriku tentang kejadian yang kulihat siang tadi. Setibanya di rumah, aku melihat istriku baru memarkir mobilnya di dalam garasi.

“Len dari mana kamu?”, sapaku.

“Gua dari Senayan nih, abis shopping..” ujarnya.

“Beli apa aja nih?”

“Hmm beli sepatu sama baju”

“Len ada yang mau gua omongin deh tentang tadi pagi..”, tanyaku lagi sambil memasuki rumah.

“Yah omong aja”, katanya sambil berbalik dan berjalan memasuki rumah dan menaiki tangga untuk menuju ke kamar.

Di dalam kamar aku duduk di sofa, memandanginya yang sedang melucuti bajunya.

“So, gimana masalah tadi pagi?” kejarku.

“Yah tadi udah diomongin kan bahwa kita sebenernya married karena kepaksa” jawabnya lagi sambil mengenakan dan mencoba blouse putih dan rok hitam yang baru dibelinya yang panjang selututnya.

“Anyway, bagus nggak baju yang baru gua beli?” tanyanya kepadaku.

“Bagus Len” kataku.

“Anyway, jadi kita bakalan divorce nih?”

“Well iya lah kan tadi gua udah omong gitu”

“Loe gila, bagaimana gua bisa? Gua kan nggak bisa divorce kaya begitu aja and juga kita kan udah married dan muka gua mau gua taro dimana and juga gimana dengan orang tua gua?

Mereka pasti akan kecewa sekali karena mereka menaruh banyak harapan di gua, gua nggak bisa divorce karena orang tua gua juga pasti bakal kecewa banget” kataku lagi.

“Yah itu urusan kamu donk, bukan urusan gua” jawabnya santai.

“Gila loe, kamu kok seenaknya aja? Lagian tadi siang loe ngapain aja seharian?” tanyaku memancing.

“Loh loe kan tau gua siang ngapain aja, loe juga liat kan?”, katanya menantang, hingga dengan terkejut setengah mati lalu aku menjawab..

“Jadi loe tau kalo gua liat loe lagi having sex sama si Roni?” tanyaku balik.

“Iyah, loe kan ngintipin gua, gua tau kok cuma gua diem aja supaya loe liat, dan loe jadi berubah pikiran dan divorce sama gua”, jawabnya enteng.

“Wah loe keterlaluan, jadi loe sengaja? Dan loe tau kan itu hurt gua?” jawabku.

“Iyah gua tau, dan gua senang melihat loe menderita. Hmm OK deh, gua ada proposal buat loe, kalo loe mau. Mau denger?” tanyanya.

“OK, apa proposal loe?” tanyaku lagi.

“Gua bisa tetep married sama loe kalo gua boleh main sama co lain dan loe mau jadi slave gua, mau?” tanyanya balik sambil dia mencoba memakai sandal tinggi yang baru di belinya.

Wah dia menjadi sangat sexy dengan memakai baju dan sepatu barunya, blouse warna putih, rok sampai lutut, dan sandal tinggi yang ramping dan sexy berwarna hitam dengan tali yang melingkar di pergelangan kakinya dan hak yang setinggi paling tidak 10 cm. Membuat kakinya terkesan sangat sexy. Dan aku pun tidak bisa tidak memperhatikannya hingga membuatku sangat excited dan horny. Lalu dia berjalan-jalan mengaca, dan aku tidak bisa berhenti memperhatikannya, tiba tiba..

“So Henry, bagaimana sama proposal gua, loe ngapain aja sih?” tanya dia setengah membentak.

“Oohh iyah, enggak, OK, maksud loe jadi budak loe itu gimana?” tanyaku balik.

“Yah jadi budak sex dan budak gua, and loe akan gua perlakukan semau gua aja OK? Deal?” tanyanya.

“Gua punya fantasi fetish pengen jadi mistress dan mempunyai slave yang bisa gua perlakukan seenak gua. Kalo kamu OK kita tetep married deh, gimana?” tanyanya lagi.

“OK kalo itu maumu”, jawabku dengan tanpa sadar.

“OK, tapi gua mau liat dulu, bisa nggak loe jadi budak gua..”, katanya sambil duduk di sofa kamar tidur sambil menyilangkan kakinya yang sexy sambil merokok.

“Sekarang gua mau test dulu” katanya lagi.

“Yah terserah kamu deh” jawabku pasrah.

“Yah bagus. Kalo begitu sekarang cepet buka baju kamu semua, loe telanjang di depan gua”, perintahnya.

“Hah, telanjang?” tanyaku.

“Iyah cepet, apa kamu tolol dan budek sampe nggak denger suruhan gua?” jawabnya dengan membentak.

Lalu seperti orang tolol mungkin karena kekesalan di hati dan rasa horny yang meluap sedari tadi siang bercampur aduk, aku menurut saja membuka semua baju di depan istriku.

“Semuanya buka, gua pengen liat loe telanjang bulat” bentaknya. Lalu kutanggalkan semua bajuku, dan dia berdiri dengan senyum menghina sambil berkata..

“Kamu memang pantas jadi budak gua. Badan loe jelek, kontol loe kecil, yah paling bisa loe jadi budak gua dasar laki laki tolol”

Lalu dia kembali duduk dan menyilangkan kakinya kembali dan merokok sambil berkata..

“Sini laki laki tolol, kemari bersihin sepatu sama kaki gua. Pijitin kaki gua yang capek abis dipake jalan ini pake lidah kamu!!” bentaknya.

Dengan tololnya seperti orang di-hypnotized aku berjongkok di depan istriku. Istriku menjambak rambutku dan menunjuk ke kakinya sambil membentak..

“Ayo jilatin, bersihin pake lidah loe yang bener!!”

Lalu aku pun mulai menciumi kakinya, lalu tiba tiba, PLAKK!! Tangannya menampar pipiku dan berkata..

Lihat Juga : KISAH SEX BERSAMA BUDHE TUTI

“Goblog, bukan cuma ciumin, tapi jilatin semuanya, sepatu gua, kaki gua, semuanya!”

Terpaksa aku dengan perlahan menjilati sepatunya mulai dari hak sandalnya yang ramping dan bulat itu, aku jilati dari ujung sampai pangkalnya dan dari situ kujilati tumit kakinya yang indah bagaikan telur ayam kampung yang mulus dan berwarna putih kemerahan, lalu dari sana lidahku menuju punggung kakinya dan akhirnya pada jari-jari kakinya.

“Eh tolol, sekarang kamu lepas sandal gua pake mulut kamu, nggak boleh pake tangan, awas kalo gua sampe kegigit” bentaknya lagi.

Aku merasa sangat terhina dan tertekan, tapi anehnya di samping rasa terhina dan marah, aku juga merasa sangat horny hingga aku merasakan penisku tiba-tiba naik dan mengeras. Lalu dengan hati-hati aku menggunakan gigiku untuk membuka tali yang melingkar di pergelangan kakinya hingga aku berhasil melepas sepatu kanannya dengan gigi dan mulutku.

Setelah itu aku beralih ke kaki kanannya dan mencoba lagi melepas sepatu kirinya dengan

gigi dan mulutku lagi. Tetapi aku kurang berhati-hati hingga kakinya sedikit tergigit olehku. Tiba tiba, dengan keras.. “PLAKK”, telapak sepatu kanannya mendarat di pipiku..

“Eh anjing, dasar kamu laki-laki tidak berguna, nyopot gitu aja kagak bisa, dasar nggak berguna and liat tuh kontol jelek kecil kamu udah mengeras, hahahahahahah dasar kamu memang anjing. Anjing geladak!!, ejeknya. Aku diam saja dan masih berusaha untuk membukanya dengan hati hati sampai semuanya terlepas.

“OK, sekarang jilatin sandal gua, bersihin!!” bentaknya lagi.

Aku berlutut di depannya menjilati sandalnya, telapak sandalnya dan punggung sandalnya, haknya dan tali talinya sampai bersih dan Helen melihatku dengan sinis dan setengah mengejek sambil merokok..

“Yah begitu anjing, yang bersih yah! Nah sekarang kaki gua, telapak kakinya bersihin dan jari-jari dan sela-sela jarinya, OK anjing?”

Aku mulai menjilati kakinya dari tumit ke telapak kaki, sampai pada jari-jari kakinya yang indah bercutex pink. Kusedot setiap jari kakinya. Kakinya terasa sangat halus, bersih dan rapi berwarna putih kemerahan dan berbau sedikit keringat bercampur bau kulit dari sepatu itu.

Ah, aku tidak tahu kenapa aku menjadi sangat terangsang dan aku sendiri heran, apakah aku type cowo yang sebetulnya menyukai perlakuan seperti ini? Penisku menjadi sangat keras, dan karena tidak tahan, aku mengocoknya sambil menjilati kakinya. Tiba-tiba Helen berseru..

“Hey anjing, siapa suruh loe mainin kontol kecil loe?” bentaknya.

“Jangan pegang-pegang kontol loe, gua ada hadiah nanti buat kontol loe!” bentaknya lagi.

“Nah, sekarang jilatin dari betis ampe paha gua!!” katanya.

Aku mulai menjilati kedua belah kakinya. Aku merasa benar-benar seperti anjing dan anehnya birahiku menjadi sangat tinggi dan bernafsu sekali hingga penisku menjadi sangat tegang dan keras, dan tiba-tiba..

“Eh anjing, sekarang tarik celana dalem gua pake mulut bau loe!!”, bentaknya lagi sambil merokok lalu dengan perlahan kutarik celana dalamnya sampai ke ujung kaki bawah dan melepaskannya.

“Sekarang cium celana dalamku dan pakai sebagai topi”, ledeknya, lalu aku menciumnya.

Wah tercium aroma vaginanya yang sangat menggiurkan. Aku menciumnya dalam-dalam untuk menikmati bau vagina dari celana dalamnya.

“Eh tolol, enak nggak baunya?” tanyanya.

“Enak len”, jawabku.

“Eh anjing, mulai sekarang gua mau loe panggil gua Nyonya!!” bentaknya.

“Iyah Nyonya, enak sekali”, jawabku.

Kemudian dia menaikkan kedua kakinya di kedua sandaran tangan sofa sambil membentak,

“Eh anjing, sini sekarang jilatin memek gua”.

Dengan pelan kujilati memeknya. Pertama kuciumi dulu kelentitnya, lalu kujilat dengan ujung lidahku, lalu pelan pelan kugetarkan ujung lidahku di kelentitnya hingga Helen melenguh..

“Ahh iyah enak jilat terus anjing!! Iyah begitu sekarang isep kelentitnya!!” Dengan pelan kuhisap kelentitnya.

Kuhisap dalam-dalam karena aku ingin menyedot semua cairan yang ada dari memeknya.

“Ooh iyah di sana iyah isep terus anjing gua yang tolol!!”,

katanya sambil merem melek dan menjambak rambutku menikmati jilatan dan hisapanku.

“Nah sekarang masukkan lidah loe ke dalam memek gua ayo cepet tolol!!”

bentaknya sambil menjambak rambutku dan membawa mukaku ke depan memeknya dan menekankan mukaku ke memeknya. Dengan perlahan kumasukkan lidahku ke dalam memeknya sambil kumainkan jariku dalam memeknya menggaruk garuk G-spotnya.

“Aah iyah gitu uugghh iyah.. Like that honey.. Yeah masukin terus lidah loe yang dalem sama mainin G-spot gua and garuk G-spot gua ahh ooh”,

desahnya sambil matanya mendelik ke atas menikmati sensasi yang luar biasa.

“Ooh ooh kamu memang anjing yang pinter ahh ooh gosh enak sekali, ooh.. ntar, ntar, tolol..”

bentaknya lagi sambil menjambak rambutku menjauhi memeknya.

“Ooh keliatanya loe cape yah, heh cowo nggak berguna??”, tanyanya kepadaku.

“Iyah Nyonya, saya cape dan haus, boleh saya minum dulu?” tanyaku memelas kepada Helen.

“Ooh ternyata anjing gua haus juga sekarang.. OK, bentar gua kasih loe minum,” katanya sambil beranjak dari sofa dan berjalan menuju ke belakang.

Kali ini Helen kembali dengan tempat makanan si Remus anjing kami, lalu dengan santainya dia menaruh tempat makanan anjing itu di lantai dan dengan gaya yang sangat elegant dia menyalakan sebatang rokok, dan perlahan dia berjongkok tepat di atas tempat makanan anjing tersebut. Dengan pandangan yang sinis sambil merokok dia menatapku dan berkata..

“Loe haus kan?? Sebentar lagi loe bakal dapet minuman yang sangat enak” katanya, lalu perlahan aku melihat cairan yang agak kekuningan memancar dengan deras dari memeknya.

Dia kencing di tempat makanan anjing itu dengan menatapku sambil merokok. Lalu setelah selesai dia bangun dan menjambak rambutku kembali dan dituntunnya aku dan menekan mukaku ke tempat makanan anjing tersebut kemudian disuruhnya aku meminumnya.

“Ayo minum!! Minum kaya anjing cepet!!”

perintahnya sambil terus menekan mukaku ke tempat makanan anjing itu. Dengan perlahan kujilati dan kuminum air kencingnya dari tempat tersebut sampai habis.

“Enak nggak juice gua??” tanyanya.

Aku diam saja karena aku merasa mual setelah meminum air kencingnya. Tiba-tiba rambutku dijambak ke atas ke hadapannya lalu dengan keras dia menampar pipiku, PLAKK!!

“Anjing, gua tanya enak nggak, loe diem aja, sekarang gua tanya lagi, enak nggak?”

“Enak Nyonya, enak banget..”

“Shh.. hmm, gila sekarang gua horny banget, tapi kontol loe terlalu jelek buat gua entotin,

tapi gimana lagi yah” katanya dengan sinis.

“Udah sekarang kamu tiduran, terus kocok kontol loe yang jelek gua pengen liat mau nggak gua pake kontol loe cepet!!”, katanya sambil mendorongku sampai aku terjengkang.

Dengan perlahan kukocok kontolku sendiri, lalu tiba tiba dia berjalan menuju ke arah sepatunya dan mengambil sepatunya lalu di lemparkan kepadaku sambil berkata..

“Nih ciumin and jilatin sepatu gua sambil loe kocok kontol loe..” Dan aku mulai menciumi sepatunya dan menjilatinya sambil aku mengocok kontolku yang sudah mulai dan menjadi sangat keras.

“Ooh enak Nyonya, sepatu Nyonya baunya, ahh iyah Nyonya” kataku tanpa kusadari dan tak tahu kenapa aku menjadi sangat horny.

Lalu setelah kontolku menjadi sangat keras, dengan perlahan dia berjongkok dan tangannya menarik kontolku dengan sangat kasar, sampai aku merasa kesakitan, dan mengarahkannya ke memeknya. Ooh inilah yang kutunggu-tunggu, damn gua pengen banget ngerasain memeknya, pikirku. Dengan perlahan dia memasukkan kontolku ke dalam memeknya dan menggoyang-goyangkan pantatnya dengan gerakan yang berputar.

“Enakk sekali Nyonya, terus Nyonya” kataku. Tapi dia hanya diam saja dan tiba tiba berkata..

“Gila kontol loe nggak enak nih” bentaknya sambil menatapku dengan sinis.

“Tapi shit, apa boleh buat nggak ada kontol lain, dildo gua aja ketinggalan di rumah Papa” katanya lagi sambil menggoyangkan pantatnya naik turun dengan gerakan memutar ala ngebor dan dengan mata yang merem melek. Tiba tiba ada suara langkah kaki dan ada yang berteriak..

“Nyonya?? Pak??”

Ternyata satpamku masuk. Aku kaget sekali di buatnya. Shit mati gua, satpam gua ngeliat lagi, pikirku. Tapi dengan tanpa ekspresi terkejut, Helen menjawab..

“Iyah kenapa Pak Bandi?”, tanyanya sambil terus mengentot kontolku.

Dengan tiba-tiba Helen bangun dari kontolku yang sudah meloyo karena aku terkejut. Dan dia berdiri di hadapan satpam tersebut dengan keadaan telanjang.

“Pak, coba Pak saya liat kontol Bapak, kontol suami saya loyo,” katanya sambil tangannya mengarah ke bagian celana Pak bandi dan merogohnya.

“Nyah jangan Nyah, wah nggak enak sama tuan,” kata Pak Bandi.

“Udah, cepet turunin celana kamu, kamu mau yang enak nggak?” kata Helen istriku sambil

tersenyum nakal.

“Bapak kan pasti mau juga kan? Masa sih nggak mau? Kok kontolnya keras kalo nggak mau?” ujarnya sambil tangannya merogoh kontol si satpam yang lucky itu.

Tak tahu kenapa tapi saya menjadi sangat horny melihat adegan seperti itu hingga dengan tanpa sadar aku mengocok kontolku yang kembali tegang sambil melihat istriku yang sudah gila itu merayu si satpam untuk mengentotnya. Lalu dengan perlahan dia berjongkok di depan si satpam sambil memohon..

“Ayoo Pak, saya pengen liat nih kontol Bapak” pintanya sambil membuka buckle ikat pinggang si satpam dan menurunkan resleting si satpam dan mengeluarkan kontolnya.

Ooh my God, ternyata si satpam mempunyai kontol yang panjang dan berdiameter besar. Si satpam yang masih malu-malu itu mencoba menghindar. Tetapi dengan tidak tahu malunya, istriku memaksa untuk memasukkan kontol si satpam yang besar itu ke dalam mulutnya..

“Ahh ini kontol gede sekali dan enak, macho sekali dengan warna yang agak kehitaman, besar dan penuh dengan urat-urat kejantanan, ahh enak sekali, nggak seperti kontol suami saya tuh yang kecil”

katanya sambil mengulum dan menghisap kontol si satpam itu dan memandangku dengan hina. Pak bandi yang tadinya malu-malu, sekarang menjambak rambut istriku dan mengnhujam-hunjamkan kontolnya ke dalam mulut istriku sambil meracau..

“Ooh gila mulut Nyonya enak nih.. Arrgghh enak sekali, terus Nyonya, sepong terus kontol saya, Nyonya kan suka,” katanya.

“Iiyyahh Pak kontol Bapak enak juga.. Pake Pak mulut saya, entot mulut saya..” kata istriku yang sudah lupa daratan karena birahi.

Saya hanya bisa memandang dengan perasaan yang marah kesal, tapi di samping itu aku juga horny berat, sampai-sampai kontolku menjadi tegang sekali. Dan aku pun mengocok kontolku sambil melihat pemandangan yang gila itu.

Gila Helen, cewe anggun begitu sampai kontol satpam saja dia suka, aku sendiri pun tak percaya melihatnya. Setelah puas dia mengulum dan menghisap kontol Pak Bandi satpamku yang sangat beruntung itu, dia duduk di sofa dan menyuruh Pak Bandi untuk memasukkan kontolnya lagi ke dalam memeknya.

“Ooh Pak Bandi saya sudah nggak tahan lagi, Bapak mau kan masukin dan muasin saya?” tanya Helen.

Lalu dengan buasnya Pak bandi memasukkan alatnya yang begitu besar ke dalam memek istriku dan mulai menggenjotnya, kontan istriku mendelik dan berteriak..

“Aah gila nih kontol be.. be.. besar se.. se.. kali ahh.. ooh yah.. eenak sekali, tterus Pak entotin saya” katanya seperti orang yang sudah hilang ingatan.

Kontan Pak Bandi si satpam menjadi sangat buas mengentot istriku, memompa istriku dengan sangat kuat..

“Oohh ooh ooh.. Pak saya mau keluar nih.. Saya hampiir sampai”,

dengan makin gila Pak Bandi memompa dengan kuat memek istriku sampai akhirnya..

“Aah gilaa gua kkeluar!!”

jerit Helen sambil tangannya meremas pantat Pak Bandi si satpam. Tapi rupanya si Pak satpam masih kuat dan masih bernafsu untuk menikmati vagina istriku. Dia tetap memompa hingga istriku mendelik dan mendesah kenikmatan. Sambil memandangku, dia berkata..

“Nih liat monyong, kontol tuh kaya gini, enak, nggak kaya punya loe”

bentaknya padaku sambil terus menikmati kenikmatan yang Pak Bandi si satpam berikan kepadanya. Tiba tiba Pak Bandi sudah tidak tahan dan mulai berteriak..

“Ahh ahh ahh, Nyonya saya mau keluar Nyonya ooh ooh”

“Pak, keluarkan di mulut saya, saya ingin merasakan peju Bapak” katanya dengan penuh nafsu.

Lalu Pak bandi mencabut kontolnya dan mengarahkannya ke muka istriku hingga memuntahkan air maninya ke situ. Dan dengan tanpa rasa jijik Helen istriku yang gila itu menelan dan mengulum air mani Pak bandi di hadapanku. Akhirnya dengan tersenyum puas dia berkata..

“Terimakasih yah Pak, enak sekali peju dan kontol Bapak, saya dibikin puas olehnya. Untung ada Bapak, kalo tidak saya nggak akan bisa puas dengan kontol suami saya. Lain kali kalo

Bapak lagi horny masuk aja OK”, katanya sambil mencium kontolnya lagi. Si satpam tersenyum dan berkata..

“Iyah Nyonya, memek Nyonya juga enak sekali. Belum pernah saya merasakan wanita secantik dan seseksi Nyonya” Kemudian istriku berdiri dan merangkul si satpam sambil berkata..

“Temenin saya mandi yuuk, siapa tau nanti di dalam alat Bapak berdiri lagi”.

Dengan tanpa memperhatikanku sama sekali, Helen menarik tangan si satpam membawanya menuju ke kamar pengantin kami dan ke kamar mandi. Di sana aku dengan kontol yang masih sangat tegang hanya bisa memperhatikannya sambil mengocok kontolku. Ahh, betapa malangnya nasibku.

Source

Cerita Seks dengan Dokter Muda, Aduuhh Nikmatnya !!! ~ Cerita Dewasa

Cerita Sex | Cerita Dewasa | Cerita HOT 18+ – Cerita Seks dengan Dokter Muda Penuh Gairah

– Cerita dan Kisah ini sebenernya tidak sengaja terjadi ketika aku sedang ingin mengunjungi dokter muda karena sakit, penasaran kah ? mari kita lanjutt…

kali ini menceritakan kisah Sex dari seorang Dokter umum yg ditugaskan kesebuah Desa terpencil. Di desa itu mayoritas penduduknya tidak mengenal pendidikan. Pada suatu ketika Dokter Rio menangani 2 Pasien yg kebetulan Ibu dan anak.

Karena mereka terbilang lumayan cantik dan bersih, maka Dokter Rio-pun membodohi mereka dgn alasan ( harus di setubuhi agar bisa sembuh ). Singkat cerita mereka-pun menuruti perkataan Dokter Rio itu dan terjadilah sex threesome. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Ini adalah cerita sex yg terjadi di pada suatu Desa, Di kabupaten � A �, desa tersebut adalah sebuah desa kecil yg agak terpencil. Akses jalanannya tidak seperti di kota yg sudah ber-aspal semuanya, di sana masih tanah Intant dan batu. Orang-orangnya sederhana dan lugu. Kalau pagi mereka selalu saling menyapa dan murah senyum. Rasa gotong royong pun masih kental disina.

Mereka bermatapencaharian sebagai petani. Disana ada sawah dan ladang. Kebun buah-buah-pun ada banyak disina. kalau mau makan tinggal petik. Disana tidak ada sekolah, orang tidak bisa mendapatkan pendiidikan. Jadi kalau ada orang pintar disini, mereka puja seperti dewa. Dokter Rio adalah seorang dokter umum yg dikirim kesana untuk melayani masyarakat disana.

Foto Hot Cerita Seks Dokter Muda Penuh Gairah

Apa yg dikatakan olehnya pasti didengarkan dan dituruti, misalnya saja seorang dokter. Jangan dokter, lulusan SD saja mereka posisikan di atas mereka. Suatu hari di ruang praktek Dokter Rio yg sederhana ada seorang pasien separuh baya sedang berkonsultasi dgnnya mengenai kondisi organ hatinya. Cahaya pagi yg Menembus jendela kayu menunjukkan kekhawatiran di raut wajahnya.

Wanita itu tak henti-hentinya mengerinyit setiap kali ia menceritakan keadaan anak perempuannya. Pundak anaknya dipegangi seperti seorang Ibu yg takut anaknya akan lenyap kalau dilepas.

� Dok, anak saya kayaknya kurang sehat beberapa hari ini. �,

� Ohhh� gimana kondisinya apakah batuk-batuk? �,

� Ya sedikit, nafsu makannya berkurang dok. �,

Dokter Rio mengangguk-angguk.

� Nama kamu siapa, Dik? �,

� Intan, dok. �,

� Sudah berapa lama kamu sakit? �,

� 3 hari dok� gak sembuh-sembuh� dah minum teh manis. �,

� Pusing-pusing gak? �,

� Gak, dok. �,

� Sebelumnya anda makan apa, gak? �,

� Makan biasa aja dok� �,

� Ada jajan? �,

� Paling gulali. �,

� Hmm� . �,

Dokter Rio tampak sedang berpkiri untuk menganalisa kondisi Intan.

� Ya udah kamu naik ke ranjang periksa yah� dokter periksa �,

� Iya dok� �,

Intan berjalan ke ranjang periksa yg tak jauh dari situ, ia menaiki tangga kecil hingga ia bisa sampai ke atas ranjang dan tiduran.

� Di angkat ya bajunya, biar dokter bisa periksa pakai stetoskop. �,

Intan mengangguk dan menarik ke atas bajunya sehingga buah dadanya yg masih mengkal kelihatan. Dokter Rio mulai mengguNakan stetoskopnya dan mencoba mendegar detak jantungnya. Stetoskop itu di letakkan di dada dan dipindah-pindahkan di sekitar situ. Kadang ditaruh di atas putingnya Intan.

� Dingin dok� , �, komentar Intan.

� Tahan dikit ya� �,

Cerita Dewasa | Saat Dokter Rio memindahkan stetoskopnya, saat diangkat kadang pinggirannya menyenggol ujung puting Intan. Entah sengaja atau tidak, jari kelingkingnya kadang juga menoel putingnya. Sang Ibu tidak bisa melihat yg dilakukan Dokter Rio sebab ia berada di belakangnya. Intan merasakan sesuatu yg aneh, dan pipinya berubah memerah.

Tanpa disadari puting coklatnya menjadi mengeras mencuat. Kalau tertoel lagi, kakinya langsung mengapit seperti menahan sesuatu di bagian bAuww� .ah situ.

� Emmm� untuk pemeriksaan selanjutnya Ibu tunggu di bangku yah, saya harus melakukan tes. �,

� Iya dok. �,

Dokter Rio menarik gorden yg mengelilingi ranjang periksa. Ibu Intan tidak bisa melihat apa yg sedang terjadi di dalam. 3 menit tidak ada apa-apa. Namun setelah agak lama sang Ibu mulai mendengar suara-suara aneh dari dalam. Seperti anaknya sedang melenguh-lenguh�

� Ah� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh� �,

Merasakan firasat Makruk ia bangkit menyibak gordennya. Betapa terkejutnya saat ia melihat CD putrinya sudah turun setengah paha dan tangan Dokter Rio sudah berada di kemaluan putrinya. Saking kagetnya sang Ibu sampai tidak bisa bicara apa-apa.

� Aaa� aaa� aaa� �,

� Ibu! apa yg sedang Ibu lakukan, saya sedang di tengah pemeriksaan. �,

Sang Ibu tiba-tiba merasa bersalah, apakah benar ia sedang mengganggu jalannya pemeriksaan anaknya ? Pikiran akal sehatnya seperti sedang terpecah saking syoknya.

� Tunggu disitu yah. �,

Cerita Dewasa dengan Dokter Muda

Lalu si dokter menutup lagi gordennya. Tak lama suara lenguhan terdengar lagi,

� Eummm� Sss� Ahhh�. ouhhh� �,.

Sang Ibu menjadi ragu-ragu apakah sebaiknya ia memBuka gorden itu atau dibiarkan saja. Tapi Lama-kelamaan Bukan cuma suara putrinya, kini ia mendengar suara si dokter,

� Eummm�� shh� Sss� Ahhh�� yah� dihisap� biar lekas sembuh. �,

Sang Ibu sIbuin khawatir. Akhhh rinya dia sibak lagi gordennya.

Kali kagetnya menjadi-jadi, sebab Makrungnya si dokter sudah keluar dari celananya dan ada di dalam mulut anaknya.

� Dokter! Dokter� lagi apa� ? �, dgn nada agak histeris.

Sang Ibu tidak mempercayai penglihatannya.

� Aduh Ibu ini lagi-lagi mengganggu, �, Dokter Rio kesal,

� Saya sudah analisa, anak Ibu terkena penyakit Vibilio Facumacis, obatnya adalah ia harus dibikin Klimaks dan menelan sperma. Kalau Ibu ganggu terus, gak selesai lohhh ini. Saya gak tanggung kalau penyakitnya bertambah parah. �,

� Ii� iya� tapi dok� . �,

� Hhhhhh� , �, Si dokter menghela nafas panjang sambil geleng-geleng.

� Ya sudah Ibu bantu deh, Ibu colok-colok kemaluan anak Ibu untuk membangun kekebalan tubuhnya. �,

Sang Ibu terdiam dan ragu-ragu.

� Ayo sini� bantu saja� nggak apa-apa kok, dari pada ganggu terus nggak selesai-selesai. �,

� Ii� iya� �,

Sang Ibu berjalan mendekati tempat tidur periksa. Dokter Rio membelakangi sang Ibu itu lalu ia meraih tangannya dan meletakkan di kemaluan putrinya.

� Nah� sekarang keluar masukin jarinya di lubangya yah� �,

� Iii� iya dok� �,

Sang Ibu pun mulai memasturbasi anaknya. Intan langsung memejamkan mata dan melenguh-lenguh kecil,

� Aah� ah� ah� �,

Dokter Rio tiba-tiba menarik ke atas gamis sang Ibu. Tentu saja perbuatannya membuat sang Ibu kaget.

� Dokter ngapain lagi?! �,

� Ibu juga perlu dibangun kekebalannya, kalau gak penyakit ini akan menular. Jadi kemaluan Ibu juga harus dimainin. �,

� yg bener dok� �,

� Ya bener, siapa disini dokternya? �,

Sang Ibu kebingungan.

� Ii� iya� �,

� Jangan khawatir saya tidak akan sentuh Ibu, kalau itu yg Ibu khawatirkan, Intan yg akan bantu prosesnya. �,

� Maksudnya� ? �,

� Intan yg akan gituin Ibu� ngerti kan� �,

� Hah? �,

� Sudah Ibu tenang aja, nurut aja kalau mau sembuh yah. �,

Dokter Rio lalu membungkukan dan memberikan penjelasan kepada Intan.

� Intan supaya Ibumu gak ketularan kamu keluar masukin jari kamu di lubangnya Ibu yah� kayak yg dilakukan Ibu ke kamu� ok �,

� Iya dok� �,

� Pinter, �, ujar Dokter Rio menepuk-nepuk kepala Intan.

Dokter Rio bangkit lagi,

� Nah Ibu� siap ya� saya angkat gamisnya yah� biar Intan bisa masturbasiin Ibu untuk cegah penyakit. �,

� Iya dok� �,

Dokter Rio pun mengankat gamis sang Ibu hingga seperut dan menarik turun CD putihnya. Sang Ibu membantu memegangi kain gamisnya agar jangan jatuh. Dokter Rio sempat menelan ludah saat ia melihat paha sang Ibu yg semok. Gak kurus, tapi berisi.

� Nah Intan, sekarang tangannya yuk� �,

Intan mengulurkan tangannya dan menjamah kemaluan Ibunya. Jari tengahnnya dimasukkan ke dalam lubang Ibunya perlahan, lalu ditarik lagi.

� Ouhhh� Sss� Ahhh� ouhhh� �,

Sang Ibu langsung memejamkan matanya dan melenguh keenakan.

� Mak maafin Intan ya, gara-gara Intan sakit, Ibu bisa ketularan juga. �,

Sang Ibu Buru-buru membungkukan badannya dan mengelus kepala putrinya

� Sudah kamu gak perlu pikiran itu, yg penting sekarang Intan keluar masukin jari lubang di lubang Ibu, dan Ibu colok-colok lubang Intan yah� biar kita sama-sama sehat, �, ujar sang Ibu menenangkan anaknya.

Intan-pun mengangguk tersenyum.

� Nah sekarang Intan Buka mulutnya AAaaa, �, perintah Dokter Rio. Intan menurut.

Dokter Rio kembali mengarahkan Kejantanannya ke mulut Intan dan memasukkannya ke dalam.

� Nah, sekarang kulum batang kejantanan Dokter ya� obatnya ada di dalamnya mesti dikeluarin, Ok �,

� Eunggg� �, Intan mengiyakan dgn mulut yg tersumpal batang kejantanan Dokter Rio.

Dokter Rio lalu memaju mundurkan pinggulnya, menikmati batang kejantanannya disepong Intan. Ia tarik lagi ke atas bajunya Intan, agar ia bisa melihat jelas kedua putingnya. Tngan kanannya bergerak, menjamah dan remas-remas lemMakt dada Intan. Sesekali ia pelintir-pelintir putingnya.

� Engghhh� eughhh� �, responnya.

Sementara itu tangan kirinya diguNakan untuk menahan kepala Intan yg berjilbab agar ia bisa bersenggama di mulutnya. Nafas sang Ibu lama kelamaan berubah menjadi tak beraturan. Gerakan jarinya di lubang putrinya pun berubah menjadi sIbuin cepat.

� Mmhmhh� nghhh� nghh� , �, lenguh Intan

Jari Intan pun juga ikut-ikutan menusuk-nusuk Kewanitaan Ibunya dgn cepat. Jari mungi itu kelihatan sudah menjadi basah. Cairan bening ada yg mulai turun mengalir dari lubang Kewanitaan sang Ibu ke pahanya.

� Dokter � remas dada saya juga dok� plis� �, pinta sang Ibu

Dokter Rio senang mendengar permintaan sang Ibu.

� Di Buka dong bajunya. �,

Cerita Seks dengan Dokter Muda

Sang Ibu menurut dan melepaskan bajunya dan dijatuhkan ke tanah. Kini ia bertelanjang dada dan hanya mengeNakan BRA saja. Dr Han berdecak kagum melihat buah dada sang Ibu yg besar.

� BRA-nya� di lepas juga� ., �, pinta Dokter Rio dgn suara bergetar.

Tanpa berpikir panjang sang Ibu melepaskan pengait depan BRAnya dan meloloskannya talinya dari pundaknya. Lalu ia jatuhkan ke lantai. Dokter Rio jadi bernafsu banget ngeliat buah dada sang Ibu yg mantap. Ia pun menangkupnya dari belakang punggung, melewati bAuww� .ah tangannya, serta memainkan Makah dada yg kenyal itu.

Intan baru kali ini ngeliat Ibunya Buka-Bukaan seperti itu, dan baru pertama ngeliat seroang pria cemek-cemek dada Ibunya. Darahnya berdesir. Jantungnya berdegup keras. Semuanya serba baru baginya. Sang Ibu pun mulai menggapai zakar Dokter Rio dan mengelus-elusnya.

� Sss� Ahhh�� �, Dokter Rio merasakan kehangatan di Kejantanannya�

� Sss� Ahhh�� .gak kuat� .Sss� Ahhh�� keluar� keluar� �,

Dokter Rio memegang kepala Intan dgn kedua tangannya dan memaju mundurkan batang kejantanannya di mulut Intan. dgn cepat. Kumpulan sperma itu tak lama lagi akan meledak di rongga mulut gadis mungil ini.

� Ke� luaaar� Sss� Ahhhhhhhhhh� �,

� Crottt� Crottt� Crottt� �,

� Sss� Ahhh� �,

Dokter Rio merasakan kelegaan luar biasa. Lalu ia mencabutnya dari mulut Intan.

� Ditelan yah Intan� itu obatnya� �,

Intan mengangguk. Ia teguk cairan Dokter Rio. Otot lehernya tampak berkontraksi.

� Pinter� �,

� Dokter kasih sesuatu Makat kamu yah� �,

� Apa tuh? �,

Dokter Rio mendekatkan wajahnya ke wajah Intan. Keduanya saling memandang. Lalu dia mencium Intan dan menghisap-hisap bibir atas dan bawahnya. Sang Ibu membelalak, melihat Dokter Rio mencumbu putrinya dan Intan tampak menyukai setiap deitknya.

� Dokter apakah itu juga termasuk pengobatannya? �,

Dokter Rio menegakkan tubuhnya.

� Iyah� sudah pasti dan� sekarang Ibu jilat Kewanitaannya Intan, ya �,

� Hlooo� kenapa? �,

� Iya� karena saliva Ibu bisa menjadi bahan tambahan yg menguatkan kekebalan Intan, seperti vitamin. Jadi jangan lupa, nanti sambil dijilat, juga diludahin sedikit yah. �,

� Gitu ya dok� ? �,

� Iyah� �,

Sang Ibu memandang anaknya dgn penuh kasih sayaang.

� Ibu jilat yah, Nak� �,

Intan-pun mengangguk,

� Iya, Mak terima kasih ya. �,

Sang Ibu tersenyum dan mengelus kepala anaknya. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke alat kelamin putrinya. Di Buka sedikit bibir Kewanitaannya, diludahi lalu ia mulai menjilat-jilat belahan Kewanitaannya.

� Sss� Ahhh�� Sss� ouhh � enak Mak� ouhhh� �,

Intan yg sedang keenakan sudah lupa untuk memasturbasang Ibunya. Dokter Rio tidak ingin membiarkan lubang Kewanitaan sang Ibu mubazir. Dokter Rio pun menarik turun gamis roknya, dan ia bisa melihat gundukan yg terbelah dari arah belakang. Ia lalu mengarahkan batang kejantanannya ke lubang sang Ibu. kebetulan posisinya sudah siap untuk di doggy style.

Cerita Dewasa | Tanpa meminta izin lagi, Ia langsung mendorong masuk batang kejantanannya ke dalam lubang sang Ibu yg sudah basah.

� OOuhhhh� Dok� Sss.. Ahhh� �,

Sebentar ia melihat ke belakang, kemudian ia mulai merasakan kenikmatan hujaman-hujaman tusukan batang kejantanan si dokter.

� Astaga enaknya� . �,

Lalu ia lanjut lagi mengoral anaknya di atas ranjang periksa. Intan yg baru kali ini mengalami rasanya di oral, tidak dapat membendung cairannya untuk keluar.

� Mak� mau pipis� �,

� Pipis aja Intan biar kamu sehat� �,

� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� Ibu� duh� gak tahan lagi� �,

Intan menjerit histeris, saat ia mencapai Klimaks. Kakinya mendorng pantatnya sampai ke udara, dan Kewanitaannya menyemprotan cairan hingga keluar. Sang Ibu Buru-buru berpindah untuk melihat wajah putrinya.

� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� dah keluar Nak? �,

Dia menanyakan keadaan Intan selagi sedang disodok sama Dokter Rio dari belakang.

Intan bisa melihat dari dekat, wajah Ibunya yg sedang sangat keenakan. Tubuhnya bergerak-gerak maju mundur, demikian juga Makah dadanya.

� Ibu lagi diapain? lagi diobati juga yah? �,

� Eummm� Sss� Ahhh� Sss� Ahhh�� iya Nak� �,

� Intan juga mau� diobati yg seperti Ibu� �,

Sang Ibu terkejut mendengar permintaan Intan,

� Intan� .Intan masih kecil� Sss� Ahhh� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�. Belum boleh diobati seperti ini. �,

Sementara itu dari belakang mempercepat memompa tubuh sang Ibu.

� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�h� �,

Alis sang Ibu mengernyit menahan kenikmatan yg sIbuin memuncak.

� Tapi Intan mau� ., �, ucapnya menelan ludah melihat Dokter Rio menyetubuhi Ibunya. Walaupun ia belum tahu itu namanya.

Cerita Sex Dokter Muda

Di dalam keadan birahi yg sangat, pikiran sang Ibu tampaknya sIbuin tertutup. Bahkan ia mulai merasa birahi terhadap putirnya. Ia menggapai lagi kemaluan Intan. Ia colok-colok lagi dgn satu jari. Intan agak mengangkat kepalanya untuk melihat apa yg Ibunya lakukan di kewanitaannya itu. Dia diam saja membiarkan perbuatan Ibunya. Sensai nikmat mulai menjalar dari alat kelaminnya.

Kemudian dari satu jari berubah menjadi dua jari.

� Ouhhh� ohhh� yeaSss� Ahhh�h� �,

Tapi saat jari ketiga masuk� raut wajah Intan berubah kesakitan.

� Auww� . sakit Mak� udah� Mak keluarin jarinya� sakit� �,

� Tahan Nak� tahan� biar Ibu yg ambil Keperawanan� .anan kamu yah� �,

Kemudian Intan-pun bangkit dari tidurnya dan mencoba mencabut jari Ibunya dari Intanng kewanitaannya.

� Sakit Mak� �,

� Tahan Nak� entar jadi eNak lagi� �,

Kemudian sang Ibu menidurkan lagi putrinya, kemudian dia mulai mejilati putingnya agar Dia merasa lebih nyaman.

� Owwh� Sss� sakit� �,

Sedikit demi sedikit membran Keperawanan� .anan Intan pun robek oleh jemari Ibunya.

� Aouw� sakit� Sss� Ahhh�h� �,

Perlahan rasa sakit itu berubah menjadi eNak.

� Eumhhh� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� sss� Sss� Ahhh�h� . �,

Ketiga jari sang Ibu pun berbalur darah Keperawanan� .an Intan dan cairan kewanitaannya. Tiba-tiba hentakan keras Kejantanan Dokter Rio menyentuh batas klimaksnya, sehingga sang Ibu kelojotoan mencapai Klimaks.

� Sss� Ahhh�hh� sampai� . �,

Dia mendorong Dokter Rio agar mencabut Kejantanannya dari lubangnya.

� Saya nanggung Mak, �, keluh Dokter Rio.

Tanpa menanggapinya, sang Ibu menyuruh Intan bangun. Intan menuruti perintah Ibunya dan ia duduk di pinggir ranjang periksa. Sang Ibu berbalik badan dan naik duduk di sebelahnya.

� Intan duduk di pangkuan Ibu yuk. �,

� Iyah. �,

� Lepas tuh CDnya. �,

� Iya Mak. �,

Setelah itu Intan berpindah posisi duduk di atas paha Ibunya. Kedua kakinya berada disisi luar kaki Ibunya. Kewanitaannya jadi agak terBuka. Setelah itu Ibunya memBuka lebar kedua pahanya, sehingga kedua paha Intan juga turut terBuka lebar, mempertontonkan lubang senggamanya.

� Kamu mau diobati Dokter Rio seperti tadi kan? �,

Intan memandang batang kejantanan Dokter Rio yg mengacung dan gak bergerak-gerak dikit. Ia menunduk, lalu mengangguk.

Sang Ibu memandang ke Dokter Rio, � Tolong obati anak saya juga, dok. Pakai cara yg tadi �,

Dada Dokter Rio bergemuruh melihat posisi sang Ibu dan anak itu. Mereka berdua masih mIbuai jilbab. Sang Ibu sudah tidak berpakaian, Intan masih lengkap berpakaian, tetapi semuanya sudah disibak.

� Eh� iyah� sebelumnya kalau berdua ciuman dulu biar saliva kaIntann bercampur di mulut agar bakteri kumannya mati �,

Kemudian Sang Ibu merendahkan kepalanya dan Intan mengadahkan kepalanya ke atas menyamping. Bibir mereka bersentuhan, lalu sang Ibu melumat bibir putrinya. Ludahnya dipindahkan ke mulut Intan, kemudian dgn lidahnya ia mengaduk-ngaduknya di dalam.

Dokter Rio benar-benar terangsang oleh keduanya, ia pun mendekat sambil mengocok titinya. Ia naik ke anak tangga agar batang kejantanannya bisa sejajr dgn lubang Intan. Lalu Blessss� Intan membelalak saat merasakan sebuah benda besar yg panjang menerobos masuk lubang senggamanya. Ibunya saja merasa Dokter Rio gede banget, apalagi anaknya.

Dokter Rio tidak bisa leluasa mengeluar masukkan batang kejantanannya, sebab seret banget, meskipun lubang Intan sudah distimulasi sejak tadi dan basah licin. Batang kejantanan Dokter Rio benar-benar tidak bisa masuk penuh, meskipun sudah berusaha didorong. Dokter Rio sampai menganga mulutnya, karena jepitannya luar biasa banget. Dia yakin pertahannya tidak akan bisa lama dgn keadaan seperti ini.

Ia pun mulai memajumundurkan pantatnya dan bersetubuh dgn Intan.

� Sss� Ahhh�� Sss� Ahhh�� .shhh� Sss� Ahhh�h� �,

Kenikamtan yg sama pun juga dirasakan Intan. Lubangnya terasa penuh. Setiap sensor di kemaluannya mendapatkan gesekan penuh dari bendanya Dokter Rio. Apalagi ini pengalaman pertamanya.

� Dr� Dr� Dr� Han� .shhh� Sss� Ahhh�� �,

Sang Ibu pun memMakat anaknya makin gak kuasa menahan nikmatnya seks. Tangannya meraba-raba dan memainkan Makah dadanya. Intan sudah benar-benar pasrah ia bisa meraskan gelombang klimaks bentar lagi datang. Sesaat ia hendak mencapai Klimaks, tiba-tiba�

� Akhhh � keluar� !!! Dok keluar! �,

Intan bisa merasakan cairan panas Menyembur di lubangnya. Di saat itu juga ia mencapai Klimaks.

� Serrr� Serrr� Serrr� �,

� Dok Aku pipis lagi� . �,

� Ya bagus itu� �,

Keduanya mencapai klimaks secara bersamaan. Tak berapa lama setelah itu, kedua nya berpakaian lagi yg lengkap. Mereka kembali ke meja.

� Ok� kaIntann berdua sudah diberi obat dan disuntik kekebalan, kalau masih belum sembuh datang lagi untuk diadakan pemeriksaan. �,

� Baik, dok, terima kasih ya. Ayo Intan bilang apa ke Dok �,

� Terima kasih dok. �,

� Iya� lekas sembuh ya� �,

� Ngg!� iya �,

Ternyata beberapa hari kemudian Intan telah kembali menjadi sehat. Kehebatan pengobatan Dokter Rio pun sIbuin terkenal di antara para wanita. Sementara untuk sang Ibu itu dan anaknya, mereka berdua pun jadi sering mencolok-colok Kewanitaan mereka satu sama lain, untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dan tetap sehat .

Itulah semua kisah tentang Cerita Seks dengan Dokter Muda Penuh Gairah dan semoga menambah pengalaman tentang Cara bercinta dengan pasangan suami istri masing-masing.

Baca Juga :
Cerita Seks Selingkuh dengan Bini Orang

Tags :

Cerita Sex dengan Dokter Muda, Cerita Seks Dokter Muda, Cerita Dewasa Dokter Muda.

Source

Cerita Seks Terbaru: Ngentot Dengan Asnah Si Gadis SMA – Cerita Seks

Cerita Seks Terbaru: Ngentot Dengan Asnah Si Gadis SMA | Perkenalkan aku Ruden (Nama Samaran) Sebut saja begitu. Aku saat ini berumur 19 tahun. Kejadian ini terjadi sekitar aku berumur 17 tahun. Asnah saat itu baru berumur 16 tahun. Asnah sekolah di salah satu sekolah Muhammadiyah di Jogja dan dia adalah salah satu bintang kelas. Meski menggunakan jilbab yang panjang, kecantikannya menggoda sekali sehingga banyak laki-laki yang tertarik. Bisa dibilang Asnah adalah PRIMADONA-nya sekolah itu.

Cerita Seks Terbaru: Ngentot Dengan Asnah Si Gadis SMA

Meski dia aktif di ROHIS, Asnah orangnya tergolong ramah, walaupun kepada laki-laki sekalipun.

Akhirnya aku berkenalan dengan Asnah walau aku malu-malu setengah mati, takut ditolak eh gak tahunya aku berhasil berkenalan dengannya!

“Hai… boleh kenalan ga Asnah?”, sapaku dengan sedikit percaya diri.

“Sapa yahh?”, jawab Asnah.

“Saya Ruden? Boleh kenalan ga, kamu siapa?”

“Boleh kok emank siapa yang ngelarang… Aku Asnah.”

Akhirnya kami ngobrol panjang dan aku sedikit berani menanyakan nomor teleponnya.

Malam harinya aku mencoba menelepon Asnah dan pada saat itu Asnah mengangkat teleponku.

“Halo ini Asnah ya”, sapaku.

“Iya..ni sapa ya”, Asnah menjawab.

“Ini aku Ruden yang tadi siang berkenalan dengan kamu Asnah”, kataku.

“Oh… iya?? ada apa den?”

“Engga aku cuma pingin ngobrol aja Asnah… Ganggu ga?”

“Engga ganggu kok den… biasa aja sama Asnah yah.”

Aku mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan. Lalu aku mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kehidupan dia.Sampai pembicaraan kami…

“Asnah besok aku pingin ketemuan sama kamu bisa ga?”, pintaku.

“Boleh kok Den… mau ketemuan dimana?”

“Di Taman Masjid UGM aja, Asnah mau??”, tanyaku.

“Boleh jam 3 sore yah pas Asnah pulang sekolah”, jawabnya.

“Ok… selamat malam Asnah, assalamu’alaikum”, jawabku sebelum menutup pembicaraan.

Besoknya jam 3 sesuai kesepakatan kami bertemu di Taman Masjid UGM… Kami lantas ngobrol panjang lebar sampai jam 5 sore sambil makan-makan di sebuah Kafe di Tamansiswa.

Sungguh beruntung aku, Asnah ternyata menyukaiku.

Hal itu kelihatan sekali dari responnya terhadap percakapan yang kami buat.

Tak terasa pada saat mau mengantarkan Asnah pulang hujan turun deras sehingga aku menetap di mobilku.

Aku bertanya pada Asnah,

“Mau es krim ga say?”, aku memanggil dia dengan sapaan “say”, eh ternyata dia juga balik meresponseku dengan perkataan

“mau donk say”. Cuaca saat itu mendukung sekali… cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil.

Aku membelokkan mobilku ke parkiran mobil. Asnah bertanya,

“Ngapain kita ke parkiran say?”

“Gak apa-apa kok say… aku cape aja”, aku mulai memandangi buah dada Asnah yang tertutup jilbab. Ingin sekali aku menjilati puting susunya itu…

Asnah melihatku dan ia berkata

“Ikhhh.. Ruden nakal liat-lihat perabotan Asnah… bayar tauuuu!? Masa liat gratis, ga bayar”, ucapnya manja.

Aku hanya bisa tertawa dalam hati, akhwat ini ternyata nakal juga.

Aku mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Asnah menolak tapi aku terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah aku untuk menciumnya. Aku melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Asnah membalas ciumanku dengan ganasnya.

Asnah bertanya kepadaku, “Ruden udah pernah ML belum?”

“Belum”, jawabku.

“Asnah juga masih perawan Den… Asnah ga tau bagaimana caranya ML.”

Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Asnah, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Asnah malah memberikan posisi tuk memudahkan aku membuka pakaiannya. Aku membuka kancing kemeja Asnah, branya yang warna hitam itu menonjol lantas kusingkap… WOW dada Asnah yang berukuran 34A langsung aku kulum dan Asnah berteriak kecil,

“Aaachh… geli Den! Jangan cuma satu doank donk say… sebelahnya juga donk say”, aku mulai menjilati puting susu bagian sebelahnya.

Asnah yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. Aku pun juga membuka celananya dan telanjang bulat di dalam mobil, adapun Asnah tetap menggunakan jilbab. Pada saat itu tempt parkir sedang mendukung: tidak ada satu orang pun yang melihat kami.

“Kulum kontolku donk say”, pintaku.

“Asnah ga pernah ngelakuin ini satu kali pun Den”, jawabnya.

“Aku juga blm pernah melakukannya Say… jadi kita sama kan”, kataku.

“Iya saya coba deh”, jawabnya.

Asnah mulai mengemut kontolku dan dia merasa enjoy mengemut kontolku yang berukuran 15cm. Aku juga mengelus bibir vaginanya dengan tanganku. Dia mengerang, “emh..ehm..ehm..”, tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku…

Aku yang tidak tahan dengan vaginanya. Aku mulai membaringkannya dan langsung menjilati vaginanya.

“Ouchh… nikmat bangat say,terusssss….achh..achh “, Asnah mendesah dan aku terus menjilati klitorisnya dan pada akhirnya dia mendesah tidak karuan.

“Aahhhh… achhhhhh Den akuuu keluarrrr…achhh?!”, keluarlah cairan putih dengan baunya yang khas.

Asnah tak mau kalah. Dia ingin mengulum kontolku. Kami melakukan gaya 69 di jok mobil belakang. Asnah mengemut kontolku dengan ganasnya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Maklum baru pertama kali kami melakukannya. Lalu aku yang sudah tidak tahan… aku mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah memeknya yang merah dan menggoda itu.

“Aku masukin ya say?”, tanyaku.

“Iya say tapi pelan-pelan yah… Asnah masih perawan.”

Aku mulai memasukan kontolku ke liang vaginanya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kontolku ke liang vaginanya saking rapatnya. Asnah berteriak,

“Ahhh… sakiiittt Den!”.

Aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan-pelan. Asnah yang membalasnya dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap memeknya yang sangat nikmat itu…

“Ahhhh… sakittt Den”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju-mundur.

Asnah berteriak, “Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan kontolku dari memeknya dan langsung keluarlah darah segar membanjiri jok mobil belakangku.

“Saay lanjut ga? Nih… aku belum apa-apa tau”, tanyaku…

“Iya say lanjut aja… Asnah siap kok”, jawab Asnah.

Lampu hijau nih… aku mulai memasukan kontolku ke memek Asnah lagi… Asnah sangat menikmati tusukan kontolku ke liang vaginannya.

“Say…liss..ya kee…luarrr”, dan pada saat itu cairan putih itu keluar.

Ternyata dia orgasme. Cairan putih itu membanjiri kontolku yang nikmat dijepit oleh dinding dinding memek Asnah. Kontolku masih berada di dalam memek Asnah.

“Kamu belum keluar Say?”, tanya Asnah.

“Belum Say”, jawabku.

Aku meneruskan tusukan ke memek Asnah dan Asnah terus mengerang… suara teriakannya membuat aku tambah bernafsu.

“Aachh… achhh….achhhhh.achhhhhh..de…niiii km heee..batt sayyy…”, dan tiba2 Asnah mengeluarkan lagi cairan putih.

Dia orgasme untuk yang kedua kalinya.

“Kamu belum keluar-keluar juga Say. Cepat keluarin donk Say, udah malam”, pintanya.

“Ok say”, jawabku.

Aku mulai mempercepat gerakanku. Menggenjot memek Asnah dengan sangat cepat.

“Acchh… achhh… achhhh… achhh”, Asnah mendesah menikmati setiap tusukan kontolku yang belaum pernah dia rasakan sebelumnya. Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memek Asnah.

“Sayyy… aku mau keluar nihhhhh”, ucapku.

“Keluarin di luar ya say jangan didalem”, pinta Asnah.

Aku akhirnya orgasme dan mengeluarkan spermaku ke dada Asnah yang lumayan besar itu.

“Ccroott… crootttt…”, aku menumpahkan ke dadanya dan sebagian ke mukanya.

“Thanks ya Say… kejadian ini ga bakalan aku lupain”, kata Asnah.

“Sama-sama say… aku juga ga akan melupakan kejadian ini.”

Akhirnya kami selesai ML dan kami memakai pakaian kami kembali. Dan saatnya mengantarkan Asnah pulang kami sempat berciuman pada saat aku mengantar dia sampai depan rumahnya.

Aku dan Asnah tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya. Kami tidak berhenti sampai disitu saja. Kami melakukannya lagi di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya aku dan Asnah setiap akhir weekend diisi dengan ML.

Meskipun aku tidak ada hubungan apapun dengan Asnah… meskipun aku sekarang sudah menetap di Malang dan aku sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari cewek cewek yang ada disini tapi Asnah telah memberikan pelajaran yang sgt berarti kepadaku.

Good-bye Jogja… I’m coming MALANG! Thank you Asnah.

Source

Rekaman Istriku Selingkuh | Cerita Seks Bugil

Kurekam Isteriku Selingkuh

PRA CERITA:

Selingkuh … adalah sebuah kata, bagaimana jika anda mendapati orang yang anda kasihi selingkuh? silahkan membaca cerita dibawah ini dan anda akan mendapat jawabannya didalam hati anda.

CERITA:

Istriku memilih tinggal sendirian di kost kostan yang dekat dengan tempat dia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan kontraktor PMA ,yang nota bene karyawan bule nya memang banyak……, Minggu pagi aku berniat mengunjungi dia, kangen juga sih, sudah 3 bulan aku tidak pernah ketemu dia.

kami terpaksa berpisah tempat tinggal dikarenakan aktifitas kami dalam pekerjaan masing masing……, kami baru saja menikah yaitu sekitar 2 tahun dan belum dikaruniai anak…..kami sepakat pada tahun ke 5 barulah kami siap menerima kehadiran momongan diantara kami.

jarak surabaya malang tidaklah jauh ditempuh bila rasa kepengen penyaluran hasrat, dan saat ini aku sedang berada dimalang dalam rangka urusan HASRAT tersebut…..

saat tiba ditempat kost kostan isteriku………………….

Di depan pintu aku kaget melihat seorang bule keluar dari kamarnya, aku menunggu sebentar sampai si bule pergi dan nyelonong masuk kamar istriku, aku pura-pura tidak tahu tentang si bule yang barusan keluar. Kulihat istriku keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk. Tubuhnya masih tetap seperti dulu padat dan sintal, mungil tapi proporsional, Dia keget melihatku sudah duduk di atas tempat tidurnya.
perasaan cemburu dan marah bercampur aduk dalam benakku
apakah isteriku menghianati perkawinan kami…………….??
Kutanya kabarnya namun tidak dijawab, dengan santai dia melepaskan handuk yang melilit di tubuhnya, buah dadanya dipamerkan begitu saja, membuat aku jadi bernafsu. Ukuran buah dada istriku memang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, yah.., sesuai dengan ukuran tubuhnya yang mungil, bentuknya sangat menggiurkan mata laki-laki yang memandangnya, bulat, padat dan tidak melar. Melihat itu penisku langsung berdiri, apa lagi melihat bekas gigitan si bule di pundak dan buah dadanya.

Kupeluk dia dari belakang, kucium lehernya dan kubisikkan ajakan untuk bersetubuh, namun dia menolak dengan alasan ada janji dengan teman pagi ini. Selesai berpakaian dia langsung ngeloyor pergi meninggalkan aku sendirian. Lama aku berpikir, dan terlintas dibenakku untuk mengintai hubungan intim mereka. Aku tanyakan ke ibu kost untuk menyewa kamar sebelah, kutahu kamar sebelah tidak ditempati. Setelah atur damai dengan ibu kos aku langsung balik ke surabaya mengambil peralatan spy-ku yang dulu kubeli dari internet. Aku mempunyai dua buah pinhole video camera yang bisa ngintip lewat lubang kecil. Dulu alat ini aku gunakan untuk mengintip anak-anak kost di rumahku. Balik lagi ke tempat kost istriku dan langsung memasang peralatan spy-ku.

aku harus punya bukti…….untuk menjebaknya………….
Aku buat lubang kecil tepat di atas temat tidur dan satu lagi di kamar mandi. Selesai pasang kamera lewat plafon, aku coba connect ke TV-monitor yang kupersiapkan di kamar sebelah, hampir 70% dari ruangan tidur bisa kumonitor dan selanjutnya beralih ke channel di kamar mandi, di sini aku harus naik lagi ke plafon karena lokasi cameranya kurang tepat, kugeser sedikit agar tepat di atas bath tub.

Jam 12.00 aku selesai setup video spy-ku, lalu mandi sebentar membersihkan debu yang melekat di tubuhku setelah naik ke langit langit kamar kost. Sambil tiduran menunggu istriku kembali ke kostnya. Kira-kira jam 20.00 kudengar langkah kaki di kamar sebelah, kuintip lewat jendela, ternyata istriku dan si bule yang datang. Kunyalakan TV-monitor, kulihat si bule menunggu istriku yang sedang menutup pintu kamar, istriku tampak tidak sabaran, langsung menubruk si bule dan mereka berpagutan sambil saling melepaskan pakaian. Hanya dalam beberapa detik mereka sudah telanjang bulat, istriku jongkok di hadapan si bule yang penisnya setengah ereksi dan melahap penis besar di hadapannya. Mulut istriku tidak bisa menampung seluruh penisnya.

Perlahan tapi mantap penis si bule ereksi penuh karena permainan lidah istriku. Kutahu ini adalah keahlian istriku, dulu aku sampai merem melek dibuatnya. Si bule yang tinggi besar mengangkat tubuh mungil istriku ke tempat tidur dan langsung menindihnya. Dengan sangat bernafsu si bule melahap buah dada kenyal milik istriku. Dari TV-monitor aku dengan jelas sekali melihat wajah istriku yang lagi merem melek menikmati permainan lidah si bule.

Puas menikmati kedua gunung kembar istriku, si bule beralih turun ke perut lalu ke bukit yang ditumbuhi bulu jarang-jarang. Desahan istriku sangat jelas kudengar lewat earphone karena sebelumnya sudah kupasangi wireless microphone di belakang head board-nya. Tangan istriku menarik kuat-kuat sprei sewaktu lidah si bule mulai menyusuri lubang vaginanya.

Selang berapa menit si bule merubah posisinya untuk ber’69’. Desahan istriku langsung hilang bersamaan dengan disumbatnya mulut istriku dengan penis besar si bule. Dengan sangat bernafsu istriku memainkan penis di mulutnya, sedangkan si bule sendiri sibuk memainkan lidahnya di clitoris istriku, kulihat kaki istriku mulai menegang dan paha istriku menjepit kepala si bule.

Setelah puas ber-’69’, si bule duduk bersandar di head board dan istriku duduk di pangkuannya dengan saling berhadapan. Dengan bertumpu pada lututnya, perlahan istriku …

…memasukan penis besar si bule ke lubang vaginanya. Istriku menjerit kecil ketika penis si bule mulai menerobos masuk. Dia mendongak ke atas sambil meringis menahan sakit saat menurunkan pantat bahenolnya agar penis si bule masuk lebih dalam.

Setelah diam beberapa saat untuk melumasi penis si bule, istriku mulai menggerakkan pantatnya maju mundur, sedangkan si bule melahap dan mejilati buah dada istriku. Ini adalah gaya yang paling disukai istriku. Gerakan istriku maju mundur makin lama makin cepat dan tidak beraturan, selang 5 menit tubuh istriku bergetar hebat menikmati orgasme sambil melumat mulut si bule.

Mereka istirahat sebentar sambil mencumbui istriku agar bangkit lagi. Dengan memainkan buah dada istriku yang kenyal, dia bangkit lagi gairahnya, Istriku lalu mengangkangkan pahanya lebar-lebar, dari TV-monitor aku bisa lihat vagina istriku yang kemerah-merahan akibat gesekan penis besar si bule. Dia menusukkan senjatanya ke vagina istriku dan mulai menggerakkan pantatnya maju mundur dengan keras, saking kerasnya sampai terdengar suara, “Plak! plok.., plak! plok!”, dari benturan paha mereka.

Istriku mendesah hebat setiap kali si bule menghunjamkan penisnya dalam-dalam. Rasa cemburuku timbul saat melihat perlakuan kasar si bule terhadap istriku,………. . Posisi ini tidak bertahan terlalu lama, si bule minta istriku nungging dan dia menusukkan senjatanya dari belakang, aku bisa dengan jelas melihat penis si bule keluar masuk menusuk vagina istriku.

achhhhhh…oooohhh…..yessss……….suara isteriku bersahut sahutan dengan bunyi kemaluan sibule …………….
Lima menit berlalu si bule menunggangi istriku, perlahan-lahan dia mulai kesetanan, gerakanya mulai tak beraturan apalagi istriku juga ikut menggoyangkan pantatnya dengan kesetanan. Akhirnya si bule memuntahkan seluruh spermanya di dalam vagina istriku. Dia berteriak histeris menikmati puncak orgasmenya. Kulihat istriku mencium mulut si bule mesra sekali……………..
Berdua mereka ke kamar mandi, aku cepat-cepat mencolokkan cable RCA dari camera yang di kamar mandi ke TV-monitor. Di kamar mandi kulihat istriku jongkok memutar kran shower sementara si bule memegang shower head-nya. Lalu mereka saling menggosok dengan sabun. Si bule lama sekali membersihkan vagina istriku sampai dia merem melek. Bath tub mereka isi setengahnya lalu tiduran berdua di dalamnya dengan si bule di bawah dan istriku di atas pelukan si bule. Mereka saling berpagutan mesra. Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, aku buru-buru pulang karena besok senin pagi aku harus kerja. Terpaksa aku kehilangan adegan hot selanjutnya. Dulu aku berniat membeli alat perekam VCR 24 jam, namun tidak jadi karena harganya mahal. Sesampainya dirumah mataku tidak bisa terpejam, dalam pikiranku masih terbayang adengan hot istriku dengan si bule. Coba aku punya perekam, aku bisa melihat adegan mereka selanjutnya. Membayangkan mereka, aku jadi tidak bisa tidur sampai pagi.

Senin malam jam 20.00, sepulang dari tempat kerja aku langsung meluncur ke malang lagi ketempat kost istriku, suara desahan terdengar dari kamar istriku, “wah telat aku”. Cepat-cepat kubuka pintu kamarku yang ada di sebelah kamar istriku, TV-monitor kunyalakan, namun mereka tidak kelihatan di kamar tidur, terlihat tempat tidur yang acak-acakan dan pakaian berserakan di mana-mana. Kucoba colokkan monitor yang di kamar mandi, dan “astaga!” Mereka bertiga, istriku, si bule dan temanya bule satunya lagi, yang ini bentuk penisnya lucu, bagian bawah kecil namun kepalanya sebesar bule satunya lagi. Sekarang kutahu nama bule yang menyetubuhi istriku kemarin namanya Jullio, itu aku dapat dari teman istriku di tempatnya bekerja.

Jullio adalah tamu diperusahaan tempat isteriku bekerja dan dia mempunyai business di Kota malang ini….. Di kamar mandi, istriku kulihat sedang nungging sedangkan Jullio memompa vagina istriku dari belakang, tangan istriku berpegangan ke pinggir bath tub sambil melumat penis anehnya milik si bule satunya yang duduk di ujung bath tub. Aku baru tahu kalau istriku bisa sebuas ini sama cowok bule. Wah ini adegan yang sungguh sangat menyesakkan dadaku, rasa iri, cemburu, marah, menyesal, birahi, sedih bercampur aduk, pokoknya tidak bisa dijelaskan. Keadaan tempat tidur yang acak-acakan menandakan merekan sebelumnya bergumul di sana dan pergumulan mereka di kamar mandi saat ini mungkin babak kedua atau mungkin ketiga. Aku telah kehilangan adegan tersebut. Kalau kubayangkan mungkin lebih seru dari yang di kamar mandi.

Jullio mencabut penisnya dari vagina istriku dan menancapkanya lagi ke lubang pantat istriku, seumur-hidup aku belum pernah menikmati lubang istriku yang satu ini, setiap aku minta dia selalu menolak dengan alasan sakit lah, tidak enak lah, Namun dengan si bule ini kenapa dia berikan. Ini tidak adil!, Jullio nampak mulai kesetanan, semetara istriku berteriak kecil …

…setiap penis besar ini masuk lebih dalam.

ssshhhhhhh…..acchhhhhhh…ooohhhhhhhhh……

Dalam 5 menit Jullio mencabut penisnya dan menumpahkan seluruh air maninya di punggung istriku. Sementara bule satunya lagi asyik menikmati permainan mulut istriku, karena sudah bernafsu si bule satunya lagi langsung menggendong istriku ke tempat tidur. Istriku di tempatkan di pinggiran bed dengan posisi nungging sementara si bule berdiri di lantai, di pingiran bed dan bersiap-siap menusukkan senjatanya ke lubang pantat istriku. Goyangan pantat si bule menimbulkan suara, “Ceplak.., ceplok..!”,.

penis si bule yang bentuknya aneh itu makin keras menghunjam pantat istriku sambil tangannya meremas keras pantat bahenol istriku. Datang dari kamar mandi si Jullio langsung ikutan nimbrung, dia menyusup ke bawah tubuh istriku dengan kaki menjuntai ke bawah dia memasukkan penisnya ke vagina istriku lalu menurunkan badan istriku, si bule satunya lagi tetap berdiri dengan penis menancap ke pantat istriku, dia agak membungkuk karena badan istriku merendah dan nempel ke tubuh Jullio. Mereka mulai bergoyang, mulut istriku dengan lahap menjilat dada bidang si Jullio yang di penuhi dengan bulu.

Si bule satunya sudah mulai kesetanan, pantatnya kian keras bergoyang dan akhirnya, “Cret.., cret.., cret”, spermanya tumpah di punggung istriku, sementara si Jullio masih asyik menikmati goyangan istriku dari atas, karena si bule satunya lagi tidak lagi menusukan senjatanya, istriku lalu duduk bersimpuh di penis si Jullio dan bergoyang maju mundur. ……..sshhhh….ohhhh terdengar desisan isteriku dari mulutnya……….Tangan si Jullio meremas buah dada kenyal milik istriku, desahan istriku makin hebat sampai akhirnya lemas terkulai di atas tubuh Jullio.

oohhhhh…………ssshhhhhhhhh…………….

Jullio bangkit dan mulai menyodok lubang pantat istriku yang lagi tengkurep lemas. Plok.., plok.., plok..!, bunyi pantat dan paha mereka beradu, selang beberapa menit si Jullio menumpahkan spermanya di atas punggung istriku dan terkulai lemas di sebelah istriku. Si bule satunya datang dari kamar mandi, langsung berpakaian lalu pamitan pada mereka. Sempat-sempatnya dia melumat mulut istriku sebelum pergi. Jullio menggendong istriku ke kamar mandi. Setelah saling membersihkan di kamar mandi, mereka tidur bugil dengan saling berpelukan.

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 24.00, aku putuskan untuk tidur di sini dan besok aku akan bolos kerja. Sampai jam 02.00 di kamar istriku tidak ada aktivitas, mereka masih tertidur pulas dengan tetap saling berpelukan. Akhirnya aku tertidur karena bosan menunggu.

Jam 04.00 aku terbangun dan melihat ke monitorku. Kulihat tangan istriku mengocok penis si Jullio yang sedang berdiri setengah tiang. Kepala istriku dituntun paksa oleh si bule untuk melakukan blow job. Mulut istriku yang mungil tampak mengembung akibat sumbatan penis si Jullio. Setelah berapa lama akhirya tumpah juga isinya di mulut istriku, si Jullio akhirnya tertidur pulas lagi, sementara istriku ke kamar mandi membersihkan mulutnya.

Jam 07.00 si bule bangun, berpakaian dan pamitan ke istriku yang bermalas-malasan di tempat tidur dalam keadaan bugil. Setelah si Jullio pergi, aku menyerbu masuk ke kamar istriku, dia kaget sekali melihat aku datang, aku langsung membuka pakaianku dan menindihnya. Berberapa kali dia berontak, namun akhirnya penisku bisa kutancapkan ke vaginanya. Puas mengocok vaginanya, aku minta dia nungging untuk menyodok lubang satunya. Dia menolak, tapi kupaksa juga sedikit memperkosanya…..

“mas,….kenapa kamu?..”
aku hanya diam……..kulancarkan sodokan tongkolku…..
achhhh ah ah ah ah….achhhhh….isteriku mendesah desah….
mungkin ia cuma pura pura…….
agar aku makin bernafsu…….
barulah kali ini aku merasakan lubang anus isteriku………
yang sudah dibuat longgar oleh sibule bule itu……
kusemburkan spermaku dilubang anus nya….
ooooo,,,ssshhh ia kembali pura pura kenikmatan…tapi aku tau itu semua palsu……
esoknya …kuperlihatkan rekaman Videoku….
ia pucat pasi……..
“aku telah membuat 2 copiannya…”kataku
“untuk apa mas?”
“untuk bukti diperceraian kita…”
isteriku tertunduk lesu…………ia hanya diam..seakan tak mampu berkata lagi.
“tak kusangka……..,sama sekali tak kuduga…,kamu yang
…lembut dan pemalu bisa jadi binal gini…”
“maafkan aku mas”
“simpanlah kata maafmu ….”kataku dengan ketusss
“kamu akan rasakan pembalasanku nanti…,kamu telah menyakitiku……kamu telah benar benar menghianatiku…”

Dan dengan sangat menyesal aku menceraikan istriku yang tak tahu diuntung itu, dengan bermodalkan video itu, akhirnya dia tak bisa mengelak dan sampai saat ini aku tak tahu lagi keberadaannya.

Anda sedang membaca artikel tentang Rekaman Istriku Selingkuh dan anda bisa menemukan artikel Rekaman Istriku Selingkuh ini dengan url https://hotsex-dewasa.blogspot.com/2010/12/rekaman-istriku-selingkuh.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Rekaman Istriku Selingkuh ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Rekaman Istriku Selingkuh sumbernya.

Source

Foto Bugil Ngentot Chika Bandung Terbaru 2015 – Cerita Seks

Foto Bugil Ngentot Chika Bandung Terbaru Tahun 2015

| Saya rasa sebagian besar dari anda pasti sudah mengenal gadis fenomenal yang tenar dengan sebutaan chika bandung ini. Memang beberapa tahun terakhir ini nama chika begitu melambung di dunia maya, itu terjadi karena tak lain dan tak bukan ialah karena tersebar luasnya foto bugil ngentot memek chika bandung di internet. Bukan hanya beberapa namun begitu banyak, ratusan bahkan ribuan jumlahnya. Ia benar-benar fonomenal menurut saya. Untuk Memanaskan birahi anda yang sedang membeku maka berikut saya tampilkan untuk anda galeri foto bugil ngentot chika cewek bandung terbaru 2015:







































Source

Cerita Seks Anak Ibu Kos Gila Ngentot – Cerita Seks

Cerita Seks Anak Ibu Kos Gila Ngentot

– Aku adalah mahasiswa tingkat akhir aku kuliah di kota Surakarta umurku sekarang 24 tahun dengan badan tinggi tegap mungkin aku dari kecil suka kegiatan pramukan dan suka olahraga juga, bukannya sombong wajahku juga ganterng katanya mirip aliando pemain sinetron. Aku sudah punya pacar, dan serius kami mau menikah.

cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep

Tempat kos-ku dan tempat kos-nya hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman, gumul-gumulan, dan remas-remasan.

Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau voltase-ku sudah amat tinggi, aku dapat muntah juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau berhubungan sex sebelum menikah.

Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah merasakan vagina perempuan. Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya.

Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran 3mX3.5m.

Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden. lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan.

Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Eri. Dia sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Eri seorang playgirl. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren.

Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku. lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan montoknya.

Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada.

Rambutnya lebat yang dipotong Ipank dengan indahnya. Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Eri sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Eri mengenakan baju atas you can see dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.

Kak Ipank, ngapel ke Mbak Dina? Wah sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin tugas, sapa Eri dengan centilnya. He masa? balasku. Iya Sudah, ngapelin Eri sajalah Mas Ipank, kata Eri dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak menolak nih, he-he-he Ah, neng Eri macam-macam saja, tanggapanku sok menjaga wibawa. Kak Dai belum datang? Pacar Eri namanya Daniel, namun Eri memanggilnya Kak Dai.

Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Eri.

Kapan dia punya kesempatan belajar? Wah dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Ipank buat menemani Eri dong, biar Eri tidak kesepian Tapi yang keren lho, kata Eri dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya. Neng Eri ini Nanti Kak Dainya ngamuk dong. Kak Dai kan tidak akan tahu Aku kembali memaki dalam hati.

Perempuan Sunda macam Eri ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya. Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. Kak Ipankby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin.

Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam.

Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Eri yang berdiri di depan pintu. Mbak Di Mbak Dina, terdengar suara Eri memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu. Mbak Dina sudah pulang? tanya Eri. Belum. Hari ini Dina tidak pulang.

Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa? Mau pinjam kalkulator, mas Ipank. Sebentar saja. Buat bikin pe-er. Ng bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali. Beres deh mas Ipank. Eri berjanji, kata Eri dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan. KuberErin kalkulatorku pada Eri. KetEri berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai.

Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas*-remasnya. Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si boy-ku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak digenjot. Sepeninggal Eri, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidak-tidak itu.

Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu. Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok. Kak Ipank Mas Ipank, terdengar Eri memanggil lirih. Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Eri dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan you can see yang dipakai sebelumnya.

Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan Ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat. Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya.

Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Eri menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink. Ini kalkulatornya, Mas Ipank, kata Eri manja, membuyarkan keterpanaanku. Sudah selesai. Neng Eri? tanyaku basa-basi. Sudah Mas Ipank, namun boleh Eri minta diajari MatematEri? 0, boleh saja kalau sekiranya bisa.

Tanpa kupersilakan Eri menyelonong masuk dan membuka buku matematEri di atas meja tamu yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan.

Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil. Ini mas Ipank, Eri ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya. Eri mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya. Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Eri tidak memakai bra.

Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut. Halaman yang dicari ketemu. Eri dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Eri menghitungnya. Sambil menunggu Eri menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Eri.

Uhhh ranum dan segarnya. Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur? tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan. Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Eri bermain-main kalkulator tadi, jawab Eri dengan tatapan mata yang menggoda. Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Eri. Mumpung sepi.

Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku.

Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan din? Tiba-tiba Eri bangkit dan duduk di sebelah kananku. Kak Ipank ini benar nggak? tanya Eri. Ada kekeliruan di tengah jalan saat Eri menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya.

Tiba-tiba Eri lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatErin hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketEri dia lebih menekanku terasa lebih kenyal. Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya. Ih Mas Ipank nakal deh tangannya, katanya sambil merengut manja.

Dia pura-pura menjauh. Lho, yang salah kan Neng Eri duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku, jawabku. lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja.

Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani? Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya.

Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berErin atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band! Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun.

Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus. Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Eri sedikit terkejut ketEri merasa ada yang menempel punggungnya. Ih Mas Ipank jangan begitu dong, kata Eri manja. Sudah udah-udah Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Eri, jawabku. lka cemberut.

Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Eri berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Eri menggelinjang. Tidak tahan lagi. tubuh Eri kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-remas.

Bibir Eri mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Eri yang masih kelas tiga SMA sudah sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku. Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang.

Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari tanganku.

Puting itu terasa mengeras. Kak Ipank Mas Ipank buka baju saja Mas Ipank, rintih Eri. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya membuka Erit pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tall baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya.

Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.

Celana panjang yang sudah dibuka oleh Eri kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Eri tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya.

Eri pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyErin warna hitam dari jembut lebat Eri yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Eri tampak keluar dan lobang celana dalamnya. lka memandangi dadaku yang bidang.

Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat.

Eri pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Eri saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.

Ciumanku berpindah ke leher Eri. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Eri mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit lehernya. Ahhh Mas Ipank Eri sudah menginginkannya dari kemarin Gelutilah tubuh Eri puasin Eri ya Mas Ipank, bisik Eri terpatah-patah. Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya.

Agaknya Eri tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara.

Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Eri menggelinjang. Kak Ipank ngilu ngilu, rintih Eri. Gelinjang dan rintihan Eri itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung lidahku.

Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara kirinya. Eri semakin menggelinjang-gelinjang seperti Erin belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah. Aduh mas Booob ssshh ssshhh ngilu mas Booob ssshhh geli geli, cuma kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.

Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau payudara kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya.

Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesar-besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya. Kak Booob kamu nakal. ssshhh ssshhh ngilu mas Booob geli Eri tidak henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja. Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Eri yang rata dan berkulit amat mulus itu.

Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahan lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Eri sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas.

Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah. Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Eri sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir vagina yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus.

Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar vaginanya. Tanganku pun mengelus-elus vaginanya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Eri berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri.

Tampak jelas kalau Eri sangat menikmati permainan ini. Perlahan kusibak bibir vagina Eri dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke vaginanya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Eri perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.

Au Mas Ipank shhhhh betul betul di situ mas Ipank di situ enak mas shhhh, Eri mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.

Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya. Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh vagina Eri. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar.

Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang vaginanya. Kak Booob enak sekali mas Ipank, Eri mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja.

Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang vaginanya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena G-spot-nya. Dan berhasil! Auwww mas Ipank! jerit Eri sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam vagina terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku.

Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku. Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Eri dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Eri. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya.

Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Eri semakin keras merintih-rintih bagaErin orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya. Kak Ipank mas Ipank mas Ipank, hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Eri karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi. Permainan jari-jariku dan lidahku di vaginanya semakin bertambah ganas. Eri sambil mengerang*-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih.

Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri. Kak Ipank Eri sudah tidak tahan lagi Masukin konthol saja mas Ipank Ohhh sekarang juga mas Ipank! Sshhh. . . , erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya. Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Eri terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan vaginanya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam vaginanya semakin kupercepat.

Gerakan jari tanganku yang di dalam vaginanya ke atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di vaginanya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk Sementara dan mulut Eri keluar pekErin-pekErin kecil yang terputus-putus: Ah-ah-ah-ah-ah Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di vaginanya, sambil memandangi wajahnya.

Mata Eri merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut. Crrrk! Crrrk! Crrek Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di vaginanya semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Eri mampu bertahan sambil mengeluarkan jIkatan-jIkatan yang membangkitkan nafsu.

Payudaranya tampak semakin kencang dan licin, sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya. Sampai akhirnya tubuh Eri mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-*beliak. Dan bibirnya yang sensual itu keluar jIkatan hebat, Kak Booo00oob ! Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Eri terasa dijepit oleh dindingnya dengan kuatnya.

Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya, dan sela-sela celah antara tanganku dengan bibir vaginanya terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku. Beberapa detik kemudian Eri terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat.

Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentErin. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan vaginanya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas tissue. Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang.

Apalagi tubuh telanjang Eri yang terbaring diam di hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktErin kejantananku pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh Eri, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku mengulum-kulum kembali bibir hangat Eri, sambil tanganku meremas-remas payudara dan mempermainkan putingnya. Eri kembali membuka mata dan mengimbangi serangan bibirku.

Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di payudaranya. Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Eri yang mulus dan harum hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku.

Segala keharuman yang terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun. Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara kiri Eri.

Kumainkan puting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit payudara di sekitar puting yang berwarna coklat. Ah ah mas Ipank geli geli , mulut indah Eri mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. bagaErin desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa. Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan Eri yang montok dan kenyal itu.

Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya. Kak Ipank hhh geli geli enak enak ngilu ngilu Aku semakin gemas. Payudara aduhai Eri itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah.

Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya. Ah mas Ipank terus mas Ipank terus hzzz ngilu ngilu Eri mendesis-desis keenakan. Hasratnya tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin sening fnekuensinya. Sampai akhirnya Eri tidak kuat mehayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan eepat memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha.

Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas eelana dalamku. Jan-jari tangan kanan Eri yang mulus dan lembut kemudian menangkap kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut. Edan mas Ipank, edan Kontholmu besar sekali Konthol pacan-pacanku dahulu dan juga konthol kak Dai tidak sampai sebesar in Edan edan, ucapnya terkagum-kagum. Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan kanannya meremas remas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan dan kenikmatan di hiatnya menana kejantananku.

Remasannya itu mempenhebat vohtase dam rasa nikmat pada batang kontholku. Kak Ipank. kita main di atas kasur saja, ajak Eri dengan sinar mata yang sudah dikuasai nafsu binahi. Aku pun membopong tubuh telanjang Eri ke ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat tidun pacarku. Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6 centimeter dari lantai. KetEri kubopong. Eri tidak mau melepaskan tangannya dari leherku.

Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur, tangannya menanik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kuhit punggungnya yang halus mulus kuremas-remas dengan gemasnya. Kemudian aku menindih tubuh Eri.

Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus dan perut bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku yang tegang dan keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir sensual Eri. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Eri yang bagus. Kukecup leher jenjang Eri yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai. Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan menggesek-gesek paha Eri.

Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai diplirit-plirit. Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Eri. Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Eri. Dengan gemas dan ganasnya aku membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku meraup kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku.

Keharuman payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke belahan dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekan-tekan oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali rasanya ketEri hidungku menyentuh dan menghirup dalam-dalam daging payudara yang besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Eri.

Daerah payudara yang kecoklat-coklatan beserta putingnya yang pink kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum dan kumainkan dengan lidahku. Kak Ipank geli geli , kata Eri kegelian. Aku tidak perduli. Aku terus mengulum-kulum puncak bukit payudara Eri. Putingnya terasa di lidahku menjadi keras.

Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu sebesar-besarnya. Apa yang masuk dalam mulutku kusedot sekuat-kuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuat-kuatnya dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan Eri. Sementara kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan beriramanya di kulit pahanya.

Eri semakin menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya. Kak Ipank mas Ipank ngilu ngilu hihhh nakal sekali tangan dan mulutmu Auw! Sssh ngilu ngilu, rintih Eri. Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku semakin berkobar-kobar. Semakin ganas aku mengisap-isap dan meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyut-denyut keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Eri. Akhirnya aku tidak sabar lagi.

Kulepaskan payudara montok Eri dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang vaginanya. Kuputar-putarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir vagina Eri. Bulu-bulu jembut itu bagaErin menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi enak.

Kak Ipank masukkan seluruhnya mas Ipank masukkan seluruhnya Mas Ipank belum pernah merasakan vagina Mbak Dina kan? Mbak Dina orang kuno tidak mau merasakan konthol sebelum nErih. Padahal itu surga dunia bagai terhempas langit ke langit ketujuh. mas Ipank Jan-jari tangan Eri yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar. Edan edan kontholmu besar dan keras sekali, mas Ipank, katanya sambil mengarahkan kepala kontholku ke lobang vaginanya.

Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir vaginanya yang sudah basah. Kemudian dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang vagina. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam vagina. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya. Aku menghentErin gerak masuk kontholku. Kak Ipank teruskan masuk, Ipank Sssh enak jangan berhenti sampai situ saja, Eri protes atas tindakanku.

Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang vaginanya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Eri menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan.

Sssh sssh enak enak geli geli, mas Ipank. Geli Terus masuk, mas Ipank Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasErin pada pinggulku. Dan satu dua tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam vagina Eri dengan sangat cepat dan kuatnya.

Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaErin diplirit oleh bibir dan daging lobang vaginanya yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt! Auwww! pekik Eri. Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam vagina Eri tanpa bergerak sedikit pun.

Sakit mas Ipank Nakal sekali kamu nakal sekali kamu. kata Eri sambil tangannya meremas punggungku dengan kerasnya. Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluar-masuk vagina Eri. Aku tidak tahu, apakah kontholku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang vagina Eri yang berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk vaginanya serasa dipijit-pijit dinding lobang vaginanya dengan agak kuatnya.

Pijitan dinding vagina itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku. Bagaimana Eri, sakit? tanyaku Sssh enak sekali enak sekali Barangmu besar dan panjang sekali sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru lobang vaginaku, jawab Eri. Aku terus memompa vagina Eri dengan kontholku perlahan-lahan.

Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua putingnya yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa mengalir ke dadaku. Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot vaginanya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging hangat di dalam vagina Eri.

Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat. Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang vaginanya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Eri kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok vaginanya perlahan dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya.

Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan maju-mundur perlahannya di vagina Eri. Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di vaginanya, tanganku meremas-remas payudara montok Eri. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama.

Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Eri pun merintih-rintih keenakan. Matanya merem-melek, dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarErin ke atas dan ke bawah.

Ah mas Ipank, geli geli Tobat tobat Ngilu mas Ipank, ngilu Sssh sssh terus mas Ipank, terus. Edan edan kontholmu membuat vaginaku merasa enak sekali Nanti jangan disemprotkan di luar vagina, mas Ipank. Nyemprot di dalam saja aku sedang tidak subur Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di vagina Eri. Ah-ah-ah benar, mas Ipank. benar yang cepat Terus mas Ipank, terus Aku bagaErin diberi spirit oleh rintihan-rintihan Eri. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-masuk kontholku di vagina Eri.

Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremas*-remas dengan cepatnya oleh daging-daging hangat di dalam vagina Eri. Mata Eri menjadi merem-melek dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa. Sssh sssh Eri enak sekali enak sekali vaginamu enak sekali vaginamu Ya mas Ipank, aku juga merasa enak sekali terusss terus mas Ipank, terusss Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada vaginanya.

Kontholku terasa bagai diremas-remas dengan tidak karu-karuan. Kak Ipank mas Ipank edan mas Ipank, edan sssh sssh Terus terus Saya hampir keluar nih mas Ipank sedikit lagi kita keluar sama-sama ya Booob, Eri jadi mengoceh tanpa kendali. Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa.

Biar dia mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Ipankby. Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam vagina Eri bagaErin berdenyut dengan hebatnya. Kak Ipank mas Ipankby mas Ipankby, rintih Eri. Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah. lbarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan dengan pembalap aku lebih beruntung.

Di dalam mengayuh sepeda aku merasakan keenakan yang luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan rintihan-rintihan keenakan yang tiada terkira. Kak Ipank ah-ah-ah-ah-ah Enak mas Ipank, enak Ah-ah-ah-ah-ah Mau keluar mas Ipank mau keluar ah-ah-ah-ah-ah sekarang ke-ke-ke Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding vagina Eri dengan sangat kuatnya.

Di dalam vagina, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari vagina Eri dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Eri meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Eri pun berteriak tanpa kendali: keluarrr! Mata Eri membeliak-beliak. Sekejap tubuh Eri kurasakan mengejang. Aku pun menghentErin genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam vagina Eri. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan vagina Eri.

Kulihat mata Eri kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya. Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding vaginanya pada kontholku berangsur-angsur melemah. walaupun kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Eri lalu kuletakkan kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka.

Aku kembali menindih tubuh telanjang Eri dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam vaginanya tidak tercabut. Kak Ipank kamu luar biasa kamu membawaku ke langit ke tujuh, kata Eri dengan mimik wajah penuh kepuasan. Kak Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di sini, Eri suka membenarkan mas Ipank saat berhubungan dengan Kak Dai.

Aku senang mendengar pengakuan Eri itu. berarti selama aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku selalu membayangkan kemolekan tubuh Eri dalam masturbasiku, sementara dia juga membayangkan kugeluti dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadErin istri dan ibu anak-anakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tubuh aduhai Eri enak digeluti dan digenjot dengan penuh nafsu.

Kak Ipank kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan kamu perkasa dan kamu berhasil membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya Aku bangga mendengar ucapan Eri. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi genjotanku. Perempuan Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku.

Kebetulan aku saat ini baru setengah perjalanan pendakianku di saat Eri sudah mencapai orgasmenya. Kontolku masih tegang di dalam vaginanya. Kontolku masih besar dan keras, yang haruss menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing. Aku kembali mendekap tubuh mulus Eri, yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan licin.

Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di vagina Eri, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding vagina Eri secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh vagina Eri beberapa saat yang lalu.

Ahhh mas Ipank kau langsung memulainya lagi Sekarang giliranmu semprotkan air manimu ke dinding-dinding vaginaku Sssh, Eri mulai mendesis-desis lagi. Bibirku mulai memagut bibir merekah Eri yang amat sensual itu dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Eri serta memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di vaginanya.

Sssh sssh sssh enak mas Ipank, enak Terus teruss terusss, desis bibir Eri di saat berhasil melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaErin mengipasi gelora api birahiku. Sambil kembali melumat bibir Eri dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di vaginanya.

Pengaruh adanya cairan di dalam vagina Eri, keluar-masuknya konthol pun diiringi oleh suara, srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret Mulut Eri di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak henti-hentinya mengeluarkan rintih kenikmatan, Kak Ipank ah mas Ipank ah mas Ipank hhb mas Ipank ahh Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Eri menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Eri pun memeluk punggungku dan mengusap-usapnya.

Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam vagina Eri sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras agar menusuk vagina Eri sedalam-dalamnya. Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding vagina Eri.

Sampai di langkah terdalam, mata Eri membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan tertahan, Ak! Sementara daging pangkal pahaku bagaErin menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar vagina, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di lobang vagina. Remasan dinding vagina pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya.

Bibir vagina yang mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Eri mendesah, Hhh Aku terus menggenjot vagina Eri dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku.

Tangan Eri meremas punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke lobang vaginanya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan vagina Eri menimbulkan bunyi srottt-srrrt srottt-srrrt srottt-srrrtt Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekErin-pekErin kecil yang merdu yang keluar dari bibir Eri: Ak! Uhh Ak! Hhh Ak! Hhh Kontholku terasa empot-empotan luar biasa.

Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak kuasa menahan pekErin-pekErin kecil: lka Eri edan edan Enak sekali Eri Memekmu enak sekali Memekmu hangat sekali edan jepitan vaginamu enak sekali Kak Ipank mas Ipank terus mas Ipank rintih Eri, enak mas Ipank enaaak Ak! Ak! Ak! Hhh Ak! Hhh Ak! Hhh Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku.

Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan kontholku ke vaginanya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.

Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaErin ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu. Kak Ipank mas Ipank mas Ipank! Ak-ak-ak Aku mau keluar lagi Ak-ak-ak aku ke-ke-ke Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya.

Aku tidak mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding vagina Eri mencekik kuat sekali. Dengan cekErin yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.

Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan vagina Eri, bersamaan dengan pekErin Eri, keluarrrr! Tubuh Eri mengejang dengan mata membeliak-beliak. Eri! aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Eri sekuat-kuatnya, seolah aku sedang berusaha rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan.

Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi. Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding vagina Eri yang terdalam.

Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan vagina Eri terasa berdenyut-denyut. Beberapa saat lamanya aku dan Eri terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-sampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku.

Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih tersisa ke dalam vagina Eri. Kali ini semprotannya lebih lemah. Perlahan-lahan tubuh Eri dan tubuhku pun mengendur kembali.

Aku kemudian menciumi leher mulus Eri dengan lembutnya, sementara tangan Eri mengusap-usap punggungku dan mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil bermain seks dengan Eri.

Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada pengalaman pertama ini oleh orang semolek Eri.

Kak Ipank terima kasih mas Ipank. Puas sekali saya. indah sekali sungguh enak sekali, kata Eri lirih. Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra. Dalam keadaan tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku.

Dia meletakkan kepalanya di atas dadaku yang bidang, sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketEri jam dinding menunjukkan pukul 22:00, aku dan Eri berpakaian kembali. Eri sudah tahu kebiasaanku dalam mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri.

Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Eri dan melumat-lumat bibirnya beberapa saat. Kak Ipank kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Ipank Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Eri akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina.

Eri puas sekali bercumbu dengan mas Ipank, begitu kata Eri. Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa Ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku.

—————————————————————————————————–

Cerita 17+, Cerita 18+, Cerita ABG, Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Hot, Cerita Dewasa SMA, Cerita Ngentot, Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Dewasa Hot, Cerita Syur Panas, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

Source

Cerita Seks: Bocah Ngentot Tante Mega

“Tante Mega dari mana?”, “dari beli barang banyak nih dek”, “wah, biar saya bantu ya”, “iya, makasih ya dek” seorang bocah memergoki Mega kerepotan dijalan, bocah itu dengan senang hati membantu Mega membawa barang bawaan. Bocah itu tau jelas Mega pasti merasa berat membawa barang banyak, karena bocah itu tau buah dada Mega sudah besar pasti berat juga. tak lama mereka sampai dirumah Mega. “udah sampe tante”, “iya, huft untung kamu bantuin ya”, “hehe iya, ini ditaruh mana tante?”, “ayo kedapur dulu” mereka membawa masuk barang barang itu, kemudian menuju dapur. “Taruh mana tante?”, “bawah situ ya”, “iya tante, terus yang ini?”, “Diatas sana”, “gak sampe tante”, “sini aku coba ya, hmm gak sampe juga” Mega mencoba menaruh barang itu diatas lemari, tapi ia tak bisa, ia melompat lompat, buah dadanya ikut bergoyang, membuat bocah didekat Mega itu senang. “hehe… coba lagi tante”, “iya ini, mmh… wah dikit lagi…” terus mega melompat lompat, lalu bwom… buah dada mega melompat keluar dari bajunya.

“uwaah…hehe…” “mmh…nah udah diatas deh itu”, “iya, bagus tante”, “eh, kok keluar sendiri…” Mega menyimpan toket besarnya kedalam baju lagi. “hehe… tante tadi lompat terlalu semangat”, “iya mungkin… eh kamu mau minum apa? biar tante bikinin ya”, “hmm boleh tante… ada susu gak tante?”, “susu ya… bentar… hmm… gak ada dek…”, “yah… ya sudah tante nggak papa” bocah itu pergi keluar dapur. sampai diruang tengah ia dihentikan oleh Mega. “bentar dek… kalau susunya tante adek mau nggak?”, “wah… mau mau aja kok tante…”, “tapi bentar ya… tante keluarin dulu”, “iya tante…hehe…” Mega berdiri, lalu mengeluarkan toket besar dari bajunya, setelah itu ia mencari tempat duduk. “mmh…eh lupa gelasnya juga…”, “aduh tante susah benar…”, “ambil kan didapur dek…eh…”, “sudah tante aku buka mulut aja nih… dibawah dadanya tante…aa…”, “hmm iya udah…hmm…” Bocah itu membuka mulutnya sambil menunggu air susu keluar, saat Mega meremas toketnya dan memencet puting susunya. air susupun menetes, “aa..mm…”, “kalau gini dikit deh..eh…”, “mmh…mpp… tante… biar aku hisap aja ya putingnya tante mega…mm”, “hmm iya deh, kamu kan tadi udah baik bantuin tante, dah sini kamu tiduran ya…”, “iya tante…mm…mm…” bocah itu tiduran dipangkuan Mega, ia tangkap toket besar mega itu, ia pegangi, sambil mulutnya sudah asyik menyedot puting susu mega. “keluarnya jadi banyak dek…”, “mm…mm…sluurp..mm…”, “hmm… kamu haus banget ya dek…”, “mm…sluurp… iya tante haus banget…mm…sluurp”, “hmm, dah minum yang puas ya…” Mega hanya duduk dan menopang toket besarnya, ia biarkan putingnya dikenyot dan dihisap, ia senang juga bisa membagi air susunya. Entah berapa lama bocah itu asyik nyusu, yang jelas bocah itu batang kemaluannya tegak dicelana. “mm…sluurp…aah…aduh…”, “kenapa dek?”, “nggak papa tante…aah…” tangan bocah itu menutupi bagian celananya yang menonjol. “kenapa ini? dek ini basah…” bocah tadi tidak tahan nikmatnya nyusu toket kenyal mega, sampai ia keluar dicelana. “, “ndak tante itu…”, “di buka aja dek…burung kamu tegak sekali dek…”, “aah…ndak itu..mmh…”, “sakit ya dek?” Mega memegang penis tegak milik bocah itu, “aah… iya tadi…sakit…”, “aduh…hmm, udah mendingan belum?” Mega mengelus elus batang kemaluan itu, “udah… mendingan tante…nngh…”, “tapi masih tegak ini dek…”, “nggak tau itu tante…mmh…umm…mm…sluurp…mm” bocah itu memilih kembali melahap puting didepan mulutnya, ia hisap lagi susu yang enak itu. Jadi bocah itu asyik nyusu sambil kontolnya dielus. Sungguh senang bocah itu bisa menikmati hasil dari membantu tante Mega. “dek…eh…wah…” Croot, penis itu menyemburkan cairannya, kaos bocah itu basah juga. “aah…nngh…”, “aduh… pakaian kamu basah semua dek”, “iya tante…”, “bentar biar tante jemur dibelakang”, “iya tante makasih” Mega membawa pakaian basah itu kebelakang untuk dijemur. Saat Mega kembali menemui bocah itu, ia lihat bocah itu malah tidur. “loh malah tidur, hmm…” Mega membawa Bocah itu kekamarnya, ia tidurkan disana. Mega juga tiduran disebelah bocah itu. Mega melihati bocah tidur itu, ia lihat lagi batang kemaluan bocah itu, ternyata sudah tidak tegak lagi, Mega jadinya memilih ikut tidur saja.

Beberapa saat berlalu, bocah tadi bangun duluan, ia lihat Mega tidur disebelahnya. “wah… asyik nih…” bocah itu pelan pelan, mengeluarkan toket besar milik mega dari kaosnya. “hehe… aku mau nyusu lagi ya tante…” Bocah itu langsung mencoba memegang toket besar Mega, meski tangannya tak bisa memegang seluruh bagian dari gunung kenyal itu. puting susu Mega dihisap dan dikenyot lagi, air susu asyik diteguk bocah itu. “hmm…mm…sluuurp…enak…mm” agar dapat posisi enak, bocah itu naik keatas tubuh Mega, ia jadi bisa memainkan buah dada Mega dengan bebas, juga bisa minum susu lebih nikmat. “mm…sluurp…aah… aku pengen liat punya tante mega…” bocah itu penasaran, ia turunkan celana mega, juga celana dalamnya, terlihatlah memek yang dijaga bulu bulu halus. “wah…hmm…kayak apa sih… hmm… wah hangat…” bocah itu menggesekan jarinya dibibir vagina Mega, setelah itu ia masukan kelubang itu, ia gesek gesek ternyata asik juga. bocah itu meneruskan menghisap puting susu Mega, sembari ia masih menggesek memek tante montok itu. “mm…m…sluurp…mm…aah… aku entot tante Mega…apa nggak bangun ya nanti?” bocah itu menyiapkan penisnya yang tegak lagi, ia gesek dibibir vagina Mega. setelah itu ia pelan pelan memasukan kemaluannya, sleeb, masuk semua dalam memek Mega, meski tak sampai masuk dalam sekali. “uuh…enak…mmh…jadi gini ya enaknya ngeseks…hmm…” bocah itu mulai menggerakan kemaluannya, pelan pelan, enaknya tak terhingga. ia senang sekali bisa ngeseks dengan tante mega meski perempuan itu tertidur. “ooh…enak…aduh…mmh…” Croot croot, bocah itu tak kuat, ia semprotkan cairan hangat kedalam memek Mega. sebelum mega sadar, bocah itu memakaikan kembali celana dan kaos perempuan itu, setelah itu ia tidur lagi disebelahnya.

Tak lama mega bangun tidur, “mmh…nngh…hmm, aduh…” Mega bangun merasakan memeknya becek, juga kaosnya basah karena putingnya sempat mengeluarkan susu. Mega bangun, ia beranjak dan mulai melepas pakaiannya. “Tante mega…”, “hmm, eh kamu udah bangun…”, “iya… tante kenapa?”, “ini susunya keluar sendiri, bajuku basah”, “terus… itu…”, “hmm…wah…” Mega melihat ada yang luber dari selangkangannya. “kenapa tante?”, “nggak papa, adek ayo mandi, keburu dingin nanti”, “wah…iya tante…” Bocah itu malah diajak mandi. Sampai kamar mandi, Mega langsung sibuk membersihkan memeknya, ia siram dengan air, lalu buah dadanya juga. “Tante…”, “iya dek? burung kamu berdiri lagi itu…”, “i…iya…”, “sini kedepan tante… kamu mandiin tante ya, sini biar tante urus itu ya”, “oh iya tante…mmh…” bocah itu tinggal mengambil air dengan gayung, lalu ia siramkan ketubuhnya, juga tubuh montok Mega. Bocah itu juga merasakan nikmat saat batang tegaknya dikocok dan dielus tangan mega. “sabunnya itu ambilkan”, “ini tante”, “bentarnya…” Mega menyabuni tubuh bocah itu, dari atas sampe bawah, yang terakhir batang tegak bocah itu. “mmh… tante…”, “iya?”, “nanti aku yang sabunin tante ya…”, “hmm iya…”, “tunggu tante… burungku… yang lama nyabuninnya”, “hmm gini ya…”, “iya…mmh…” Senang sekali bocah itu, penisnya disabuni oleh Mega, jadinya bocah itu muncrat lagi, lalu batangnya sempat lemas. “udah itu dek”, “iya, sini tante…” bocah itu bergegas menyabuni tubuh Mega, ia tak menjalankan tugas dengan baik, karena yang sering ia sabuni adalah buah dada Mega. “dek… sudah itu”, “oh iya, yang bawah belum tante”, “eh itu…ahn…” Memek Mega disabuni juga oleh bocah itu, “tante, lubangnya ini udah basah duluan, kapan disiramnya”, “hmm…aah… kalau udah basah sabunin aja…nngh…”, ” hmm iya…” asik bocah itu menyabuni memek Mega. “aah.. udah belum dek…”, “udah tante…”, “hmm iya…” Mega kemudian membilas tubuh bocah itu, kemudian tubuhnya sendiri. “tante… sebentar…”, “kenapa dek..eh…”, “ini tante… lubangnya kok hangat ya?”, “iya… itu…ah…” memek Mega dielus lagi, bocah itu mendekat merapat didepan Mega. kemudian penis tegaknya ia gesekan dibibir vagina Mega. “tante… sebentar”, “nngh… ngapain dek?”, “itu tante…aku..mmh…”, “aahn…mmh… kok dimasukin…nngh…”, “iya… burungku… kedinginan… mau diangetin”, “mmh…ouh…gitu…mmh…” Mega tampak malah suka memeknya disodok kemaluan bocah itu. Bocah itu merapat, ia gesek saja penis tegaknya dimemek Mega. “tante… ini kok enak ya tante?”, “iya…ahn… emang enak dek…”, “nngh… aku gak bisa berhenti tante…”, “iya lanjutin aja dek…ahn…nngh..” Bocah itu terus ngentot dikamar mandi dengan Mega, sampai ia benar benar puas, bahkan ia semprotkan lagi cairannya kedalam memek Mega. Setelah itu, mereka menyelesaikan mandinya, lalu kembali kekamar. Mega sudah ganti baju, bocah tadi pakaiannya sudah kering. Mereka berpakaian lagi, setelah itu bocah tadi pulang setelah puas menikmati tubuh mega yang montok.

Source

REKOMENDASI CERITA UNTUK DEWASA ( 18++) – BaBaNaNa

Watch You! by actorou

Watch You!

By actorou

44.2K
1K
75

WARNING 17 +
….
Semua dilakukan demi membalas dendam. Namun dendam itu berubah menjadi hutang budi. Pria itu, ia sangat membencinya, namun sikapnya selalu saja baik padanya.
Charryl, tak habis pikir orang yang ia benci selalu menjadi pahlawan untuknya. Tak pernah tahu pula kalau pria itu, selalu menatapnya dari kejauhan. Dia, membuat Charryl harus berhutang budi padanya.
Johan, musuh abadi dari salah seorang gadis yang ada di kantornya. Aneh saja, mereka saling bertengkar namun saling memendam rasa. Johan lebih banyak menguntit, dari pada sekedar memerhatikan Charryl.
Cinta. Berbagai cara aneh yang ditunjukkan oleh seseorang untuk mengungkapkannya. Termasuk pria tampan berkacamata itu, Johan.
Bagaimana cara dia menyatakan perasaannya pada sang musuh alias cintanya? Silahkan daftarkan di perpustakaan anda.
copyright © 2015 by Actorou


Source